Belakangan ini kembali ada yang membahas topik tentang kekayaan bersih Jordan Belfort, tidak bisa dipungkiri bahwa kisah pria ini memang layak untuk dipelajari lebih dalam.



Ngomong-ngomong, banyak orang yang hanya mengenal film "The Wolf of Wall Street" dari penampilan luar DiCaprio yang brilian dan adegan pesta-pesta gila itu, tapi sedikit yang benar-benar memahami betapa gelapnya kisah nyata di balik film ini. Jordan Belfort pada tahun 90-an melalui perusahaan Stratton Oakmont-nya, menggunakan skema "pump-and-dump" klasik yang menipu 1513 investor, dengan total lebih dari 200 juta dolar. Ini bukan sekadar kejahatan kecil, melainkan penipuan finansial yang sistematis dan terorganisir.

Yang menarik, setelah film dirilis, dia malah menjadi selebriti. Selama di penjara, Belfort menulis buku memoar, dan hak cipta film dijual seharga 1,045 juta dolar. Pria ini kemudian memanfaatkan ketenarannya untuk menjadi pembicara motivasi dan konsultan penjualan. Setiap kali tampil, dia dibayar antara 30.000 sampai 75.000 dolar, dan dari situ saja dia bisa meraup sekitar 9 juta dolar per tahun. Ditambah lagi dari penjualan buku yang menghasilkan sekitar 18 juta dolar per tahun, kekayaan Belfort saat ini diperkirakan antara 100 juta sampai 134 juta dolar, meskipun beberapa data menunjukkan dia masih berutang hampir 100 juta dolar kepada korban.

Pada puncaknya di penjara, sekitar tahun 1998, kekayaannya dikabarkan mencapai 400 juta dolar. Saat itu, Stratton Oakmont mempekerjakan lebih dari 1000 broker dan mengelola dana klien lebih dari 1 miliar dolar. Tapi sekarang? Sebagian besar asetnya telah disita atau digunakan untuk membayar ganti rugi kepada korban. Inilah sebabnya mengapa ada yang bilang kondisi kekayaannya sekarang benar-benar dunia yang berbeda.

Yang menarik, pria ini punya sikap berbeda terhadap cryptocurrency. Pada 2018, dia mengecam keras Bitcoin di CNBC, menyebutnya sebagai skema penipuan yang sama seperti yang dia lakukan dulu. Tapi saat pasar bullish di 2021, dia mulai berinvestasi di beberapa proyek kripto, bahkan hampir meluncurkan seri NFT. Sayangnya, dompetnya diretas dan dia kehilangan sekitar 300.000 dolar. Ironisnya, mantan penipu finansial ini sekarang malah mengajarkan orang lain cara berbisnis.

Mengenai kehidupan pribadinya, mantan istrinya Nadine Caridi diperankan oleh Margot Robbie dalam film. Pernikahan mereka penuh kekerasan, perselingkuhan, dan penyalahgunaan narkoba. Caridi kemudian menjadi terapis dan bahkan menulis buku tentang cara mengenali dan melarikan diri dari hubungan beracun. Dari yang pernah didorong dari tangga hingga menjadi psikolog, kisahnya dalam beberapa hal bahkan lebih menginspirasi daripada Belfort.

Film ini sendiri juga memicu banyak kontroversi. Banyak yang berpendapat bahwa Scorsese terlalu memoles kisah Belfort, menonjolkan gaya hidup mewahnya secara berlebihan dan mengabaikan penderitaan korban. Kebanyakan korban penipuan ini adalah pekerja biasa yang tidak mampu menanggung kerugian sebesar itu. Tapi Belfort justru makin terkenal dan mendapatkan banyak uang dari film, sementara para korban hingga kini belum menerima seluruh ganti rugi. Inilah mengapa diskusi tentang kekayaan bersih Jordan Belfort sering disertai dengan pertanyaan moral.

Secara keseluruhan, kisah pria ini adalah contoh sempurna dari pelajaran buruk—menunjukkan bagaimana menipu bisa membuat orang cepat kaya, lalu karena ketenaran malah semakin menguntungkan. Hanya saja kali ini dia berprofesi sebagai "pembicara motivasi" bukan lagi "jenius finansial". Sangat ironis, bukan?
BTC2,67%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan