## Mengapa AUD tetap lemah selama siklus kenaikan suku bunga? Analisis Tren Nilai Tukar Masa Depan



AUD adalah mata uang dengan volume perdagangan kelima terbesar di dunia, dan pasangan mata uang AUD/USD juga merupakan salah satu instrumen paling aktif diperdagangkan di seluruh dunia. Sebagai mata uang komoditas yang khas, AUD cenderung berfluktuasi seiring dengan harga komoditas utama. Namun selama sepuluh tahun terakhir, meskipun AUD mendapatkan perhatian sebagai mata uang dengan suku bunga tinggi, kinerja aktualnya justru selalu mengecewakan para investor.

Dari puncak 1.05 pada awal 2013, selama sepuluh tahun terakhir, AUD terhadap USD mengalami depresiasi lebih dari 35%, sementara indeks dolar AS justru naik 28.35%. Sebaliknya, mata uang utama lainnya seperti euro, yen, dan dolar Kanada juga menunjukkan tren yang lemah terhadap dolar AS, mencerminkan siklus dolar yang kuat secara berkepanjangan, bukan masalah yang unik pada AUD.

## Tiga Penyebab Utama Tekanan Berkelanjutan pada AUD

**Perubahan Struktural dalam Permintaan Komoditas**

Struktur ekspor Australia sangat bergantung pada bahan mentah seperti bijih besi, batu bara, dan energi. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi China melambat, ditambah dengan dampak kebijakan tarif AS terhadap perdagangan global, yang secara langsung melemahkan daya tarik ekspor komoditas Australia. Ketika harga komoditas global tertekan, kekuatan AUD sebagai mata uang komoditas pun ikut melemah.

**Keunggulan Spread Suku Bunga yang Tidak Lagi Jelas**

Dulu, AUD dianggap sebagai mata uang dengan suku bunga tinggi karena perbedaan suku bunga antara Reserve Bank of Australia (RBA) dan Federal Reserve (Fed). Namun, setelah AS memasuki siklus kenaikan suku bunga, spread suku bunga antara Australia dan AS tidak lagi menarik seperti sebelumnya. Saat ini, suku bunga tunai RBA sekitar 3.60%, dan meskipun kemungkinan akan naik menjadi 3.85% di masa depan, sulit untuk membangun kembali keunggulan spread suku bunga relatif terhadap dolar AS.

**Pertumbuhan Ekonomi Domestik yang Kurang Kuat**

Pertumbuhan ekonomi domestik Australia lemah, dan daya tarik asetnya relatif rendah. Dalam konteks ini, meskipun AUD mengalami rebound teknikal, kepercayaan investor terbatas. Setiap kali nilai tukar mendekati level tertinggi sebelumnya, tekanan jual di pasar pun meningkat.

## Tiga Variabel Inti yang Menentukan Tren Jangka Menengah dan Panjang AUD

Untuk menilai arah masa depan AUD, investor harus fokus pada interaksi tiga faktor utama berikut:

**Faktor 1: Perubahan Kebijakan Moneter RBA**

Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh RBA langsung mempengaruhi daya tarik spread suku bunga AUD. Jika inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja tetap kuat, sikap hawkish RBA akan membantu AUD membangun kembali daya saingnya. Sebaliknya, jika ekspektasi kenaikan suku bunga memudar, dukungan untuk AUD akan melemah secara signifikan.

**Faktor 2: Ekonomi China dan Siklus Komoditas**

Sebagai pembeli utama komoditas Australia, aktivitas infrastruktur dan manufaktur China secara langsung mempengaruhi harga bahan mentah seperti bijih besi. Ketika ekonomi China pulih, permintaan ekspor Australia biasanya meningkat dengan cepat; namun jika pemulihan China tidak cukup kuat, meskipun terjadi rebound jangka pendek pada komoditas, AUD cenderung mengalami koreksi dari posisi tinggi.

