Dalam penurunan harga Bitcoin beberapa hari yang lalu, pasar opsi mengalami fluktuasi besar. Indeks volatilitas Deribit (DVOL) melonjak dengan cepat dari 37 ke level di atas 44, mencatat lonjakan terbesar sejak November 2024. Perubahan drastis ini secara jelas menunjukkan kondisi psikologis para pelaku pasar.
Pasar opsi mengalami volatilitas besar, DVOL mencapai lonjakan terbesar dalam sejarah
DVOL berfungsi sebagai indikator “VIX” di pasar aset kripto, yang, seperti VIX di pasar saham, menjadi pengukur ketakutan dan sikap menghindar risiko investor. Indeks ini mencerminkan prediksi pasar opsi terhadap pergerakan harga dalam 30 hari ke depan. Kenaikan DVOL berarti trader membayar premi yang lebih tinggi untuk risiko penurunan, dan secara umum harga opsi meningkat.
Psikologi pasar terbaca dari implisit volatilitas
Lonjakan mendadak dalam implisit volatilitas secara langsung menunjukkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Biasanya, indikator ini melonjak karena pasar memperkirakan bahwa fluktuasi harga di masa mendatang akan lebih besar. Trader dan investor mulai mengalokasikan lebih banyak dana ke opsi put dan strategi lindung nilai untuk melindungi harga bawah, yang menyebabkan siklus kenaikan implisit volatilitas.
Ketidakpastian makro sebagai latar belakang kenaikan volatilitas
Perluasan cepat volatilitas ini tidak hanya dipicu faktor teknis, tetapi juga terkait erat dengan meningkatnya ketidakpastian dalam lingkungan ekonomi makro. Risiko penutupan pemerintah AS kembali muncul, dan kekacauan terkait kepemimpinan Federal Reserve di masa depan terus berlanjut, sehingga seluruh pasar diliputi ketidakpastian. Pasar aset kripto cenderung lebih sensitif terhadap peristiwa makro dibandingkan pasar keuangan tradisional, sehingga ketidakpastian geopolitik dan ekonomi ini secara langsung mempengaruhi harga Bitcoin dan implisit volatilitas pasar.
Dari segi level historis, volatilitas implisit Bitcoin belum mencapai tingkat yang ekstrem. Namun, lonjakan indikator yang cepat ini menjadi sinyal penting tentang perubahan psikologis pelaku pasar dan menunjukkan potensi pergerakan harga di masa depan yang semakin tinggi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Implied volatility Bitcoin melonjak tajam, meningkatkan kekhawatiran risiko pasar
Dalam penurunan harga Bitcoin beberapa hari yang lalu, pasar opsi mengalami fluktuasi besar. Indeks volatilitas Deribit (DVOL) melonjak dengan cepat dari 37 ke level di atas 44, mencatat lonjakan terbesar sejak November 2024. Perubahan drastis ini secara jelas menunjukkan kondisi psikologis para pelaku pasar.
Pasar opsi mengalami volatilitas besar, DVOL mencapai lonjakan terbesar dalam sejarah
DVOL berfungsi sebagai indikator “VIX” di pasar aset kripto, yang, seperti VIX di pasar saham, menjadi pengukur ketakutan dan sikap menghindar risiko investor. Indeks ini mencerminkan prediksi pasar opsi terhadap pergerakan harga dalam 30 hari ke depan. Kenaikan DVOL berarti trader membayar premi yang lebih tinggi untuk risiko penurunan, dan secara umum harga opsi meningkat.
Psikologi pasar terbaca dari implisit volatilitas
Lonjakan mendadak dalam implisit volatilitas secara langsung menunjukkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Biasanya, indikator ini melonjak karena pasar memperkirakan bahwa fluktuasi harga di masa mendatang akan lebih besar. Trader dan investor mulai mengalokasikan lebih banyak dana ke opsi put dan strategi lindung nilai untuk melindungi harga bawah, yang menyebabkan siklus kenaikan implisit volatilitas.
Ketidakpastian makro sebagai latar belakang kenaikan volatilitas
Perluasan cepat volatilitas ini tidak hanya dipicu faktor teknis, tetapi juga terkait erat dengan meningkatnya ketidakpastian dalam lingkungan ekonomi makro. Risiko penutupan pemerintah AS kembali muncul, dan kekacauan terkait kepemimpinan Federal Reserve di masa depan terus berlanjut, sehingga seluruh pasar diliputi ketidakpastian. Pasar aset kripto cenderung lebih sensitif terhadap peristiwa makro dibandingkan pasar keuangan tradisional, sehingga ketidakpastian geopolitik dan ekonomi ini secara langsung mempengaruhi harga Bitcoin dan implisit volatilitas pasar.
Dari segi level historis, volatilitas implisit Bitcoin belum mencapai tingkat yang ekstrem. Namun, lonjakan indikator yang cepat ini menjadi sinyal penting tentang perubahan psikologis pelaku pasar dan menunjukkan potensi pergerakan harga di masa depan yang semakin tinggi.