Apa itu Stochastic Oscillator? Definisi, Makna, dan Penggunaannya untuk Analisis Kripto

Jawaban atas pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan stokastik sangat penting dalam dunia analisis keuangan. Stochastic adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti “acak” atau “termasuk kemungkinan”. Stochastic Oscillator, di sisi lain, adalah indikator analisis teknis yang dikembangkan oleh George Lane pada tahun 1950-an. Alat ini mengukur pergerakan harga suatu aset, membantu pedagang dalam keputusan perdagangan mereka.

Apa itu Stokastik? Definisi Dasar dan Asal

Stochastic Oscillator adalah indikator teknis yang mengukur momentum di pasar keuangan dan membantu memprediksi tren harga. Pendekatan inovatif oleh George Lane ini memungkinkan kami untuk melakukan analisis harga yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Logika dasarnya sederhana namun efektif: memeriksa posisi harga penutupan aset dalam kisaran harganya selama periode tertentu.

Asumsi utamanya adalah bahwa harga biasanya ditutup di dekat wilayah atas kisaran dalam tren naik, sementara ditutup di dekat wilayah bawah dalam tren turun. Dengan menangkap tren ini, investor dapat tetap mendapat informasi tentang pembalikan pasar terlebih dahulu.

Bagaimana Cara Kerja Indikator yang Dikembangkan oleh George Lane?

Stochastic Oscillator memiliki dua garis utama yang menghasilkan nilai antara 0 dan 100. Baris pertama %Kdan disebut garis stokastik cepat. Baris kedua adalah**%D**dan ini adalah rata-rata bergerak dari garis %K. Pedagang melihat sinyal pasar dengan mempelajari perilaku kedua garis ini.

Indikator ini cukup berguna dalam mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold di pasar. Pada saat yang sama, titik-titik di persimpangan garis %K dan %D dapat ditafsirkan sebagai sinyal pembalikan tren. Mekanisme sederhana namun efektif ini secara aktif digunakan di banyak pasar, mulai dari pertukaran mata uang kripto hingga saham tradisional.

Garis %K dan %D: Komponen Utama Osilator

Stochastic Oscillator memiliki dua komponen utama, dan memahaminya adalah kunci untuk menggunakan indikator secara efektif.

%K GarisIni dianggap sebagai garis utama dan secara langsung mencerminkan momentum harga saat ini. Garis ini membuat pergerakan lebih cepat, bereaksi secara instan terhadap pergeseran pasar.Garis %D Karena ini adalah rata-rata bergerak %K, ini menawarkan tampilan yang lebih lambat dan lebih difilter. Pedagang berpengalaman memantau interaksi kedua garis ini satu sama lain, mencoba menangkap sinyal perdagangan yang andal.

Overbought vs. Zona Terjual: Definisi Sinyal

Nilai dalam Stochastic Oscillator berfluktuasi antara 0-100, yang dibagi menjadi zona tertentu. Nilai 80 ke atas menunjukkan zona overbought pertunjukan. Ini menandakan bahwa harga suatu aset telah naik secara berlebihan, dan potensi penurunan harus dihindari. Tingkat ini diperhitungkan untuk mencari peluang penjualan potensial.

Sebaliknya, Nilai 20 ke bawah adalah wilayah oversold mengacu pada. Dalam hal ini, aset telah jatuh secara berlebihan dan kemungkinan pembalikan tinggi. Pembeli yang cerdas mulai mengambil posisi di level ini. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa sinyal ini harus digunakan bersama dengan indikator teknis lainnya agar paling efektif.

Menangkap Pembalikan Tren dengan Strategi Divergensi

Divergensi adalah salah satu sinyal paling kuat dari Stochastic Oscillator dan sering digunakan oleh pedagang berpengalaman. Divergensi mengacu pada pergerakan kontradiktif yang terjadi antara harga dan indikator.

