Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Krisis likuiditas Blue Owl memberi peringatan di pasar. Di sini, perlu berhenti sejenak dan memikirkan bahwa ini bukan hanya masalah satu perusahaan, melainkan sangat mirip dengan peristiwa yang menjadi pertanda krisis keuangan 2008.
Minggu ini, perusahaan ekuitas swasta Blue Owl Capital mengumumkan penjualan aset senilai 1,4 miliar dolar. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap permintaan pengembalian dana dari investor. Menanggapi hal ini, mantan kepala PIMCO, El-Erian, menyebutnya sebagai "Lonceng peringatan yang sama seperti keruntuhan hedge fund Bear Stearns pada 2007."
Ingat kembali kejadian saat itu. Pada Agustus 2007, hedge fund Bear Stearns mengalami kerugian besar terkait pinjaman subprime dan runtuh. Bersamaan, BNP Paribas mengumumkan pembekuan penarikan dana. Pada saat itu, tampaknya hanyalah kejadian terisolasi, tetapi kemudian seluruh pasar kredit berhenti berfungsi, berkembang menjadi krisis keuangan global.
Saat ini, harga saham Blue Owl turun 14% minggu ini, dan sejak awal tahun turun lebih dari 50%. Perusahaan ekuitas swasta besar seperti Blackstone, Apollo, dan Ares juga mengalami penurunan besar. Apakah ini benar-benar "domino pertama"? Waktu yang akan menjawabnya.
Namun, secara jangka pendek, tekanan di pasar kredit dapat berdampak buruk pada seluruh aset berisiko. Bitcoin pun tidak terkecuali. Pada saat kejadian COVID-19 pada 2020, BTC mengalami penurunan sekitar 70%.
Namun, ada pelajaran dari sejarah. Ketika pemerintah dan bank sentral melakukan intervensi besar-besaran, situasi bisa berbalik. Pada 2020, triliunan dolar disuntikkan ke ekonomi, dan hasilnya, Bitcoin naik dari di bawah 4.000 dolar menjadi lebih dari 65.000 dolar dalam satu tahun.
Sebenarnya, Bitcoin sendiri lahir sebagai respons terhadap krisis keuangan. Pada 3 Januari 2009, Satoshi Nakamoto menyisipkan pesan di blok pertama Bitcoin yang berbunyi "menteri keuangan yang berada di ambang bailout kedua untuk bank," yang merupakan headline dari London Times saat itu. Artinya, Bitcoin lahir sebagai perlawanan langsung terhadap penciptaan uang tanpa batas oleh bank sentral.
Krisis 2008 menjadi pemicu penciptaan Bitcoin, dan krisis 2020 menjadi pemicu pertumbuhan Bitcoin menjadi aset bernilai satu triliun dolar. Jika Blue Owl adalah awal dari krisis baru, maka pola ini mungkin akan terulang. Namun, sebelum itu, kemungkinan akan ada fase koreksi jangka pendek.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan sekitar 74.64K dolar. Beberapa bulan terakhir, Bitcoin berulang kali mencoba menembus resistance di 76.000 dolar, tetapi belum berhasil. Tingginya tingkat pendanaan negatif pada kontrak perpetual Bitcoin di bursa besar menunjukkan bahwa pasar secara keseluruhan sedang menumpuk posisi bearish. Situasi ini, secara historis, sering menjadi pertanda kenaikan harga yang besar.
Pada akhirnya, kunci utama adalah sejauh mana krisis Blue Owl menyebar. Jika ini benar-benar berfungsi sebagai "burung kenari" dan memicu krisis besar lainnya, pemerintah dan bank sentral kemungkinan akan kembali melakukan intervensi besar. Dan, apapun bentuknya, hal ini bisa membuka jalan menuju skenario bullish untuk Bitcoin.