Ekosistem blockchain saat ini sedang mengalami evolusi teknologi yang mendalam. Dari sistem uang elektronik peer-to-peer yang diimajinasikan oleh pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, hingga pengenalan kontrak pintar oleh pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, yang menjadikan blockchain sebagai platform komputasi umum, dan kini dengan tekad terhadap skalabilitas—teknologi Layer 3 sedang menjadi fokus industri berikutnya.
Mengapa Layer 3 menjadi peluang baru di industri?
Banyak pengembang dan proyek telah menyadari satu masalah inti: Layer 1 blockchain tradisional (seperti Bitcoin dan Ethereum) meskipun menyediakan fondasi keamanan yang kokoh, terbatas dalam skalabilitasnya; solusi Layer 2 (seperti jaringan Lightning, Arbitrum, Optimism, dll.) meskipun secara signifikan meningkatkan throughput rantai tunggal, sulit untuk mencapai kolaborasi lintas rantai.
Layer 3 muncul sebagai solusi, dengan keunggulan utama meliputi:
Pertama adalah interoperabilitas lintas rantai