Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Trump Ultimatum Iran untuk Buka Selat Hormuz atau AS Hancurkan Infrastruktur Vital
Donald Trump memberikan ultimatum keras kepada Iran untuk segera mencapai kesepakatan dan membuka Selat Hormuz. Melansir unggahan di Truth Social pada Senin (30/3), Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang dalam pembicaraan intensif dengan rezim baru Iran yang lebih moderat untuk mengakhiri operasi militer di Timur Tengah. Namun, ia menegaskan jika kesepakatan tidak segera dicapai, AS akan menghancurkan seluruh infrastruktur vital di negara tersebut.
Dalam pernyataannya, Trump mengancam akan melenyapkan seluruh pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, hingga instalasi desalinasi air milik Iran. Langkah ini disebut sebagai retribusi atas tewasnya tentara Amerika dan korban lainnya selama 47 tahun masa kepemimpinan rezim Iran lama. Ancaman ini mencakup penghancuran total terhadap fasilitas yang menurut Trump sengaja belum disentuh oleh militer Amerika Serikat hingga saat ini.
Merespons hal tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima pesan melalui perantara mengenai keinginan AS untuk berdiskusi. Namun, pihak Iran secara tegas menolak tuntutan tersebut dan menilainya sebagai permintaan yang berlebihan serta tidak logis.