Memahami Straddle vs Strangle: Strategi Opsi Mana yang Cocok dengan Gaya Perdagangan Anda?

Ketika Anda memulai trading opsi, istilah seperti strangle, straddle, dan opsi vertikal bisa terasa membingungkan. Strategi-strategi ini semuanya melibatkan pembelian atau penjualan beberapa kontrak opsi, tetapi mereka bekerja secara berbeda dan cocok untuk kondisi pasar yang berbeda. Kabar baiknya? Setelah Anda memahami perbedaan inti di antara mereka, Anda dapat memilih strategi opsi yang tepat sesuai toleransi risiko dan pandangan pasar Anda.

Perbandingan Cepat: Straddle vs Strangle Sekilas

Baik strategi straddle maupun strangle bergantung pada prediksi volatilitas, tetapi mereka mengambil pendekatan berbeda untuk memanfaatkan pergerakan harga. Long straddle berarti membeli call dan put pada harga strike dan tanggal kedaluwarsa yang sama. Ini paling cocok saat Anda mengharapkan pergerakan harga yang dramatis tetapi tidak yakin arahnya. Sebaliknya, long strangle membeli call dan put pada harga strike yang berbeda (put berada di luar uang dan call juga di luar uang). Strangle lebih murah untuk dimasuki tetapi membutuhkan pergerakan yang lebih besar agar menguntungkan.

Perbedaan utama? Straddles cocok untuk trader yang menginginkan fleksibilitas dan zona keuntungan yang lebih luas. Strangles cocok untuk trader dengan anggaran terbatas yang bersedia menunggu pergerakan besar terjadi.

Opsi Vertikal: Dasar dari Kedua Strategi

Sebelum masuk lebih dalam ke pendekatan straddle dan strangle, pahami apa itu opsi vertikal. Opsi vertikal memiliki tanggal kedaluwarsa tertentu dan dapat dilaksanakan kapan saja sebelum kedaluwarsa. Fleksibilitas ini membuat opsi vertikal populer untuk lindung nilai atau taruhan spekulatif. Misalnya, jika Anda memiliki 100 saham tetapi ingin membatasi kerugian, Anda bisa membeli opsi put vertikal yang memungkinkan Anda menjual pada harga tertentu sebelum kedaluwarsa.

Opsi vertikal adalah derivatif berdasarkan harga dari sekuritas dasar. Anda dapat menggunakannya untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga, penurunan harga, atau bahkan pasar netral—tergantung kontrak mana yang Anda beli atau jual. Fleksibilitas ini membuatnya menjadi blok bangunan yang berguna untuk strategi yang lebih kompleks seperti straddle dan strangle.

Long Straddle: Saat Anda Mengharapkan Pergerakan Besar

Long straddle terjadi saat Anda secara bersamaan membeli call dan put dengan harga strike dan tanggal kedaluwarsa yang sama. Strategi opsi ini bersinar saat Anda mengantisipasi volatilitas yang signifikan—seperti menjelang pengumuman laba atau berita besar.

Inilah mengapa trader menyukai pendekatan straddle: jika harga saham naik, call Anda menjadi menguntungkan. Jika turun tajam, put Anda menghasilkan uang. Selama harga bergerak cukup jauh ke salah satu arah sebelum kedaluwarsa, potensi keuntungan Anda besar. Anda pada dasarnya bertaruh pada volatilitas itu sendiri, bukan arah pergerakan.

Tantangannya? Anda harus membayar kedua kontrak di muka, sehingga titik impas Anda membutuhkan pergerakan harga yang berarti. Jika saham tetap relatif datar, Anda kehilangan kedua premi yang dibayar. Namun, jika Anda masuk saat volatilitas tersirat (IV) rendah dan meningkat sebelum kedaluwarsa, Anda bisa keluar dengan keuntungan bahkan tanpa pergerakan arah yang besar.

