Ketika Hailey Bieber meluncurkan smoothie stroberi khas seharga $18, dan pembeli kaya berbaris untuk membayar $22.50 untuk ayam rotisserie, Anda tahu Anda menyaksikan sesuatu yang melampaui ritel tradisional. Erewhon, jaringan toko kelontong termahal di California, telah menjadi fenomena budaya yang membuat Whole Foods tampak seperti destinasi murah.
Efek Belanja Selebriti: Mengapa Erewhon Melampaui Sekadar Toko Lain
Lupakan membandingkan Erewhon dengan supermarket biasa. Cerita sebenarnya adalah bagaimana jaringan toko kelontong kelas atas ini mengubah dirinya menjadi destinasi simbol status untuk 1% pendapatan teratas, selebriti papan atas, dan influencer. Menurut laporan terbaru, toko ini mendapat julukan “toko kelontong paling kultus di L.A.,” dengan pelanggan termasuk Kendall Jenner, Kourtney Kardashian, Miley Cyrus, Leonardo DiCaprio, dan Hailey Bieber.
Kejeniusannya terletak pada merubah harga premium menjadi pilihan gaya hidup daripada kebutuhan. Penawaran edisi terbatas—seperti Hailey Bieber-inspired Strawberry Glaze Soft Serve Sundae seharga $10.50—menciptakan eksklusivitas dan mata uang sosial yang jauh melampaui kualitas produk.
Realitas Harga: Berapa Banyak yang Sebenarnya Anda Bayar?
Angka-angka menceritakan kisah yang mencolok. Di Erewhon, ayam rotisserie organik seberat 2,5 pon dihargai $22.50—hampir dua kali lipat harga Whole Foods yang sebesar $11.99. Bahkan lebih mengejutkan: satu lusin telur harganya sekitar empat kali lipat rata-rata nasional sebesar $2.52, menurut data Federal Reserve St. Louis.
Sebagai perbandingan, ayam rotisserie seberat tiga pon dari Costco yang terkenal seharga $4.99 tidak lagi terlihat terjangkau—malah terlihat seperti penipuan jalanan dibandingkan strategi harga Erewhon.
Lebih dari Sekadar Harga Premium: Cerita Sertifikasi B Corp
Apa yang membenarkan markup yang tinggi ini? Erewhon beroperasi sebagai Certified B Corp dan Retailer Organik Bersertifikat, yang berarti mengikuti standar sosial dan lingkungan yang ketat dalam rantai pasok, manfaat karyawan, dan praktik sourcing. Bagi pelanggan yang bersedia membayar lebih, sertifikasi ini menandakan komitmen nyata terhadap keberlanjutan dan praktik bisnis etis—bukan sekadar pemasaran.
Posisi ini menarik demografis tertentu: konsumen kaya yang melihat kekuatan pembelian mereka sebagai pernyataan tentang nilai-nilai mereka, bukan sekadar ukuran dompet.
Teka-Teki Keanggotaan: Membangun Komunitas, Bukan Penghematan
Di sinilah model bisnis Erewhon berbeda tajam dari pesaingnya. Sementara Costco menawarkan keanggotaan bagi pembeli yang hemat biaya dan mencari penghematan, Erewhon dengan Membership Plus ($200/tahun atau $20/bulan) memberikan diskon 25% untuk sebagian besar pembelian, pengiriman gratis di atas $150, dan manfaat gaya hidup eksklusif.
Tingkat keanggotaan café ($10/bulan atau $100/tahun) menambahkan lapisan lain: minuman spesial gratis, akses acara khusus anggota, dan peluncuran produk eksklusif. Bagi target audiens Erewhon, ini bukan alat penghematan—melainkan akses VIP ke komunitas yang semakin selektif.
Sembilan Lokasi di California Selatan: Tempat Kemewahan Bertemu Lokasi
Saat ini, Erewhon beroperasi di beberapa lingkungan paling bergengsi di Los Angeles:
Beverly Hills
Calabasas
Culver City
Grove
Palisades
Pasadena
Santa Monica
Silver Lake
Studio City
Venice
Jika daerah Anda belum memiliki Erewhon, perusahaan mengirimkan barang non-perishable ke seluruh negeri melalui UPS—jadi Anda bisa memakai tas bermerek $135 dari mana saja di negara ini.
Gambaran Besar: Ketika Inflasi Bertemu Aspirasi
Departemen Pertanian AS memproyeksikan harga bahan makanan akan naik sekitar 1,2% pada tahun 2024. Namun bagi pelanggan Erewhon, inflasi hampir tidak menjadi pertimbangan. Di dunia di mana harga premium menandakan rasa, etika, dan eksklusivitas, membayar lebih bukan beban—melainkan sebuah gaya.
