@media only screen and (min-width: 0px) and (min-height: 0px) {
div[id^=“wrapper-sevio-6a57f7be-8f6e-4deb-ae2c-5477f86653a5”]{width:320px;height:100px;}
}
@media only screen and (min-width: 728px) and (min-height: 0px) {
div[id^=“wrapper-sevio-6a57f7be-8f6e-4deb-ae2c-5477f86653a5”]{width:728px;height:90px;}
}
Industri kripto jarang melupakan pertarungan penentu mereka. Beberapa konflik membentuk sentimen pasar dan debat regulasi lebih dari kasus pemerintah AS terhadap Ripple. Selama bertahun-tahun, XRP beroperasi di bawah awan ketidakpastian saat regulator menantang status hukumnya dan bursa menjauh dari token tersebut.
Sekarang, dalam sebuah kejutan, seorang pejabat senior yang menyaksikan seluruh bab tersebut dilaporkan memberikan pengakuan yang tak terduga.
CryptoSensei mengungkapkan di X bahwa CEO Ripple Brad Garlinghouse berbagi pengalaman luar biasa selama briefing aset digital di Gedung Putih baru-baru ini. Garlinghouse mengatakan kepada audiens di Sydney bahwa seorang pejabat senior AS secara pribadi mendekatinya dan berkata, “Maaf… saya salah, dan kalian telah melakukan pekerjaan yang luar biasa.”
Garlinghouse menggambarkan momen itu sebagai kejutan yang tulus. Dia tidak mengungkapkan identitas pejabat tersebut, tetapi mengonfirmasi bahwa orang tersebut memegang posisi cukup senior untuk menghadiri sesi di Gedung Putih.
Dari Tindakan Penegakan Hukum ke Titik Balik Hukum
Latar belakang dari momen ini memiliki bobot yang signifikan. Pada Desember 2020, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengajukan gugatan terhadap Ripple, menuduh XRP sebagai sekuritas yang tidak terdaftar. Tindakan ini memicu banyak delisting di bursa dan menghapus miliaran dolar dari nilai pasar.
Pada Juli 2023, Hakim Distrik AS Analisa Torres memutuskan bahwa XRP sendiri tidak memenuhi syarat sebagai sekuritas saat dijual di pasar sekunder. Pengadilan membedakan antara penjualan institusional dan penjualan programatik, mempersempit argumen SEC yang lebih luas.
Setelah proses yang panjang, Ripple setuju membayar denda sipil sebesar $125 juta terkait transaksi tertentu yang dilakukan institusi. Pada tahun 2025, Ripple dan SEC menarik banding mereka secara bersama-sama, secara resmi menutup kasus ini dan mengakhiri salah satu sengketa hukum paling penting dalam dunia kripto.
Suasana Gedung Putih Menandai Perkembangan Kebijakan
Permintaan maaf yang dilaporkan terjadi di briefing aset digital di Gedung Putih, yang menambah makna simbolis. Pejabat yang menghadiri briefing seperti ini biasanya membentuk atau mempengaruhi kebijakan kripto federal. Meski Garlinghouse menolak menyebutkan nama individu tersebut, komentar pribadi ini menunjukkan bahwa pandangan di Washington mungkin telah berubah sejak awal gugatan.
Spekulasi daring pun bermunculan, dengan beberapa pengamat menyebut mantan regulator. Namun, belum ada identitas yang dikonfirmasi. Tanpa pengungkapan resmi, pernyataan ini tetap sebagai pertukaran pribadi dan bukan pengumuman kebijakan resmi.
Apa Makna Momen Ini bagi XRP
Kisah Garlinghouse mencerminkan lebih dari sekadar permintaan maaf. Kasus Ripple memaksa pengadilan, regulator, dan pembuat kebijakan untuk memperjelas bagaimana hukum sekuritas yang ada berlaku untuk aset digital. Hasilnya memperkuat kepastian hukum bagi XRP dan mempengaruhi percakapan regulasi yang lebih luas.
Pengakuan yang dilaporkan ini menunjukkan bahwa beberapa pembuat kebijakan mungkin kini mengakui ketahanan operasional Ripple dan model XRP yang berorientasi utilitas. Meski identitas di balik permintaan maaf ini belum dikonfirmasi, pesan utamanya jelas: narasi regulasi seputar XRP telah berkembang.
Setelah empat tahun konfrontasi, percakapan beralih dari tuduhan menjadi pengakuan. Bagi banyak orang di dunia kripto, pergeseran ini menandai titik balik yang berarti.
Disclaimer: Konten ini bertujuan untuk memberi informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pendapat yang disampaikan dalam artikel ini mungkin mencerminkan opini pribadi penulis dan tidak mewakili pendapat Times Tabloid. Pembaca disarankan melakukan riset mendalam sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Tindakan apa pun yang diambil oleh pembaca sepenuhnya menjadi risiko mereka sendiri. Times Tabloid tidak bertanggung jawab atas kerugian keuangan apa pun.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pria yang Menghabiskan 4 Tahun Mencoba Menghancurkan XRP Membuat Pernyataan Berbalik Arah
@media only screen and (min-width: 0px) and (min-height: 0px) { div[id^=“wrapper-sevio-6a57f7be-8f6e-4deb-ae2c-5477f86653a5”]{width:320px;height:100px;} } @media only screen and (min-width: 728px) and (min-height: 0px) { div[id^=“wrapper-sevio-6a57f7be-8f6e-4deb-ae2c-5477f86653a5”]{width:728px;height:90px;} }
Industri kripto jarang melupakan pertarungan penentu mereka. Beberapa konflik membentuk sentimen pasar dan debat regulasi lebih dari kasus pemerintah AS terhadap Ripple. Selama bertahun-tahun, XRP beroperasi di bawah awan ketidakpastian saat regulator menantang status hukumnya dan bursa menjauh dari token tersebut.
Sekarang, dalam sebuah kejutan, seorang pejabat senior yang menyaksikan seluruh bab tersebut dilaporkan memberikan pengakuan yang tak terduga.
CryptoSensei mengungkapkan di X bahwa CEO Ripple Brad Garlinghouse berbagi pengalaman luar biasa selama briefing aset digital di Gedung Putih baru-baru ini. Garlinghouse mengatakan kepada audiens di Sydney bahwa seorang pejabat senior AS secara pribadi mendekatinya dan berkata, “Maaf… saya salah, dan kalian telah melakukan pekerjaan yang luar biasa.”
Garlinghouse menggambarkan momen itu sebagai kejutan yang tulus. Dia tidak mengungkapkan identitas pejabat tersebut, tetapi mengonfirmasi bahwa orang tersebut memegang posisi cukup senior untuk menghadiri sesi di Gedung Putih.
Dari Tindakan Penegakan Hukum ke Titik Balik Hukum
Latar belakang dari momen ini memiliki bobot yang signifikan. Pada Desember 2020, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengajukan gugatan terhadap Ripple, menuduh XRP sebagai sekuritas yang tidak terdaftar. Tindakan ini memicu banyak delisting di bursa dan menghapus miliaran dolar dari nilai pasar.
Pada Juli 2023, Hakim Distrik AS Analisa Torres memutuskan bahwa XRP sendiri tidak memenuhi syarat sebagai sekuritas saat dijual di pasar sekunder. Pengadilan membedakan antara penjualan institusional dan penjualan programatik, mempersempit argumen SEC yang lebih luas.
Setelah proses yang panjang, Ripple setuju membayar denda sipil sebesar $125 juta terkait transaksi tertentu yang dilakukan institusi. Pada tahun 2025, Ripple dan SEC menarik banding mereka secara bersama-sama, secara resmi menutup kasus ini dan mengakhiri salah satu sengketa hukum paling penting dalam dunia kripto.
Suasana Gedung Putih Menandai Perkembangan Kebijakan
Permintaan maaf yang dilaporkan terjadi di briefing aset digital di Gedung Putih, yang menambah makna simbolis. Pejabat yang menghadiri briefing seperti ini biasanya membentuk atau mempengaruhi kebijakan kripto federal. Meski Garlinghouse menolak menyebutkan nama individu tersebut, komentar pribadi ini menunjukkan bahwa pandangan di Washington mungkin telah berubah sejak awal gugatan.
Spekulasi daring pun bermunculan, dengan beberapa pengamat menyebut mantan regulator. Namun, belum ada identitas yang dikonfirmasi. Tanpa pengungkapan resmi, pernyataan ini tetap sebagai pertukaran pribadi dan bukan pengumuman kebijakan resmi.
Apa Makna Momen Ini bagi XRP
Kisah Garlinghouse mencerminkan lebih dari sekadar permintaan maaf. Kasus Ripple memaksa pengadilan, regulator, dan pembuat kebijakan untuk memperjelas bagaimana hukum sekuritas yang ada berlaku untuk aset digital. Hasilnya memperkuat kepastian hukum bagi XRP dan mempengaruhi percakapan regulasi yang lebih luas.
Pengakuan yang dilaporkan ini menunjukkan bahwa beberapa pembuat kebijakan mungkin kini mengakui ketahanan operasional Ripple dan model XRP yang berorientasi utilitas. Meski identitas di balik permintaan maaf ini belum dikonfirmasi, pesan utamanya jelas: narasi regulasi seputar XRP telah berkembang.
Setelah empat tahun konfrontasi, percakapan beralih dari tuduhan menjadi pengakuan. Bagi banyak orang di dunia kripto, pergeseran ini menandai titik balik yang berarti.
Disclaimer: Konten ini bertujuan untuk memberi informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pendapat yang disampaikan dalam artikel ini mungkin mencerminkan opini pribadi penulis dan tidak mewakili pendapat Times Tabloid. Pembaca disarankan melakukan riset mendalam sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Tindakan apa pun yang diambil oleh pembaca sepenuhnya menjadi risiko mereka sendiri. Times Tabloid tidak bertanggung jawab atas kerugian keuangan apa pun.