#Gate广场创作者新春激励 2026 Cryptocurrency Market Outlook: Dari Kegilaan Spekulatif ke Koneksi Nilai
Tiga Tren Utama Menuju 2026
1. Stablecoin Menjadi Infrastruktur Inti: Penerbitan stablecoin global telah melampaui $300 miliar, dengan USDT dan USDC menyumbang lebih dari 80%. Volume perdagangan stablecoin telah mengungguli jaringan kartu kredit utama seperti Visa, menjadi bagian penting dari ekosistem pembayaran global. Raksasa tradisional seperti Visa, Stripe, dan PayPal mulai menggunakan stablecoin untuk penyelesaian, dan pembayaran lintas batas, penyelesaian B2B, serta skenario institusional lainnya semakin mempercepat migrasi mereka ke blockchain. 2. Pasar Prediksi Melewati Bubble Spekulatif: Kalshi telah memperoleh lisensi futures dari CFTC AS, memungkinkan mereka secara legal menawarkan perdagangan prediksi terkait data makroekonomi, dengan valuasi sebesar $11 miliar. Polymarket bergantung pada topik seperti pemilihan AS dan acara olahraga, menjadi platform di mana banyak pengguna memasang taruhan dan mengukur opini publik. Pasar prediksi beralih dari spekulasi murni menjadi "alat penetapan harga kecerdasan kolektif," yang berpotensi dirujuk oleh media, lembaga riset, dan bahkan strategi perdagangan. 3. Saham AS di On-Chain Memasuki Babak Baru: Securitize berencana meluncurkan platform perdagangan saham on-chain yang sepenuhnya sesuai regulasi pada 2026, di mana token yang dibeli di chain akan mewakili saham perusahaan nyata, lengkap dengan hak suara dan dividen. Ini menandai transisi aset keuangan tradisional menjadi bentuk tokenisasi di blockchain, menciptakan pasar sekuritisasi baru yang sesuai regulasi. Pada 2026, industri kripto mungkin tidak mengalami lonjakan harga "roket ke langit," tetapi sedang bergerak ke arah yang lebih otentik dan bermanfaat. Dari ETF kripto hingga pembayaran stablecoin, dari obligasi pemerintah on-chain hingga pasar prediksi, dari Agen on-chain hingga AI terdesentralisasi, tren-tren ini menunjukkan bahwa teknologi blockchain sedang menyatu ke dalam sistem keuangan dunia nyata, beresonansi dengan pasar saham, likuiditas makro, ekspektasi kebijakan, dan bahkan siklus AI. Bagi investor, kesabaran dan rasionalitas tetap menjadi kunci dalam pasar yang brutal ini. Keberhasilan sejati terletak pada mengintegrasikan teknologi kripto ke dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar mengejar fluktuasi harga jangka pendek.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#Gate广场创作者新春激励 2026 Cryptocurrency Market Outlook: Dari Kegilaan Spekulatif ke Koneksi Nilai
Tiga Tren Utama Menuju 2026
1. Stablecoin Menjadi Infrastruktur Inti: Penerbitan stablecoin global telah melampaui $300 miliar, dengan USDT dan USDC menyumbang lebih dari 80%. Volume perdagangan stablecoin telah mengungguli jaringan kartu kredit utama seperti Visa, menjadi bagian penting dari ekosistem pembayaran global. Raksasa tradisional seperti Visa, Stripe, dan PayPal mulai menggunakan stablecoin untuk penyelesaian, dan pembayaran lintas batas, penyelesaian B2B, serta skenario institusional lainnya semakin mempercepat migrasi mereka ke blockchain.
2. Pasar Prediksi Melewati Bubble Spekulatif: Kalshi telah memperoleh lisensi futures dari CFTC AS, memungkinkan mereka secara legal menawarkan perdagangan prediksi terkait data makroekonomi, dengan valuasi sebesar $11 miliar. Polymarket bergantung pada topik seperti pemilihan AS dan acara olahraga, menjadi platform di mana banyak pengguna memasang taruhan dan mengukur opini publik. Pasar prediksi beralih dari spekulasi murni menjadi "alat penetapan harga kecerdasan kolektif," yang berpotensi dirujuk oleh media, lembaga riset, dan bahkan strategi perdagangan.
3. Saham AS di On-Chain Memasuki Babak Baru: Securitize berencana meluncurkan platform perdagangan saham on-chain yang sepenuhnya sesuai regulasi pada 2026, di mana token yang dibeli di chain akan mewakili saham perusahaan nyata, lengkap dengan hak suara dan dividen. Ini menandai transisi aset keuangan tradisional menjadi bentuk tokenisasi di blockchain, menciptakan pasar sekuritisasi baru yang sesuai regulasi.
Pada 2026, industri kripto mungkin tidak mengalami lonjakan harga "roket ke langit," tetapi sedang bergerak ke arah yang lebih otentik dan bermanfaat. Dari ETF kripto hingga pembayaran stablecoin, dari obligasi pemerintah on-chain hingga pasar prediksi, dari Agen on-chain hingga AI terdesentralisasi, tren-tren ini menunjukkan bahwa teknologi blockchain sedang menyatu ke dalam sistem keuangan dunia nyata, beresonansi dengan pasar saham, likuiditas makro, ekspektasi kebijakan, dan bahkan siklus AI. Bagi investor, kesabaran dan rasionalitas tetap menjadi kunci dalam pasar yang brutal ini. Keberhasilan sejati terletak pada mengintegrasikan teknologi kripto ke dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar mengejar fluktuasi harga jangka pendek.