Setelah mengalami lima tahun litigasi dan mendapatkan kejelasan hukum dari Amerika Serikat, Ripple (XRP) kembali menarik perhatian institusi dan Whale. Namun, data holding terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa kepemilikan XRP sangat terkonsentrasi, di mana hanya 100 alamat yang mengendalikan sekitar 68% dari total pasokan yang beredar. Artikel ini akan menggali lebih dalam siapa pemegang terbesar XRP dan apa arti konsentrasi ini bagi pasar.
Sebagai pengembang dan pencipta token dari buku besar terdistribusi XRP, Ripple Labs mengendalikan 42% dari total pasokan (sekitar 42 miliar XRP):
4,5 juta koin digunakan sebagai aset likuid untuk operasi sehari-hari
350 juta koin terkunci di akun kustodian, dirilis 1 miliar koin setiap bulan melalui kontrak pintar
Meskipun sebagian besar XRP yang dibuka setiap bulan akan dikunci kembali (dengan proporsi lebih dari 60%), tetapi kepemilikan yang begitu besar tetap memberikan Ripple pengaruh yang tak tertandingi dalam dinamika pasar.
Pendiri bersama dan Ketua Eksekutif Ripple, Chris Larsen, adalah pemegang koin pribadi terbesar, memiliki lebih dari 2,5 miliar XRP (sekitar 7 miliar dolar AS), yang tersebar di delapan alamat:
Empat dompet pertama masing-masing memegang lebih dari 500 juta koin, dan tidak pernah mentransfer.
Dompet nomor lima melakukan penjualan besar-besaran beberapa kali pada tahun 2025, Holding turun dari 500 juta koin menjadi 280 juta koin.
Pada bulan Juli 2025, ketika harga XRP menembus 3 dolar, ia mentransfer XRP senilai 175 juta dolar ke bursa, menarik perhatian pasar.
Saat ini, kepemilikan Larsen mencakup 4,6% dari nilai pasar XRP, cukup untuk memiliki dampak nyata pada harga.
Pada bulan Juni 2025, jumlah alamat dompet yang memiliki lebih dari 1 juta XRP mencapai 2.708, mencetak rekor tertinggi dalam sejarah.
Berdasarkan harga saat itu, setiap dompet whale bernilai lebih dari 2 juta dolar.
Jumlah alamat aktif harian XRP pada buku besar melonjak menjadi 295.000 pada bulan Juni 2025, tujuh kali lipat dari rata-rata tiga bulan terakhir.
Ini menunjukkan bahwa kepercayaan institusi dan investor dengan kekayaan tinggi terhadap XRP sedang meningkat dengan cepat.
Konsentrasi XRP berada di antara yang teratas di cryptocurrency utama:
Keunggulan: Manajemen likuiditas yang fleksibel, Ripple dapat menstabilkan pasokan pasar
Kekhawatiran: Tingkat desentralisasi dipertanyakan, penjualan besar-besaran oleh para whale dapat memicu gejolak harga.
Dalam konteks peningkatan kepemilikan institusi dan aktivitas Whale, struktur kepemilikan XRP menunjukkan bahwa pergerakan harga mungkin lebih mudah dipengaruhi oleh sejumlah kecil holder.
Dari 42% kekuasaan yang dipegang oleh Ripple Labs, hingga kekaisaran pribadi Chris Larsen, serta konsentrasi holding oleh bursa dan whale, distribusi chip XRP mengungkapkan keunikan struktur pasarannya. Konsentrasi yang tinggi ini merupakan potensi mesin penggerak harga sekaligus sumber risiko volatilitas. Bagi para investor, memahami siapa yang menguasai sebagian besar XRP mungkin lebih penting daripada sekadar memperhatikan harga.
Artikel Terkait
Goldman Sachs memegang ETF XRP spot senilai lebih dari 152 juta dolar AS, tetap menjadi kepemilikan institusi terbesar