Misalnya, jika harga telah mencapai level tertinggi baru tetapi Stochastic Oscillator gagal mengikutinya, itu bisa menjadi sinyal bearish. Ketika indikator membentuk level tertinggi yang lebih rendah, ini menunjukkan bahwa kekuatan pembeli melemah. Demikian pula, jika harga membuat titik terendah baru dan osilator gagal mendukungnya, itu bisa menjadi sinyal bullish. Divergensi semacam itu memberikan peringatan sebelum pembalikan tren. Trader tingkat lanjut berhati-hati tentang posisi divergensi, karena dapat menjadi indikator yang dapat diandalkan untuk pembalikan pasar yang tiba-tiba.

Bagaimana Cara Menghitung Stochastic Oscillator? Dasar Matematika

Proses perhitungan Stochastic Oscillator melibatkan tiga langkah utama, dan memahami langkah-langkah ini membantu kita memahami logika di balik indikator.

Langkah 1: Menghitung %K

Rumus untuk %K adalah:

%K = [(Harga Penutupan − Harga Terendah) / (Harga Tertinggi – Harga Terendah)] × 100

Dalam rumus ini, harga penutupan adalah harga terakhir dalam periode tertentu. Harga terendah menunjukkan titik terendah dalam periode yang sama, sedangkan harga tertinggi menunjukkan titik tertinggi. Hasil perhitungan ini mengungkapkan posisi harga dalam kisaran sebagai persentase.

Langkah 2: Menghitung %D

%D adalah rata-rata pergerakan n-periode dari %K. Biasanya, rata-rata pergerakan 3 hari digunakan. Langkah ini membuat %K lebih halus dan mengurangi fluktuasi yang menyesatkan.

Langkah 3: Pemilihan Interval Waktu

Setelan standar adalah 14 periode (misalnya, data harga 14 hari). Namun, trader dapat menyesuaikan parameter ini berdasarkan kondisi pasar dan strategi pribadi mereka. Trader jangka pendek dapat memilih periode yang lebih rendah (7-10), sedangkan investor jangka panjang dapat memilih periode yang lebih tinggi (21-25).

Kelebihan, Kekurangan, dan Penggunaan yang Tepat

Stochastic Oscillator memiliki beberapa kekuatan yang berbeda. Ini sederhana dan mudah diterapkan, sehingga menarik bagi investor pemula. Ini sangat efektif dalam mengidentifikasi momentum dan zona overbought/oversold. Ini dapat digunakan di zona waktu yang berbeda (harian, per jam, mingguan) dan merupakan alat yang fleksibel.

Namun, kerugiannya tidak boleh diabaikan. Ini dapat menghasilkan sinyal palsu, terutama di pasar sideways (tren sideways). Mengingat volatilitas pasar mata uang kripto, mengandalkan indikator ini saja bisa berisiko. Jika tidak didukung oleh indikator lain, dapat memberikan hasil yang menyesatkan. Untuk strategi yang sukses, disarankan untuk menggunakan kombinasi dengan indikator teknis lain seperti RSI, MACD, dll.

Strategi Aplikasi Praktis

Strategi Pemotongan, mengikuti titik-titik di persimpangan garis %K dan %D. %K dapat digunakan sebagai sinyal beli saat menembus di atas%D dan sebagai sinyal jual saat menembus di bawah.

Strategi Overbought/Oversold Ini melibatkan perdagangan ketika nilai naik di bawah 20 atau di atas 80. Namun, waktu perdagangan sangat penting dalam strategi ini, karena indikator dapat tetap over-the-top.

Strategi Divergensi Ini melacak perbedaan antara harga dan osilator. Ini adalah salah satu strategi paling canggih dan andal.

Indikator ini sering digunakan di pasar yang bergejolak seperti saham, pasangan mata uang, komoditas, dan cryptocurrency. Hal terpenting yang harus diperhatikan pengguna adalah bahwa mereka memandang Stochastic Oscillator bukan sebagai alat keputusan mandiri melainkan sebagai alat pendukung dalam strategi yang lebih luas.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)