Jumlah anak dan remaja Swedia yang mengalami kecanduan judi semakin meningkat, sering kali terkait dengan permainan game, AzerNEWS melaporkan.
Menurut laporan terbaru dari Kantor Audit Nasional Swedia, langkah-langkah yang diambil pemerintah sejauh ini gagal membendung penyebaran masalah tersebut.
Nedim Colon, kepala audit, menekankan bahwa sistem regulasi saat ini tidak cukup. Tidak ada metode khusus untuk mencegah, mendeteksi, atau mengobati kecanduan judi di kalangan anak di bawah umur, sehingga anak muda berisiko kehilangan dukungan penting.
Digitalisasi membuat masalah ini semakin buruk. Banyak permainan video populer menampilkan paket virtual — yang disebut “loot boxes” — yang dibeli pemain tanpa mengetahui isinya. Mekanisme ini, yang sering kali terkait dengan uang nyata, mengaburkan batas antara permainan santai dan judi, sehingga anak-anak lebih sulit memahami risiko yang terlibat.
Orang tua melaporkan bahwa anak-anak mereka menghabiskan waktu berlebihan di permainan ini. Menurut laporan tersebut, pemerintah daerah menghadapi tantangan besar dalam mengatasi kecanduan judi di kalangan remaja. Sementara program pengobatan khusus ada untuk orang dewasa, alat serupa untuk anak di bawah umur hampir tidak ada, meninggalkan banyak anak muda di luar sistem perawatan.
Diperkirakan lebih dari 250.000 orang Swedia menderita kecanduan judi, dan jumlahnya terus meningkat di kalangan populasi muda. Para ahli memperingatkan bahwa tanpa intervensi dini, perilaku judi yang terbentuk selama masa remaja dapat bertahan hingga dewasa, meningkatkan risiko masalah keuangan dan kesehatan mental di kemudian hari.
Menariknya, beberapa negara, seperti Belgia dan Belanda, telah mulai mengatur loot boxes sebagai judi, membatasi akses bagi anak di bawah umur. Para pendukung di Swedia menyarankan bahwa langkah serupa dapat membantu mencegah anak-anak mengembangkan kebiasaan judi yang berbahaya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Anak-anak dan Remaja Swedia Menghadapi Masalah Judi
(MENAFN- AzerNews) ** Oleh Alimat Aliyeva**
Jumlah anak dan remaja Swedia yang mengalami kecanduan judi semakin meningkat, sering kali terkait dengan permainan game, AzerNEWS melaporkan.
Menurut laporan terbaru dari Kantor Audit Nasional Swedia, langkah-langkah yang diambil pemerintah sejauh ini gagal membendung penyebaran masalah tersebut.
Nedim Colon, kepala audit, menekankan bahwa sistem regulasi saat ini tidak cukup. Tidak ada metode khusus untuk mencegah, mendeteksi, atau mengobati kecanduan judi di kalangan anak di bawah umur, sehingga anak muda berisiko kehilangan dukungan penting.
Digitalisasi membuat masalah ini semakin buruk. Banyak permainan video populer menampilkan paket virtual — yang disebut “loot boxes” — yang dibeli pemain tanpa mengetahui isinya. Mekanisme ini, yang sering kali terkait dengan uang nyata, mengaburkan batas antara permainan santai dan judi, sehingga anak-anak lebih sulit memahami risiko yang terlibat.
Orang tua melaporkan bahwa anak-anak mereka menghabiskan waktu berlebihan di permainan ini. Menurut laporan tersebut, pemerintah daerah menghadapi tantangan besar dalam mengatasi kecanduan judi di kalangan remaja. Sementara program pengobatan khusus ada untuk orang dewasa, alat serupa untuk anak di bawah umur hampir tidak ada, meninggalkan banyak anak muda di luar sistem perawatan.
Diperkirakan lebih dari 250.000 orang Swedia menderita kecanduan judi, dan jumlahnya terus meningkat di kalangan populasi muda. Para ahli memperingatkan bahwa tanpa intervensi dini, perilaku judi yang terbentuk selama masa remaja dapat bertahan hingga dewasa, meningkatkan risiko masalah keuangan dan kesehatan mental di kemudian hari.
Menariknya, beberapa negara, seperti Belgia dan Belanda, telah mulai mengatur loot boxes sebagai judi, membatasi akses bagi anak di bawah umur. Para pendukung di Swedia menyarankan bahwa langkah serupa dapat membantu mencegah anak-anak mengembangkan kebiasaan judi yang berbahaya.