**Faktor 3: Siklus Dolar AS dan Sentimen Risiko Global**

Kebijakan Federal Reserve tetap menjadi kunci utama di pasar valuta asing global. Dalam lingkungan penurunan suku bunga, dolar AS cenderung melemah, yang biasanya menguntungkan mata uang risiko seperti AUD; tetapi jika sentimen safe haven meningkat dan dana mengalir ke dolar, AUD meskipun fundamentalnya tidak memburuk, juga akan tertekan. Saat ini, harga energi global tidak optimis dan permintaan lemah, sehingga investor cenderung memilih aset safe haven daripada mata uang siklus ekonomi.

## Prediksi Tren AUD 2024 dan Prospek Selanjutnya

Pandangan pasar terhadap prospek AUD mulai beragam. Morgan Stanley memperkirakan, hingga akhir 2025, AUD terhadap USD bisa naik ke 0.72, didukung oleh sikap hawkish RBA dan kenaikan harga komoditas.

Model analisis independen memprediksi rata-rata AUD sekitar 0.6875 pada akhir 2026 (rentang 0.6738-0.7012), dan naik lebih jauh ke 0.725 pada akhir 2027, asalkan pasar tenaga kerja Australia tetap kuat dan permintaan komoditas pulih.

UBS lebih berhati-hati, berpendapat bahwa ketidakpastian dalam lingkungan perdagangan global dan perubahan kebijakan Fed dapat membatasi kenaikan AUD, dengan prediksi nilai tukar sekitar 0.68 di akhir tahun. Tim ekonomi National Australia Bank memperingatkan bahwa pemulihan AUD mungkin bersifat sementara, dan memperkirakan nilai tukar akan mencapai puncaknya di paruh pertama 2026 lalu kembali turun.

Secara keseluruhan, diperkirakan pada paruh pertama 2026 AUD akan berfluktuasi di kisaran 0.68-0.70. Fluktuasi jangka pendek terutama dipicu oleh data ekonomi China dan angka tenaga kerja AS, tetapi karena fundamental Australia tetap kuat dan sikap bank sentral cukup tegas, besar kemungkinannya AUD tidak akan mengalami penurunan besar. Namun, karena keunggulan struktural dolar AS tetap ada, AUD juga sulit untuk menguat secara signifikan. Dalam jangka panjang, ekspor sumber daya Australia dan siklus komoditas akan menjadi faktor utama yang mendukung kenaikan.

## Bagaimana Memanfaatkan Perubahan Tren AUD

Meskipun pasar valuta asing sangat fluktuatif dan prediksi nilai tukar sulit dilakukan, AUD karena likuiditas tinggi, pola volatilitas yang konsisten, dan karakteristik struktur ekonominya yang khas, membuat analisis tren jangka menengah dan panjang relatif lebih mudah.

Agar AUD mampu keluar dari tren bullish jangka menengah dan panjang yang sesungguhnya, tiga kondisi harus terpenuhi secara bersamaan: sikap hawkish RBA, peningkatan permintaan nyata dari China, dan masuknya dolar AS ke fase pelemahan struktural. Jika hanya satu atau dua dari kondisi ini terpenuhi, AUD lebih cenderung tetap dalam kisaran fluktuasi daripada tren kenaikan satu arah.

Investor dapat memanfaatkan trading margin valuta asing untuk berpartisipasi dalam tren AUD. Jenis trading ini menawarkan mekanisme dua arah, leverage untuk memperbesar keuntungan, dengan barrier rendah dan likuiditas tinggi, cocok untuk berbagai skala modal. Namun, semua investasi mengandung risiko, dan trading forex termasuk kategori investasi berisiko tinggi. Investor harus menilai kemampuan risiko mereka secara matang dan berhati-hati dalam pengambilan keputusan.

Secara umum, sebagai mata uang komoditas, karakteristik AUD tetap jelas dan sangat terkait dengan harga komoditas. Dalam jangka pendek, sikap hawkish bank sentral Australia dan kekuatan harga bahan mentah akan memberikan dukungan; tetapi dalam jangka menengah dan panjang, perlu memperhatikan ketidakpastian ekonomi global dan potensi rebound dolar AS, yang dapat membatasi kenaikan AUD dan menyebabkan tren berfluktuasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • بالعربية
  • Português (Brasil)
  • 简体中文
  • English
  • Español
  • Français (Afrique)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • Português (Portugal)
  • Русский
  • 繁體中文
  • Українська
  • Tiếng Việt