Ketika Zohran Mamdani merayakan kemenangan bersejarahnya dalam pemilihan walikota New York City, orang-orang memperhatikan lebih dari sekadar pidatonya. Mereka memperhatikan tiga cincin perak di jarinya dan sebuah sutra merah cerah di pergelangan tangannya. Setiap cincin memiliki ceritanya sendiri. Bersama-sama, mereka menunjukkan sosok di balik politik. Mereka juga menjadi bagian dari kisah kemenangan dirinya.
Kemenangan bersejarah dan walikota muda
Zohran Mamdani mencatat sejarah sebagai walikota baru New York City. Dia adalah Muslim pertama, keturunan India pertama, dan lahir di Afrika pertama yang menjabat sebagai walikota kota ini. Pada usia 34 tahun, dia akan menjadi walikota termuda dalam lebih dari lima puluh tahun. Kampanyenya memadukan politik yang tegas dengan gaya yang hangat dan santai. Dia bahkan memposting Reels yang lucu dan disukai banyak pemilih. Dia mengalahkan Andrew Cuomo, tokoh terkenal dalam politik negara bagian, dan memberikan pidato tentang harapan di Brooklyn setelah kemenangannya.
Tiga cincin dan asal-usulnya
Mamdani mengenakan dua cincin di tangan kanan dan satu di tangan kiri. Dia mengatakan bahwa dia mulai memakai cincin setelah kakeknya meninggal pada tahun 2013. Cincin pertama, di jari telunjuk kanan, milik kakek dari pihak ayahnya. Cincin itu dibeli di Suriah pada tahun 2007 dan diberkati. Mamdani mengatakan kepada pewawancara bahwa cincin itu membantunya menjaga kenangan akan kakeknya tetap dekat. Cincin kedua di tangan kanannya adalah hadiah dari istrinya, artis Rama Duwaji. Dia membelinya saat perjalanan ke Tunisia. Itu adalah hadiah pribadi dari pasangannya dan pengingat kehidupan mereka bersama. Di tangan kirinya, dia mengenakan cincin kawin sederhana. Mereka menikah di kantor catatan sipil di Lower Manhattan. Cincin kawin menandai langkah terbaru dalam hidup mereka. Dulu ada cincin keempat, yang dibuat khusus oleh istrinya. Tapi cincin itu mulai melukai jarinya. Dia berencana untuk mengubah ukurannya. Sebelum sempat melakukannya, dia kehilangan cincin itu ke saluran pembuangan. Dia berbicara tentang kehilangan itu dengan senyum dan berkata, “Kami sekarang berduka atas cincin itu,” seperti yang dikutip oleh NYT. Cerita ini menunjukkan cara bicaranya yang santai dan bagaimana dia menghadapi kehilangan kecil dengan ringan.
Sutra merah dan gaya sederhana
Selain cincin, Mamdani sering mengenakan benang sutra merah di pergelangan tangannya. Sutra ini adalah simbol kepercayaan, perlindungan, dan kontinuitas yang umum di Asia Selatan. Sutra ini mencolok selama kampanye dan malam kemenangan. Pakaian biasanya, setelan gelap dan kemeja putih bersih, tampak klasik. Tapi cincin dan sutra memberi sentuhan pribadi dan budaya pada penampilannya.
Mengapa cincin penting baginya dan orang lain
Bagi Mamdani, cincin bukan sekadar mode. Mereka adalah kenangan, cinta, dan keluarga. Dia mengatakan cincin-cincin itu menghubungkannya dengan masa lalu dan orang-orang yang dia pedulikan. Cincin warisan membuatnya tetap dekat dengan kakeknya. Cincin dari istrinya menyimpan hadiah dan perhatian dari dia. Cincin kawin menandai kehidupan keluarga barunya. Bagi pemilih dan pengamat, cincin-cincin itu menjadi cara kecil untuk memahami siapa Mamdani. Mereka menunjukkan ikatannya dengan berbagai budaya dan tempat. Ibunya adalah pembuat film Mira Nair dan ayahnya adalah akademisi Mahmood Mamdani. Campuran latar belakang ini, India, Uganda, dan Amerika, juga bagian dari cara orang melihatnya.
Gaya kampanye: Politik serius, sentuhan manusia
Mamdani mencalonkan diri dengan ide progresif dan kampanye dari akar rumput. Dia berbicara dengan jelas tentang isu-isu kota. Dia memadukan pekerjaan kebijakan yang serius dengan momen-momen sederhana dan ramah. Postingan dan Reels yang santai membuatnya terasa dekat dengan pemilih. Orang-orang mengatakan gaya dia membantu menjembatani politik serius dan kehidupan nyata. Cincin dan sutra menambahkan sentuhan manusia pada citra publiknya.
Tiga cincin Zohran Mamdani adalah benda kecil. Tapi ceritanya luas. Mereka menceritakan tentang keluarga, kehilangan, cinta, dan keberuntungan. Mereka menghubungkan tempat seperti Suriah, Tunisia, dan New York. Mereka juga mencerminkan sosok yang kini memimpin kota, seorang pemimpin yang dibentuk oleh banyak rumah dan sejarah. Saat dia memulai masa jabatannya, cincin-cincin itu kemungkinan akan tetap bersamanya, sebagai pengingat diam-diam tentang siapa dia dan siapa yang dia wakili.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana Cincin Perak Zohran Mamdani dan Sutra Merah Menjadi Bagian dari Kemenangan Bersejarah dalam Pemilihan Walikota
(MENAFN- AsiaNet News)
Ketika Zohran Mamdani merayakan kemenangan bersejarahnya dalam pemilihan walikota New York City, orang-orang memperhatikan lebih dari sekadar pidatonya. Mereka memperhatikan tiga cincin perak di jarinya dan sebuah sutra merah cerah di pergelangan tangannya. Setiap cincin memiliki ceritanya sendiri. Bersama-sama, mereka menunjukkan sosok di balik politik. Mereka juga menjadi bagian dari kisah kemenangan dirinya.
