Dalam konferensi re:Invent terbaru, Amazon Web Services meluncurkan peningkatan signifikan pada Bedrock, platform yang sepenuhnya dikelola untuk membangun aplikasi AI generatif secara skala besar. Perusahaan ini menangani beberapa masalah paling mendesak yang dihadapi pengembang saat menerapkan AI di lingkungan produksi. Menurut pimpinan AWS, fitur baru ini bertujuan untuk menghilangkan halusinasi, memungkinkan orkestrasi multi-agen yang kompleks, dan memungkinkan tim membangun model yang lebih kecil dan khusus yang memiliki kinerja setara dengan model yang lebih besar sambil mengurangi biaya dan waktu respons.
Pengumuman ini mencerminkan semakin pentingnya Bedrock dalam strategi AI perusahaan. Dalam setahun terakhir, layanan ini telah memperluas basis pelanggannya sebanyak 4,7 kali lipat, menandakan permintaan pasar yang kuat terhadap infrastruktur AI yang mudah diakses dan dikelola. Eksekutif AWS menyatakan pertumbuhan ini sebagai bukti bahwa AI generatif sedang beralih dari tahap eksperimen ke operasi yang sangat penting, menjadikan kemampuan inferensi sebagai kebutuhan dasar di hampir setiap aplikasi modern.
Tiga Fitur Bedrock yang Mengubah Permainan Sekarang dalam Mode Pratinjau
AWS memperkenalkan tiga fitur baru Bedrock yang saat ini tersedia dalam mode pratinjau. Pemeriksaan Automated Reasoning membantu menghilangkan ketidakakuratan faktual yang sering mengganggu banyak sistem AI, sebuah kemampuan penting untuk penggunaan perusahaan di mana akurasi langsung mempengaruhi hasil bisnis. Kolaborasi multi-agen memungkinkan orkestrasi beberapa agen AI yang bekerja sama dalam alur kerja yang kompleks—sebuah lompatan besar bagi tim yang menghadapi tantangan otomatisasi canggih. Model Distillation memungkinkan pengembang membuat model yang lebih kecil dan dioptimalkan untuk tugas tertentu yang memberikan hasil sebanding dengan model fondasi besar sambil mengonsumsi lebih sedikit sumber daya.
Mengatasi Hambatan Terbesar Industri dalam Produksi
Peningkatan Bedrock yang baru secara langsung menargetkan masalah yang memperlambat adopsi AI perusahaan. Dr. Swami Sivasubramanian, Wakil Presiden AI dan Data di AWS, menekankan bahwa halusinasi, kendala biaya, dan kompleksitas orkestrasi merupakan hambatan utama industri saat memindahkan AI generatif dari prototipe ke produksi. Penambahan Bedrock ini menunjukkan fokus strategis AWS dalam menghilangkan hambatan dari siklus pengembangan AI.
Portofolio Bedrock yang diperluas ini muncul saat inferensi semakin menjadi pusat arsitektur aplikasi. Dengan menggabungkan infrastruktur yang dikelola dengan kontrol akurasi yang lebih baik, optimisasi biaya, dan orkestrasi yang canggih, Bedrock menempatkan dirinya sebagai solusi komprehensif bagi perusahaan yang berkomitmen untuk mengintegrasikan AI generatif ke seluruh operasi mereka.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
AWS Bedrock Mendapat Pembaruan Utama untuk Mengatasi Tantangan AI Generatif
Dalam konferensi re:Invent terbaru, Amazon Web Services meluncurkan peningkatan signifikan pada Bedrock, platform yang sepenuhnya dikelola untuk membangun aplikasi AI generatif secara skala besar. Perusahaan ini menangani beberapa masalah paling mendesak yang dihadapi pengembang saat menerapkan AI di lingkungan produksi. Menurut pimpinan AWS, fitur baru ini bertujuan untuk menghilangkan halusinasi, memungkinkan orkestrasi multi-agen yang kompleks, dan memungkinkan tim membangun model yang lebih kecil dan khusus yang memiliki kinerja setara dengan model yang lebih besar sambil mengurangi biaya dan waktu respons.
Pengumuman ini mencerminkan semakin pentingnya Bedrock dalam strategi AI perusahaan. Dalam setahun terakhir, layanan ini telah memperluas basis pelanggannya sebanyak 4,7 kali lipat, menandakan permintaan pasar yang kuat terhadap infrastruktur AI yang mudah diakses dan dikelola. Eksekutif AWS menyatakan pertumbuhan ini sebagai bukti bahwa AI generatif sedang beralih dari tahap eksperimen ke operasi yang sangat penting, menjadikan kemampuan inferensi sebagai kebutuhan dasar di hampir setiap aplikasi modern.
Tiga Fitur Bedrock yang Mengubah Permainan Sekarang dalam Mode Pratinjau
AWS memperkenalkan tiga fitur baru Bedrock yang saat ini tersedia dalam mode pratinjau. Pemeriksaan Automated Reasoning membantu menghilangkan ketidakakuratan faktual yang sering mengganggu banyak sistem AI, sebuah kemampuan penting untuk penggunaan perusahaan di mana akurasi langsung mempengaruhi hasil bisnis. Kolaborasi multi-agen memungkinkan orkestrasi beberapa agen AI yang bekerja sama dalam alur kerja yang kompleks—sebuah lompatan besar bagi tim yang menghadapi tantangan otomatisasi canggih. Model Distillation memungkinkan pengembang membuat model yang lebih kecil dan dioptimalkan untuk tugas tertentu yang memberikan hasil sebanding dengan model fondasi besar sambil mengonsumsi lebih sedikit sumber daya.
Mengatasi Hambatan Terbesar Industri dalam Produksi
Peningkatan Bedrock yang baru secara langsung menargetkan masalah yang memperlambat adopsi AI perusahaan. Dr. Swami Sivasubramanian, Wakil Presiden AI dan Data di AWS, menekankan bahwa halusinasi, kendala biaya, dan kompleksitas orkestrasi merupakan hambatan utama industri saat memindahkan AI generatif dari prototipe ke produksi. Penambahan Bedrock ini menunjukkan fokus strategis AWS dalam menghilangkan hambatan dari siklus pengembangan AI.
Portofolio Bedrock yang diperluas ini muncul saat inferensi semakin menjadi pusat arsitektur aplikasi. Dengan menggabungkan infrastruktur yang dikelola dengan kontrol akurasi yang lebih baik, optimisasi biaya, dan orkestrasi yang canggih, Bedrock menempatkan dirinya sebagai solusi komprehensif bagi perusahaan yang berkomitmen untuk mengintegrasikan AI generatif ke seluruh operasi mereka.