Long Strangle: Alternatif Hemat Biaya

Strangle menggunakan kerangka yang sama dengan straddle—membeli call dan put untuk mendapatkan keuntungan dari volatilitas. Perbedaannya terletak pada harga strike. Dengan strangle, Anda membeli opsi out-of-the-money: strike put di bawah harga saat ini dan strike call di atasnya.

Ini menciptakan biaya masuk yang lebih rendah dibandingkan straddle, karena opsi out-of-the-money lebih murah. Tapi, ada satu syarat: saham harus bergerak melewati kedua harga strike untuk menghasilkan keuntungan. Strangle membutuhkan pergerakan harga yang lebih besar untuk mencapai titik impas dan menjadi menguntungkan.

Kapan Anda harus memilih strangle daripada straddle? Saat Anda sadar biaya dan yakin aset dasar akan melakukan pergerakan dramatis. Strangle sangat cocok selama musim laba yang volatil ketika Anda mengharapkan pergerakan ekstrem tetapi ingin meminimalkan biaya awal.

Volatilitas Tersirat: Pengubah Permainan untuk Strategi Opsi Anda

Memahami volatilitas tersirat (IV) mengubah cara Anda memilih antara pendekatan ini. IV mengukur ekspektasi pasar terhadap pergerakan harga di masa depan dan secara langsung mempengaruhi premi opsi. Saat IV tinggi, opsi menjadi mahal—membuat strangle lebih menarik karena biayanya lebih rendah. Saat IV rendah, straddle menjadi relatif lebih murah.

Berikut kerangka praktisnya: Jika Peringkat IV tinggi (harga opsi mahal), pertimbangkan menjual volatilitas melalui spread. Jika Peringkat IV rendah, pertimbangkan membeli volatilitas melalui long straddle atau strangle. Filter sederhana ini dapat secara signifikan meningkatkan waktu masuk Anda.

Menghadapi Pengumuman Laba dengan Strategi Opsi Anda

Pengumuman laba adalah medan perang utama bagi trader volatilitas. Anda dapat menggunakan opsi vertikal, straddle, atau strangle untuk memanfaatkan pergerakan harga yang diharapkan. Banyak trader menjual put in-the-money yang mahal dan membeli put out-of-the-money yang lebih murah (spread kredit bull put) saat mereka bearish terhadap laba. Sebaliknya, Anda bisa membangun spread bullish dengan menjual call yang lebih tinggi dan membeli call yang lebih rendah.

Pertimbangan utama saat trading laba? Pahami pola volatilitas historis saham dasar dan bandingkan dengan volatilitas tersirat saat ini. Jika IV sangat tinggi sebelum laba, opsi dihargai mahal—kadang-kadang pasar sudah memperhitungkan pergerakan yang lebih besar dari yang sebenarnya akan terjadi.

Strategi Opsi Mana yang Cocok untuk Anda?

Memilih antara straddle, strangle, dan opsi vertikal pada akhirnya tergantung pada tiga faktor:

  1. Bias Anda: Arah pasar (bullish/bearish) atau netral? Jika netral dan mengharapkan volatilitas, pilih long straddle atau strangle. Jika berpihak, spread vertikal (spread call atau put) lebih cocok.

  2. Modal Anda: Dana terbatas? Strangle lebih murah daripada straddle. Jika modal lebih banyak, straddle memberi zona keuntungan yang lebih tinggi.

  3. Waktu Pasar Anda: Mengharapkan pergerakan besar? Strangle tetap efektif. Mengharapkan pergerakan berarti? Straddle lebih toleran.

Ketiga strategi—opsi vertikal, straddle, dan strangle—adalah alat yang sah dalam kotak peralatan opsi Anda. Kuncinya adalah mencocokkan mereka dengan ekspektasi pasar dan toleransi risiko Anda. Mulailah dari kecil, pantau pemenang dan kerugian Anda, dan secara bertahap bangun intuisi tentang strategi opsi mana yang sesuai dengan kepribadian trading Anda.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)