Seorang pemimpin bisnis berpengaruh di ruang kripto baru-baru ini memperingatkan tentang tren yang mengkhawatirkan: sementara kemajuan dalam produktivitas yang didorong oleh kecerdasan buatan menghasilkan keuntungan ekonomi yang signifikan, keuntungan tersebut terutama terkonsentrasi di tangan mereka yang memiliki infrastruktur komputasi dan modal, meninggalkan pekerja dan pemerintah. Simon Gerovich, CEO Metaplanet, secara terbuka menyampaikan di platform X tentang refleksi ini mengenai tatanan ekonomi baru yang muncul dengan proliferasi sistem AI.
Paradoks kontemporer: siapa yang menuai hasil dari produktivitas?
Gerovich menunjukkan bahwa konsentrasi manfaat ini menimbulkan dilema fiskal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan yang mengumpulkan kas dan aset dalam bentuk obligasi sedang menekan sistem perpajakan yang semakin melemah, dengan basis pajak yang terus menyusut. Menghadapi kenyataan ini, pemerintah merespons dengan satu-satunya alat yang mereka miliki: penerbitan lebih banyak uang, sebuah siklus yang semakin intensif seiring otomatisasi ekonomi. CEO memperingatkan bahwa dinamika ini bukan fenomena sementara, melainkan tren yang akan semakin berkembang seiring AI terus mendefinisikan ulang proses ekonomi.
Preferensi digital agen AI: melampaui perbankan tradisional
Salah satu pengamatan yang sangat mengungkap dari pemimpin Metaplanet berkaitan dengan perilaku agen AI. Mereka tidak memiliki rekening bank maupun loyalitas terhadap merek konvensional. Saat mesin pintar ini mengoptimalkan sistem keuangan, mereka secara alami cenderung menghindari perbankan tradisional dan jaringan pembayaran terpusat. Sebagai gantinya, mereka beralih ke aset digital untuk melakukan transaksi, dalam proses seleksi yang lebih mengutamakan efisiensi daripada ketergantungan institusional.
Bitcoin dan masa depan penyimpanan nilai
Proyeksi CEO Metaplanet ini berani tetapi logis: dalam konteks ekonomi yang semakin dikendalikan oleh agen AI, penyimpanan nilai secara alami akan beralih ke Bitcoin dan aset digital lainnya, daripada instrumen tradisional seperti dana pasar uang. Preferensi ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan konsekuensi langsung dari cara kerja mesin-mesin ini. Seiring ekonomi yang didorong oleh AI berkembang, aset digital dapat mengkonsolidasikan diri sebagai mekanisme utama cadangan nilai di era mesin, secara fundamental mengubah arsitektur keuangan global.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
CEO Metaplanet mengungkapkan bagaimana AI sedang mengubah distribusi kekayaan ekonomi
Seorang pemimpin bisnis berpengaruh di ruang kripto baru-baru ini memperingatkan tentang tren yang mengkhawatirkan: sementara kemajuan dalam produktivitas yang didorong oleh kecerdasan buatan menghasilkan keuntungan ekonomi yang signifikan, keuntungan tersebut terutama terkonsentrasi di tangan mereka yang memiliki infrastruktur komputasi dan modal, meninggalkan pekerja dan pemerintah. Simon Gerovich, CEO Metaplanet, secara terbuka menyampaikan di platform X tentang refleksi ini mengenai tatanan ekonomi baru yang muncul dengan proliferasi sistem AI.
Paradoks kontemporer: siapa yang menuai hasil dari produktivitas?
Gerovich menunjukkan bahwa konsentrasi manfaat ini menimbulkan dilema fiskal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan yang mengumpulkan kas dan aset dalam bentuk obligasi sedang menekan sistem perpajakan yang semakin melemah, dengan basis pajak yang terus menyusut. Menghadapi kenyataan ini, pemerintah merespons dengan satu-satunya alat yang mereka miliki: penerbitan lebih banyak uang, sebuah siklus yang semakin intensif seiring otomatisasi ekonomi. CEO memperingatkan bahwa dinamika ini bukan fenomena sementara, melainkan tren yang akan semakin berkembang seiring AI terus mendefinisikan ulang proses ekonomi.
Preferensi digital agen AI: melampaui perbankan tradisional
Salah satu pengamatan yang sangat mengungkap dari pemimpin Metaplanet berkaitan dengan perilaku agen AI. Mereka tidak memiliki rekening bank maupun loyalitas terhadap merek konvensional. Saat mesin pintar ini mengoptimalkan sistem keuangan, mereka secara alami cenderung menghindari perbankan tradisional dan jaringan pembayaran terpusat. Sebagai gantinya, mereka beralih ke aset digital untuk melakukan transaksi, dalam proses seleksi yang lebih mengutamakan efisiensi daripada ketergantungan institusional.
Bitcoin dan masa depan penyimpanan nilai
Proyeksi CEO Metaplanet ini berani tetapi logis: dalam konteks ekonomi yang semakin dikendalikan oleh agen AI, penyimpanan nilai secara alami akan beralih ke Bitcoin dan aset digital lainnya, daripada instrumen tradisional seperti dana pasar uang. Preferensi ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan konsekuensi langsung dari cara kerja mesin-mesin ini. Seiring ekonomi yang didorong oleh AI berkembang, aset digital dapat mengkonsolidasikan diri sebagai mekanisme utama cadangan nilai di era mesin, secara fundamental mengubah arsitektur keuangan global.