Jadi saya akhir-akhir ini berpikir tentang waktu pasar, dan jujur saja, menentukan hari terbaik untuk membeli saham adalah sesuatu yang paling banyak orang salah paham.



Izinkan saya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi selama hari perdagangan. Ketika bel berbunyi pukul 9:30 pagi EST, situasinya menjadi sangat liar. Harga saham berayun tajam karena berita semalam dan headline pra-pasar. Semua orang bereaksi terhadap apa pun yang keluar setelah penutupan kemarin atau apa yang menyentuh kabel pagi ini. Tapi yang perlu diingat — trader profesional tahu ini sebenarnya waktu utama. Mereka menyebutnya jam "uang bodoh" karena investor yang tidak berpengalaman mengejar headline, tetapi volatilitas itu? Di situlah peluang nyata tersembunyi. Jam pertama, kadang sampai pukul 11:30 pagi, cenderung menjadi saat di mana Anda melihat pergerakan harga terbesar. Jika Anda tahu cara membaca kebisingan, jendela ini bisa sangat menguntungkan.

Tengah hari pada dasarnya adalah zona mati. Antara pukul 11:30 pagi dan 2 siang, volume mengering, berita melambat, dan harga menjadi stabil. Tidak banyak yang terjadi di sini untuk trader aktif.

Lalu pasar tutup — pukul 3 sampai 4 sore EST — dan tiba-tiba ada aksi lagi. Anda mendapatkan gelombang terakhir trader yang mencoba mengunci posisi sebelum penutupan, ditambah gelombang investor ritel yang membuat langkah berdasarkan berita hari itu. Itu adalah jendela lain yang solid jika Anda mencari volatilitas dan volume.

Sekarang ada sesuatu yang sering diabaikan orang: hari terbaik untuk membeli saham sering bergantung pada apa yang terjadi selama akhir pekan. Senin benar-benar menarik karena Anda punya dua hari penuh berita, laba, peristiwa geopolitik, apa pun — semua menimbulkan tekanan. Ketika pasar dibuka Senin, permintaan yang terpendam dan perdagangan pra-pasar bisa menciptakan peluang nyata. Antara penutupan hari Jumat dan pembukaan hari Senin, banyak hal bisa berubah.

Ada juga strategi yang digunakan trader yang disebut membeli saat harga turun (buying the dip). Ketika sebuah saham mundur dari level tertinggi baru-baru ini dan penjual panik menyerangnya, trader berpengalaman melihatnya sebagai kesempatan untuk menambah posisi dengan harga yang lebih baik. Anda pada dasarnya merata-ratakan biaya dasar Anda dari waktu ke waktu. Ini berhasil selama salah satu dari jendela perdagangan yang baik itu, tetapi psikologinya yang penting — mengetahui kapan orang lain bereaksi berlebihan.

Ini pendapat saya: mengetahui hari terbaik untuk membeli saham atau jam terbaik memang penting, tetapi itu bukan segalanya. Anda membutuhkan rencana nyata. Tetapkan tujuan yang jelas untuk apa yang ingin Anda capai. Pahami implikasi pajak jika Anda aktif berdagang di akun reguler — keuntungan modal jangka pendek akan mengurangi hasil Anda. Ketahui batas kerugian Anda. Dan tolong, lakukan diversifikasi agar seluruh portofolio Anda tidak terguncang selama jam volatil.

Sungguh, jika Anda bukan trader penuh waktu, mungkin lebih baik dengan pendekatan beli dan tahan (buy-and-hold) yang sederhana. Bagian tersulit bukanlah menjual saat pasar turun — tetapi kembali masuk saat semuanya tampak buruk. Di situlah kebanyakan orang gagal. Jika perdagangan aktif bukan gaya Anda, bicarakan dengan seseorang yang bisa membantu Anda menentukan apa yang benar-benar sesuai dengan situasi Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan