BRICS negara-negara menarik keluar logam perak fisik dalam jumlah besar dari COMEX, menimbulkan tekanan baru di pasar logam mulia internasional. Di balik strategi pengadaan ini, terdapat kekhawatiran terhadap kekurangan pasokan dan niat untuk mengamankan aset jangka panjang. Perbedaan harga yang cepat melebar antara pasar perak Shanghai dan COMEX semakin meningkatkan perhatian para pelaku pasar.
Penurunan cepat stok COMEX dan kekurangan pasokan
Pengeluaran besar-besaran perak fisik oleh negara-negara BRICS menyebabkan tekanan stok di pasar COMEX menjadi semakin serius. Kendala likuiditas ini mencerminkan bahwa pasokan perak yang telah ketat, dan kemungkinan semakin sulit memenuhi pesanan yang mendekati tenggat pengiriman.
Pengamat pasar menunjukkan bahwa ketidakseimbangan permintaan dan penawaran saat ini akan menimbulkan tekanan struktural di seluruh pasar COMEX. Data dari NS3.AI memperkirakan tren ini akan semakin mempercepat dalam beberapa bulan mendatang.
Strategi pembelian perak diam-diam oleh JP Morgan
Bank besar JP Morgan secara perlahan meningkatkan kepemilikan peraknya dengan memprediksi pergerakan pasar. Akumulasi fisik ini tampaknya dilakukan sebelum kekurangan pasokan perak yang diproses menjadi nyata, sebagai bagian dari strategi membangun posisi. Ini bukan sekadar spekulasi pasar, melainkan langkah strategis untuk mengantisipasi kendala pasokan jangka panjang.
Prospek pasar perak dan prediksi harga hingga 2026
Prediksi terbaru dari JP Morgan menunjukkan bahwa harga perak diperkirakan akan berkisar rata-rata sekitar 81 dolar per ons sepanjang tahun 2026. Level ini jauh di atas harga tahun lalu, menunjukkan bahwa pengadaan strategis oleh negara-negara BRICS akan berfungsi sebagai tekanan kenaikan harga akibat kendala pasokan.
Bagi pelaku pasar, perkembangan negara-negara BRICS bukan sekadar berita pasar biasa, melainkan faktor penting yang akan menentukan strategi pasar perak hingga 2026.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Strategi perak negara-negara BRICS mengguncang pasar, JP Morgan prediksi $81
BRICS negara-negara menarik keluar logam perak fisik dalam jumlah besar dari COMEX, menimbulkan tekanan baru di pasar logam mulia internasional. Di balik strategi pengadaan ini, terdapat kekhawatiran terhadap kekurangan pasokan dan niat untuk mengamankan aset jangka panjang. Perbedaan harga yang cepat melebar antara pasar perak Shanghai dan COMEX semakin meningkatkan perhatian para pelaku pasar.
Penurunan cepat stok COMEX dan kekurangan pasokan
Pengeluaran besar-besaran perak fisik oleh negara-negara BRICS menyebabkan tekanan stok di pasar COMEX menjadi semakin serius. Kendala likuiditas ini mencerminkan bahwa pasokan perak yang telah ketat, dan kemungkinan semakin sulit memenuhi pesanan yang mendekati tenggat pengiriman.
Pengamat pasar menunjukkan bahwa ketidakseimbangan permintaan dan penawaran saat ini akan menimbulkan tekanan struktural di seluruh pasar COMEX. Data dari NS3.AI memperkirakan tren ini akan semakin mempercepat dalam beberapa bulan mendatang.
Strategi pembelian perak diam-diam oleh JP Morgan
Bank besar JP Morgan secara perlahan meningkatkan kepemilikan peraknya dengan memprediksi pergerakan pasar. Akumulasi fisik ini tampaknya dilakukan sebelum kekurangan pasokan perak yang diproses menjadi nyata, sebagai bagian dari strategi membangun posisi. Ini bukan sekadar spekulasi pasar, melainkan langkah strategis untuk mengantisipasi kendala pasokan jangka panjang.
Prospek pasar perak dan prediksi harga hingga 2026
Prediksi terbaru dari JP Morgan menunjukkan bahwa harga perak diperkirakan akan berkisar rata-rata sekitar 81 dolar per ons sepanjang tahun 2026. Level ini jauh di atas harga tahun lalu, menunjukkan bahwa pengadaan strategis oleh negara-negara BRICS akan berfungsi sebagai tekanan kenaikan harga akibat kendala pasokan.
Bagi pelaku pasar, perkembangan negara-negara BRICS bukan sekadar berita pasar biasa, melainkan faktor penting yang akan menentukan strategi pasar perak hingga 2026.