Kenaikan toko ini mencerminkan tren yang lebih besar: finansialisasi konsumsi sehari-hari, di mana berbelanja menjadi seni pertunjukan dan toko kelontong menjadi pernyataan gaya hidup.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa Rantai Supermarket Ultra-Mewah Seperti Erewhon Menetapkan Harga Premium — Dan Mengapa Pelanggan Tidak Peduli
Ketika Hailey Bieber meluncurkan smoothie stroberi khas seharga $18, dan pembeli kaya berbaris untuk membayar $22.50 untuk ayam rotisserie, Anda tahu Anda menyaksikan sesuatu yang melampaui ritel tradisional. Erewhon, jaringan toko kelontong termahal di California, telah menjadi fenomena budaya yang membuat Whole Foods tampak seperti destinasi murah.
Efek Belanja Selebriti: Mengapa Erewhon Melampaui Sekadar Toko Lain
Lupakan membandingkan Erewhon dengan supermarket biasa. Cerita sebenarnya adalah bagaimana jaringan toko kelontong kelas atas ini mengubah dirinya menjadi destinasi simbol status untuk 1% pendapatan teratas, selebriti papan atas, dan influencer. Menurut laporan terbaru, toko ini mendapat julukan “toko kelontong paling kultus di L.A.,” dengan pelanggan termasuk Kendall Jenner, Kourtney Kardashian, Miley Cyrus, Leonardo DiCaprio, dan Hailey Bieber.
Kejeniusannya terletak pada merubah harga premium menjadi pilihan gaya hidup daripada kebutuhan. Penawaran edisi terbatas—seperti Hailey Bieber-inspired Strawberry Glaze Soft Serve Sundae seharga $10.50—menciptakan eksklusivitas dan mata uang sosial yang jauh melampaui kualitas produk.
Realitas Harga: Berapa Banyak yang Sebenarnya Anda Bayar?
Angka-angka menceritakan kisah yang mencolok. Di Erewhon, ayam rotisserie organik seberat 2,5 pon dihargai $22.50—hampir dua kali lipat harga Whole Foods yang sebesar $11.99. Bahkan lebih mengejutkan: satu lusin telur harganya sekitar empat kali lipat rata-rata nasional sebesar $2.52, menurut data Federal Reserve St. Louis.
Sebagai perbandingan, ayam rotisserie seberat tiga pon dari Costco yang terkenal seharga $4.99 tidak lagi terlihat terjangkau—malah terlihat seperti penipuan jalanan dibandingkan strategi harga Erewhon.
Lebih dari Sekadar Harga Premium: Cerita Sertifikasi B Corp
Apa yang membenarkan markup yang tinggi ini? Erewhon beroperasi sebagai Certified B Corp dan Retailer Organik Bersertifikat, yang berarti mengikuti standar sosial dan lingkungan yang ketat dalam rantai pasok, manfaat karyawan, dan praktik sourcing. Bagi pelanggan yang bersedia membayar lebih, sertifikasi ini menandakan komitmen nyata terhadap keberlanjutan dan praktik bisnis etis—bukan sekadar pemasaran.
Posisi ini menarik demografis tertentu: konsumen kaya yang melihat kekuatan pembelian mereka sebagai pernyataan tentang nilai-nilai mereka, bukan sekadar ukuran dompet.
Teka-Teki Keanggotaan: Membangun Komunitas, Bukan Penghematan
Di sinilah model bisnis Erewhon berbeda tajam dari pesaingnya. Sementara Costco menawarkan keanggotaan bagi pembeli yang hemat biaya dan mencari penghematan, Erewhon dengan Membership Plus ($200/tahun atau $20/bulan) memberikan diskon 25% untuk sebagian besar pembelian, pengiriman gratis di atas $150, dan manfaat gaya hidup eksklusif.
Tingkat keanggotaan café ($10/bulan atau $100/tahun) menambahkan lapisan lain: minuman spesial gratis, akses acara khusus anggota, dan peluncuran produk eksklusif. Bagi target audiens Erewhon, ini bukan alat penghematan—melainkan akses VIP ke komunitas yang semakin selektif.
Sembilan Lokasi di California Selatan: Tempat Kemewahan Bertemu Lokasi
Saat ini, Erewhon beroperasi di beberapa lingkungan paling bergengsi di Los Angeles:
Jika daerah Anda belum memiliki Erewhon, perusahaan mengirimkan barang non-perishable ke seluruh negeri melalui UPS—jadi Anda bisa memakai tas bermerek $135 dari mana saja di negara ini.
Gambaran Besar: Ketika Inflasi Bertemu Aspirasi
Departemen Pertanian AS memproyeksikan harga bahan makanan akan naik sekitar 1,2% pada tahun 2024. Namun bagi pelanggan Erewhon, inflasi hampir tidak menjadi pertimbangan. Di dunia di mana harga premium menandakan rasa, etika, dan eksklusivitas, membayar lebih bukan beban—melainkan sebuah gaya.
Kenaikan toko ini mencerminkan tren yang lebih besar: finansialisasi konsumsi sehari-hari, di mana berbelanja menjadi seni pertunjukan dan toko kelontong menjadi pernyataan gaya hidup.