Menuju hari perdagangan terakhir bulan Januari, harga jagung menunjukkan kelemahan pada Jumat pagi, dengan kontrak terdekat turun 2 hingga 3 sen. Sesi Kamis mengalami kenaikan futures yang modest, berkisar dari kenaikan kecil hingga 2 sen, sementara kontrak open interest turun sebanyak 5.812, terutama terkonsentrasi pada jatuh tempo Maret dan Juli. Rata-rata nasional CmdtyView untuk jagung tunai naik 1 3/4 sen menjadi $3,95 1/4, memberikan sedikit dukungan meskipun tekanan turun pada futures.
Penjualan Ekspor Menunjukkan Permintaan Global yang Terus Berlanjut
Gambaran ekspor menunjukkan cerita yang menggembirakan. Data penjualan ekspor Kamis mengungkapkan 1,649 MMT penjualan jagung selama minggu yang berakhir 22 Januari, menandakan penurunan minggu-ke-minggu tetapi tetap mempertahankan peningkatan kuat sebesar 21,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jepang muncul sebagai pembeli utama dengan 365.100 MT, diikuti oleh pembelian Meksiko sebanyak 350.800 MT dan Kolombia sebanyak 339.500 MT. Angka-angka ini menegaskan permintaan internasional yang tetap ada meskipun tekanan harga domestik.
Ekspor Etanol Rekor Mendorong Perdagangan Pertanian
Data perdagangan Census dari November menyoroti momentum luar biasa dalam ekspor pertanian. Bulan tersebut tercatat mengirimkan 7,305 MMT (287,6 juta bushel) jagung—jumlah terbesar kedua untuk November dan volume bulanan terbesar sejak April tahun sebelumnya. Lebih mencolok lagi, ekspor etanol mencapai rekor 211,33 juta galon untuk November, menandai total bulanan terbesar kedua dalam sejarah. Ekspor distilasi, sementara itu, menurun menjadi 933.557 MT dibandingkan tahun lalu, mencerminkan dinamika pasar yang berubah dalam permintaan produk sampingan.
Kontrak Futures Menunjukkan Performa Campuran
Di bidang harga, jagung Maret tutup Kamis di $4,30 3/4, naik 3/4 sen tetapi saat ini diperdagangkan turun 2 1/2 sen. Jagung tunai terdekat tetap kuat di $3,95 1/4, naik 1 3/4 sen. Kontrak Mei berakhir di $4,39, naik 1 sen tetapi kini turun 2 1/2 sen, sementara jagung Juli tutup di $4,45 3/4, naik 1 3/4 sen dan saat ini turun 2 3/4 sen. Pola ini menunjukkan konsolidasi menjelang hari perdagangan terakhir bulan Januari, dengan peserta pasar mempertimbangkan fundamental ekspor yang kuat terhadap kelemahan harga pada kontrak terdekat.
Informasi ini berlaku hingga tanggal publikasi. Untuk analisis pasar komoditas yang komprehensif dan wawasan, kunjungi platform Barchart untuk liputan berkelanjutan tentang dinamika perdagangan pertanian.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pasar Jagung Di Bawah Tekanan Menjelang Hari Perdagangan Terakhir Bulan Januari
Menuju hari perdagangan terakhir bulan Januari, harga jagung menunjukkan kelemahan pada Jumat pagi, dengan kontrak terdekat turun 2 hingga 3 sen. Sesi Kamis mengalami kenaikan futures yang modest, berkisar dari kenaikan kecil hingga 2 sen, sementara kontrak open interest turun sebanyak 5.812, terutama terkonsentrasi pada jatuh tempo Maret dan Juli. Rata-rata nasional CmdtyView untuk jagung tunai naik 1 3/4 sen menjadi $3,95 1/4, memberikan sedikit dukungan meskipun tekanan turun pada futures.
Penjualan Ekspor Menunjukkan Permintaan Global yang Terus Berlanjut
Gambaran ekspor menunjukkan cerita yang menggembirakan. Data penjualan ekspor Kamis mengungkapkan 1,649 MMT penjualan jagung selama minggu yang berakhir 22 Januari, menandakan penurunan minggu-ke-minggu tetapi tetap mempertahankan peningkatan kuat sebesar 21,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jepang muncul sebagai pembeli utama dengan 365.100 MT, diikuti oleh pembelian Meksiko sebanyak 350.800 MT dan Kolombia sebanyak 339.500 MT. Angka-angka ini menegaskan permintaan internasional yang tetap ada meskipun tekanan harga domestik.
Ekspor Etanol Rekor Mendorong Perdagangan Pertanian
Data perdagangan Census dari November menyoroti momentum luar biasa dalam ekspor pertanian. Bulan tersebut tercatat mengirimkan 7,305 MMT (287,6 juta bushel) jagung—jumlah terbesar kedua untuk November dan volume bulanan terbesar sejak April tahun sebelumnya. Lebih mencolok lagi, ekspor etanol mencapai rekor 211,33 juta galon untuk November, menandai total bulanan terbesar kedua dalam sejarah. Ekspor distilasi, sementara itu, menurun menjadi 933.557 MT dibandingkan tahun lalu, mencerminkan dinamika pasar yang berubah dalam permintaan produk sampingan.
Kontrak Futures Menunjukkan Performa Campuran
Di bidang harga, jagung Maret tutup Kamis di $4,30 3/4, naik 3/4 sen tetapi saat ini diperdagangkan turun 2 1/2 sen. Jagung tunai terdekat tetap kuat di $3,95 1/4, naik 1 3/4 sen. Kontrak Mei berakhir di $4,39, naik 1 sen tetapi kini turun 2 1/2 sen, sementara jagung Juli tutup di $4,45 3/4, naik 1 3/4 sen dan saat ini turun 2 3/4 sen. Pola ini menunjukkan konsolidasi menjelang hari perdagangan terakhir bulan Januari, dengan peserta pasar mempertimbangkan fundamental ekspor yang kuat terhadap kelemahan harga pada kontrak terdekat.
Informasi ini berlaku hingga tanggal publikasi. Untuk analisis pasar komoditas yang komprehensif dan wawasan, kunjungi platform Barchart untuk liputan berkelanjutan tentang dinamika perdagangan pertanian.