Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa (ESMA) baru-baru ini memberikan peringatan bahwa meskipun saham yang ditokenisasi dapat melacak harga saham perusahaan yang terdaftar dan menawarkan perdagangan sepanjang waktu, mereka sering kali tidak memberikan hak pemegang saham tradisional kepada pemegangnya, seperti hak suara dan distribusi dividen. Regulator khawatir bahwa perbedaan ini dapat menipu investor dan menyerukan peningkatan transparansi serta langkah-langkah perlindungan.
Direktur Eksekutif ESMA Natasha Cazenave mengatakan bahwa meskipun tokenisasi saham menarik lebih banyak investor untuk berpartisipasi, terutama karena mereka mendukung kepemilikan sebagian dan perdagangan 24/7, aset-aset ini memiliki perbedaan signifikan dengan saham tradisional dalam aspek hak.
“Banyak koin yang ter-tokenisasi tidak memberikan hak suara atau hak dividen, yang menciptakan kesenjangan antara pemahaman investor terhadap ekuitas tradisional.” Dia menekankan bahwa harus ada komunikasi yang jelas dan perlindungan sistemik untuk menghindari kebingungan investor mengenai hak dan risiko.
Federasi Bursa Dunia (WFE) menanggapi kekhawatiran ESMA, mendesak lembaga pengawas sekuritas di setiap negara untuk menerapkan regulasi yang lebih ketat terhadap saham yang ditokenisasi, guna mengurangi risiko investasi dan menjaga integritas pasar.
Meskipun komunitas kripto secara umum percaya bahwa tokenisasi memiliki potensi untuk merombak pasar keuangan, ESMA menunjukkan bahwa saat ini sebagian besar proyek tokenisasi memiliki skala yang terbatas dan likuiditas yang rendah, dan belum mencapai standar stabilitas pasar yang matang.
Menurut laporan CEX, pada Juli 2025, nilai pasar total untuk saham yang ditokenisasi (Tesla TSLA dan SPDR S&P 500 ETF SPY) mencapai 53,6 juta dolar, meningkat 220% dibandingkan bulan Juni.
Jumlah alamat di blockchain: melonjak dari sekitar 1.600 menjadi lebih dari 90.000 dalam sebulan.
Struktur volume transaksi: Volume transaksi di bursa terpusat adalah 70 kali lipat dari platform on-chain, menunjukkan bahwa permintaan jauh melebihi skala yang tercermin dalam aktivitas on-chain.
Ada CEX besar yang baru-baru ini bertemu dengan kelompok kerja cryptocurrency dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk membahas sistem perdagangan tokenisasi saham dan aset lainnya. Pertemuan diwakili oleh firma hukum WilmerHale, dengan fokus pada:
2、Persyaratan regulasi yang berlaku
Dengan pertumbuhan cepat pasar saham yang ter-tokenisasi, persaingan antara regulator dan pelaku industri akan semakin intens. Peringatan dari ESMA menyoroti pentingnya perlindungan investor dan transparansi pasar, serta mengingatkan investor untuk memahami dengan jelas perbedaan antara hak dan risiko saat mengejar produk keuangan inovatif. Ke depan, perkembangan instrumen keuangan ter-tokenisasi akan bergantung pada apakah kerangka regulasi dan pendidikan pasar dapat mengikuti secara bersamaan.