Waktu setempat hari Jumat (27 Februari), perusahaan pesawat terbang vertikal listrik (eVTOL) Archer Aviation Inc. mengumumkan di situs resmi bahwa mereka akan bekerja sama dengan Starlink untuk menyediakan layanan internet yang stabil, andal, dan berkecepatan tinggi untuk taksi udara.
Menurut perjanjian tersebut, Archer akan memasang sistem internet satelit Starlink berbasis orbit rendah Bumi (LEO) pada pesawat taksi udara listrik Midnight mereka dan melakukan pengujian. Sistem ini dirancang untuk memberikan koneksi jaringan berkecepatan tinggi dan latensi rendah bagi operasional Midnight.
Archer menyatakan bahwa ini menandai langkah resmi Starlink memasuki bidang lalu lintas udara yang sedang berkembang dan merupakan kolaborasi pertama di industri.
Selain menyediakan akses internet bagi penumpang, Archer juga berencana memanfaatkan Starlink untuk komunikasi antara pesawat, pilot, dan tim teknik darat, guna mendukung pembangunan infrastruktur taksi udara yang saling terhubung.
Archer dan Starlink juga berencana mengembangkan solusi konektivitas bersama untuk mendukung pengembangan pesawat otonom di masa depan.
Archer menyebutkan bahwa berbeda dengan stasiun dasar di darat, konstelasi satelit Starlink di orbit rendah mampu menyediakan jaringan yang stabil dan berbandwidth tinggi bahkan di lingkungan kota padat yang biasanya tidak stabil untuk jaringan seluler dan penerbangan rendah.
Dalam siaran pers disebutkan, “Fitur-fitur ini membuat Starlink sangat cocok untuk platform penerbangan generasi berikutnya, seperti taksi udara yang beroperasi di ketinggian sekitar 1500 kaki (sekitar 457 meter) di kota dan sekitarnya.”
Pendiri sekaligus CEO Archer, Adam Goldstein, mengatakan, “Koneksi jaringan sangat penting untuk penerbangan Midnight. Keunikan Starlink terletak pada kemampuannya menyediakan koneksi tersebut.”
“Kerja sama inovatif ini akan memberikan penumpang dan pilot kami koneksi jaringan yang mulus dan berkecepatan tinggi serta fasilitas penting lainnya.”
Namun, perlu dicatat bahwa Archer saat ini masih menunggu persetujuan akhir dari Federal Aviation Administration (FAA) AS sebelum dapat memulai operasi komersial penumpang secara resmi.
(Sumber: Caixin)
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Starlink pertama kali memasuki lalu lintas udara akan menyediakan internet berkecepatan tinggi di orbit rendah untuk taksi terbang
Waktu setempat hari Jumat (27 Februari), perusahaan pesawat terbang vertikal listrik (eVTOL) Archer Aviation Inc. mengumumkan di situs resmi bahwa mereka akan bekerja sama dengan Starlink untuk menyediakan layanan internet yang stabil, andal, dan berkecepatan tinggi untuk taksi udara.
Menurut perjanjian tersebut, Archer akan memasang sistem internet satelit Starlink berbasis orbit rendah Bumi (LEO) pada pesawat taksi udara listrik Midnight mereka dan melakukan pengujian. Sistem ini dirancang untuk memberikan koneksi jaringan berkecepatan tinggi dan latensi rendah bagi operasional Midnight.
Archer menyatakan bahwa ini menandai langkah resmi Starlink memasuki bidang lalu lintas udara yang sedang berkembang dan merupakan kolaborasi pertama di industri.
Selain menyediakan akses internet bagi penumpang, Archer juga berencana memanfaatkan Starlink untuk komunikasi antara pesawat, pilot, dan tim teknik darat, guna mendukung pembangunan infrastruktur taksi udara yang saling terhubung.
Archer dan Starlink juga berencana mengembangkan solusi konektivitas bersama untuk mendukung pengembangan pesawat otonom di masa depan.
Archer menyebutkan bahwa berbeda dengan stasiun dasar di darat, konstelasi satelit Starlink di orbit rendah mampu menyediakan jaringan yang stabil dan berbandwidth tinggi bahkan di lingkungan kota padat yang biasanya tidak stabil untuk jaringan seluler dan penerbangan rendah.
Dalam siaran pers disebutkan, “Fitur-fitur ini membuat Starlink sangat cocok untuk platform penerbangan generasi berikutnya, seperti taksi udara yang beroperasi di ketinggian sekitar 1500 kaki (sekitar 457 meter) di kota dan sekitarnya.”
Pendiri sekaligus CEO Archer, Adam Goldstein, mengatakan, “Koneksi jaringan sangat penting untuk penerbangan Midnight. Keunikan Starlink terletak pada kemampuannya menyediakan koneksi tersebut.”
“Kerja sama inovatif ini akan memberikan penumpang dan pilot kami koneksi jaringan yang mulus dan berkecepatan tinggi serta fasilitas penting lainnya.”
Namun, perlu dicatat bahwa Archer saat ini masih menunggu persetujuan akhir dari Federal Aviation Administration (FAA) AS sebelum dapat memulai operasi komersial penumpang secara resmi.
(Sumber: Caixin)