Kemenangan bersejarah dan walikota muda
Zohran Mamdani mencatat sejarah sebagai walikota baru New York City. Dia adalah Muslim pertama, keturunan India pertama, dan lahir di Afrika pertama yang menjabat sebagai walikota kota ini. Pada usia 34 tahun, dia akan menjadi walikota termuda dalam lebih dari lima puluh tahun. Kampanyenya memadukan politik yang tegas dengan gaya yang hangat dan santai. Dia bahkan memposting Reels yang lucu dan disukai banyak pemilih. Dia mengalahkan Andrew Cuomo, tokoh terkenal dalam politik negara bagian, dan memberikan pidato tentang harapan di Brooklyn setelah kemenangannya.
Tiga cincin dan asal-usulnya
Mamdani mengenakan dua cincin di tangan kanan dan satu di tangan kiri. Dia mengatakan bahwa dia mulai memakai cincin setelah kakeknya meninggal pada tahun 2013. Cincin pertama, di jari telunjuk kanan, milik kakek dari pihak ayahnya. Cincin itu dibeli di Suriah pada tahun 2007 dan diberkati. Mamdani mengatakan kepada pewawancara bahwa cincin itu membantunya menjaga kenangan akan kakeknya tetap dekat. Cincin kedua di tangan kanannya adalah hadiah dari istrinya, artis Rama Duwaji. Dia membelinya saat perjalanan ke Tunisia. Itu adalah hadiah pribadi dari pasangannya dan pengingat kehidupan mereka bersama. Di tangan kirinya, dia mengenakan cincin kawin sederhana. Mereka menikah di kantor catatan sipil di Lower Manhattan. Cincin kawin menandai langkah terbaru dalam hidup mereka. Dulu ada cincin keempat, yang dibuat khusus oleh istrinya. Tapi cincin itu mulai melukai jarinya. Dia berencana untuk mengubah ukurannya. Sebelum sempat melakukannya, dia kehilangan cincin itu ke saluran pembuangan. Dia berbicara tentang kehilangan itu dengan senyum dan berkata, “Kami sekarang berduka atas cincin itu,” seperti yang dikutip oleh NYT. Cerita ini menunjukkan cara bicaranya yang santai dan bagaimana dia menghadapi kehilangan kecil dengan ringan.
Sutra merah dan gaya sederhana
Selain cincin, Mamdani sering mengenakan benang sutra merah di pergelangan tangannya. Sutra ini adalah simbol kepercayaan, perlindungan, dan kontinuitas yang umum di Asia Selatan. Sutra ini mencolok selama kampanye dan malam kemenangan. Pakaian biasanya, setelan gelap dan kemeja putih bersih, tampak klasik. Tapi cincin dan sutra memberi sentuhan pribadi dan budaya pada penampilannya.
Mengapa cincin penting baginya dan orang lain
Bagi Mamdani, cincin bukan sekadar mode. Mereka adalah kenangan, cinta, dan keluarga. Dia mengatakan cincin-cincin itu menghubungkannya dengan masa lalu dan orang-orang yang dia pedulikan. Cincin warisan membuatnya tetap dekat dengan kakeknya. Cincin dari istrinya menyimpan hadiah dan perhatian dari dia. Cincin kawin menandai kehidupan keluarga barunya. Bagi pemilih dan pengamat, cincin-cincin itu menjadi cara kecil untuk memahami siapa Mamdani. Mereka menunjukkan ikatannya dengan berbagai budaya dan tempat. Ibunya adalah pembuat film Mira Nair dan ayahnya adalah akademisi Mahmood Mamdani. Campuran latar belakang ini, India, Uganda, dan Amerika, juga bagian dari cara orang melihatnya.
Gaya kampanye: Politik serius, sentuhan manusia
Mamdani mencalonkan diri dengan ide progresif dan kampanye dari akar rumput. Dia berbicara dengan jelas tentang isu-isu kota. Dia memadukan pekerjaan kebijakan yang serius dengan momen-momen sederhana dan ramah. Postingan dan Reels yang santai membuatnya terasa dekat dengan pemilih. Orang-orang mengatakan gaya dia membantu menjembatani politik serius dan kehidupan nyata. Cincin dan sutra menambahkan sentuhan manusia pada citra publiknya.
Tiga cincin Zohran Mamdani adalah benda kecil. Tapi ceritanya luas. Mereka menceritakan tentang keluarga, kehilangan, cinta, dan keberuntungan. Mereka menghubungkan tempat seperti Suriah, Tunisia, dan New York. Mereka juga mencerminkan sosok yang kini memimpin kota, seorang pemimpin yang dibentuk oleh banyak rumah dan sejarah. Saat dia memulai masa jabatannya, cincin-cincin itu kemungkinan akan tetap bersamanya, sebagai pengingat diam-diam tentang siapa dia dan siapa yang dia wakili.