XRP saat ini mendekati level support kritis di $2.20, dengan munculnya sinyal “Death Cross” secara teknikal, yang mengindikasikan potensi tren penurunan jangka menengah. Jika harga menembus di bawah $2.10, pasar berpotensi melakukan pengujian ulang di kisaran $1.80–$1.50. Namun, jika XRP mampu kembali di atas $2.35–$2.40, kemungkinan akan memicu rebound jangka pendek dengan target di sekitar $2.60. Secara keseluruhan, sentimen pasar XRP masih cenderung bearish, sehingga trader perlu memperhatikan apakah level support utama dapat dipertahankan.
Dari grafik teknikal, tren XRP menunjukkan pola bearish yang khas. Pada grafik harian, Moving Average 50 hari (SMA) mendekati dan beberapa sumber data menunjukkan telah menembus di bawah SMA 200 hari, yang dikenal sebagai “Death Cross”, sinyal teknikal klasik yang biasanya menandakan potensi kelemahan pasar yang berkelanjutan.
Selain itu, indikator momentum menunjukkan pelemahan berkelanjutan, memperkuat tekanan jual jangka pendek yang mungkin semakin memperburuk kondisi sebelum pasar menemukan support yang efektif. Saat ini, kemiringan MA 50 hari sudah berbalik ke bawah, menandakan bahwa kecuali terjadi pembalikan yang kuat, resistance utama tetap condong ke bawah.
Formasi ini secara historis sering mengindikasikan risiko koreksi harga lebih lanjut, terutama jika volume transaksi rendah dan kondisi makro ekonomi memburuk, sehingga tren penurunan bisa berlanjut.
Hingga saat ini, harga XRP berada di kisaran rendah sekitar $2, dengan penurunan harian beberapa persen dan penurunan kumulatif minggu ini yang lebih besar. Data dari platform utama menunjukkan volume transaksi meningkat, menandakan adanya rebalancing dana.
Pergerakan harga baru-baru ini terkonsentrasi di kisaran $2.15–$2.30, dengan sentimen pasar yang didominasi oleh kenaikan dominasi Bitcoin (BTC Dominance) dan keluar dana dari ETF.
Data on-chain menunjukkan:
Penurunan partisipasi on-chain ini, bersamaan dengan kondisi pasar yang lemah secara lintas aset, memperkuat tekanan bearish jangka pendek XRP.
Bagi trader yang optimis terhadap XRP, menjaga support di kisaran $2.10–$2.20 sangat penting. Jika harga mampu bertahan dan menembus di atas $2.35–$2.40, target jangka pendek bisa mengarah ke $2.60, yang dapat mengurangi tekanan bearish.
Faktor-faktor yang berpotensi memicu rebound meliputi:
Namun, jika faktor fundamental ini tidak muncul, rebound pun bisa terbatas karena kekuatan Bitcoin yang menguat dan likuiditas pasar yang terbatas.
Jika “Death Cross” dikonfirmasi lebih lanjut dan indikator momentum terus melemah, XRP berpotensi menguji kembali kisaran $1.80–$1.50. Area ini dianggap sebagai support struktural, dan jika ditembus, tren penurunan bisa semakin dalam.
Faktor risiko meliputi:
Gabungan faktor ini dapat memperburuk likuiditas pasar dan membuat rebound jangka pendek sulit bertahan.
Saat ini, XRP bergerak di kisaran $2.10–$2.40 dengan pola teknikal yang masih cenderung bearish.
Dengan volume transaksi yang belum menunjukkan peningkatan signifikan dan partisipasi on-chain yang belum pulih, tren harga XRP masih cenderung sideways dan defensif.
XRP saat ini berada di titik kritis dari segi teknikal dan sentimen. Formasi “Death Cross” meningkatkan risiko penurunan, sementara sikap whale dan dana jangka panjang akan menjadi indikator utama arah selanjutnya. Dalam jangka pendek, investor perlu memantau apakah support di $2.10 mampu dipertahankan dan apakah aktivitas on-chain dapat pulih. Hanya dengan volume dan minat beli yang meningkat secara nyata, XRP berpotensi keluar dari zona lemah dan memulai fase rebound baru.
Artikel Terkait
Pemungutan Suara Undang-Undang Kejelasan XRP Menjadi Sorotan saat XRP Bertahan di $1.34 dan Senat Kembali pada 13 April
Kegagalan Likuiditas XRP untuk Pulih Setelah Kejatuhan Besar Oktober - U.Today
NewsAlert: Trump Memberi Ultimatum kepada Iran – Bagaimana BTC, ETH, dan XRP Bereaksi