Sebuah mata uang mengalami depresiasi tajam sebesar 19% dalam beberapa hari saja, memicu reformasi ekonomi besar-besaran. Pemerintah bergerak agresif—menghapus lisensi impor sepenuhnya, memotong tarif secara drastis (batas atas turun dari 355% menjadi 85%), dan membuka kembali perbatasan untuk perusahaan multinasional. Di sisi fiskal, tarif pajak turun secara signifikan. Sektor perbankan juga mengalami perubahan fundamental: alih-alih dipaksa untuk mengumpulkan obligasi pemerintah, lembaga keuangan mendapatkan kembali kebebasan untuk memberi kredit. Perubahan struktural ini merombak baik kebijakan maupun dinamika pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
17 Suka
Hadiah
17
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
WhaleMistaker
· 2025-12-14 21:41
Ha, begitulah penampilan ketika dipaksa ke sudut dan akhirnya mau memberi wewenang
Lihat AsliBalas0
BearMarketMonk
· 2025-12-13 18:55
Devaluasi sebesar 19% terjadi dalam beberapa hari, lalu reformasi demi reformasi... Inilah saat pasar mengajarkan orang berbicara dengan cara yang paling jujur. Tarif dari 355% dipangkas menjadi 85%, terdengar menyenangkan, tapi sejarah akan berulang, bias bertahan hidup di sini sedang tidur nyenyak.
Lihat AsliBalas0
MrDecoder
· 2025-12-13 18:49
19% Depresiasi ini, langsung menekan tombol besar reformasi... Dari tarif 355% dipangkas menjadi 85%, betapa putus asanya hingga bisa melakukan langkah seperti ini lol
Lihat AsliBalas0
ContractTearjerker
· 2025-12-13 18:39
Apakah penurunan 19% dalam beberapa hari saja sudah berbalik? Tindakan ini benar-benar taruhan mati-matian
Lihat AsliBalas0
SudoRm-RfWallet/
· 2025-12-13 18:29
Reformasi ini cukup keras, langsung potong 19% dan mulai mengeluarkan pisau... Tarif 355% dipangkas menjadi 85%? Rasanya mereka sudah terdesak di sudut ya
Sebuah mata uang mengalami depresiasi tajam sebesar 19% dalam beberapa hari saja, memicu reformasi ekonomi besar-besaran. Pemerintah bergerak agresif—menghapus lisensi impor sepenuhnya, memotong tarif secara drastis (batas atas turun dari 355% menjadi 85%), dan membuka kembali perbatasan untuk perusahaan multinasional. Di sisi fiskal, tarif pajak turun secara signifikan. Sektor perbankan juga mengalami perubahan fundamental: alih-alih dipaksa untuk mengumpulkan obligasi pemerintah, lembaga keuangan mendapatkan kembali kebebasan untuk memberi kredit. Perubahan struktural ini merombak baik kebijakan maupun dinamika pasar.