Pemerintah Amerika Serikat kembali mengalami penutupan parsial pada Sabtu dini hari, meskipun Senat sebelumnya dengan suara mayoritas besar menyetujui anggaran sementara yang mencakup dana darurat, namun karena DPR belum melakukan pemungutan suara, beberapa lembaga federal masih mengalami gangguan pendanaan. Penutupan yang mungkin hanya berlangsung beberapa hari ini, setelah rekor penutupan selama 43 hari tahun lalu, kembali menimbulkan tekanan pada politik Amerika Serikat untuk menyelesaikan kebuntuan negosiasi anggaran.\n\nSenat Cepat Setujui Lima RUU Dana dan Langkah Darurat\n\nPada Jumat malam, Senat menyetujui sebuah rencana anggaran komprehensif dengan 71 suara berbanding 29, yang mencakup lima RUU dana pemerintah dan sebuah RUU dana darurat selama dua minggu, memberikan waktu lebih bagi kedua pihak di Kongres untuk bernegosiasi mengenai anggaran kontroversial Departemen Keamanan Dalam Negeri.\n\nRencana ini mengecualikan dana untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri, dan digantikan dengan dana sementara jangka pendek untuk menjaga operasionalnya. Partai Demokrat mengekspresikan ketidakpuasan keras terhadap tindakan keras penegakan imigrasi yang dilakukan departemen tersebut di Minnesota baru-baru ini, yang semakin memperburuk perbedaan politik dalam negosiasi anggaran.\n\nDPR Belum Kembali Berkegiatan, Penutupan Pemerintah Sementara Tak Terelakkan\n\nMeskipun Senat telah menyelesaikan pemungutan suara, DPR diperkirakan baru akan kembali beraktivitas pada hari Senin, sehingga sebagian dana pemerintah secara resmi berakhir pada Sabtu. Departemen yang terdampak termasuk Departemen Luar Negeri, Departemen Pertahanan, Departemen Keuangan, Departemen Keamanan Dalam Negeri, Departemen Tenaga Kerja, Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat, Departemen Transportasi, Departemen Pendidikan, serta Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan.\n\nMenurut memo yang dikeluarkan oleh Direktur Office of Management and Budget (OMB) AS, Russell Vought, pada Jumat malam, pegawai federal harus kembali bekerja sesuai jam kerja semula dan mempersiapkan penghentian operasional secara tertib.\n\nVought menegaskan bahwa administrasi Gedung Putih tetap berkomitmen bekerja sama dengan Kongres untuk menyelesaikan sengketa anggaran secepatnya dan menyelesaikan proses pengesahan anggaran penuh untuk tahun fiskal 2026. Ia menambahkan, “Kami berharap gangguan anggaran ini dapat segera berakhir.” \n\nDari prediksi pasar, mayoritas memperkirakan penutupan ini akan berlangsung selama 1~3 hari:\n\nKetua DPR menyatakan mendukung rencana tersebut dan berharap dapat disetujui pada hari Senin\n\nKetua DPR Mike Johnson (Partai Republik dari Louisiana) mengatakan dalam konferensi telepon internal pada Jumat sore bahwa ia akan mendukung versi anggaran dari Senat. Ia menyebutkan bahwa setelah mantan Presiden Trump menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut, ia juga memutuskan untuk mendukungnya.\n\nJohnson berharap DPR dapat menyetujui pada hari Senin, sehingga dapat langsung dikirim ke Trump untuk ditandatangani dan berlaku. Jika berjalan lancar, penutupan pemerintah sementara ini diharapkan dapat berakhir dalam beberapa hari.\n\nSebagian Partai Republik Menyatakan Keberatan, Proses RUU Sempat Terhambat\n\nMeskipun akhirnya Senat menyetujui anggaran, prosesnya tidak mulus. Beberapa senator Partai Republik mengungkapkan keberatan keras terhadap isi rencana tersebut, yang menyebabkan proses pengesahan sempat terhambat.\n\nDi antaranya, Senator Lindsey Graham dari South Carolina menolak mencabut penolakan terhadap RUU tersebut dan menuntut Kongres berkomitmen untuk melakukan pemungutan suara terhadap RUU “Larangan Kebijakan Perlindungan Kota” yang dia ajukan, jika tidak, penolakan akan terus berlanjut. RUU ini berusaha menjadikan kebijakan imigrasi di kota perlindungan sebagai kejahatan, yang menimbulkan banyak kontroversi.\n\nPenutupan pemerintah sementara ini menyoroti perbedaan garis keras antara kedua partai di AS yang belum terselesaikan. Meski anggaran akhirnya disetujui di DPR, yang tersisa hanyalah waktu napas singkat bagi Kongres. Tantangan utama tetap bagaimana mencapai kesepakatan terkait dana jangka panjang untuk Menteri Keamanan Dalam Negeri dan isu kontroversial lainnya dalam dua minggu ke depan.\n\nArtikel ini Berhenti Sementara! Pemerintah AS Kembali Mengalami Penutupan Parsial, DPR Tunda Pemungutan Suara RUU Hingga Hari Senin Terbaru muncul di Link News ABMedia.