EVE Energy mengungkapkan perluasan penting dari jejak operasionalnya di sektor baterai Asia Tenggara. Perusahaan afiliasinya, HYD Investment Limited, telah meresmikan kesepakatan kemitraan dengan dua entitas utama Indonesia—PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan PT Industri Baterai Indonesia (IBC)—menandai dorongan terkoordinasi untuk membangun infrastruktur rantai pasok terintegrasi untuk baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Kerangka Kemitraan Menyatukan Pemain Kunci dalam Ekosistem Baterai
Kerangka yang baru dibentuk ini menggabungkan kemampuan dari tiga pemangku kepentingan yang berbeda. ANTAM, konglomerat pertambangan terkemuka di Indonesia, akan memasok sumber daya mineral penting melalui operasi anak perusahaannya. IBC membawa keahlian dalam manufaktur dan produksi baterai industri, sementara HYD Investment Limited menyumbang modal dan koordinasi operasional. Struktur kolaboratif ini mencerminkan strategi yang disengaja untuk mengkonsolidasikan sumber daya dan keahlian di seluruh rantai nilai baterai.
Perjanjian ini lebih dari sekadar pengaturan transaksi—ia membangun fondasi untuk rantai pasok yang komprehensif yang menghubungkan ekstraksi bahan mentah dengan pembuatan komponen baterai. Dengan menggabungkan sumber daya dan kekuatan operasional dari masing-masing pihak, kemitraan ini menciptakan skala ekonomi dan mengurangi fragmentasi rantai pasok yang secara historis menjadi tantangan dalam pengembangan sektor baterai Indonesia.
Membangun Rantai Pasok Terintegrasi untuk Produksi Baterai Kendaraan Listrik Domestik
Posisi Indonesia sebagai produsen nikel utama menempatkannya secara strategis untuk sumber bahan baterai. Kemitraan ini mengoperasionalkan keunggulan tersebut dengan menciptakan rantai pasok vertikal terintegrasi di dalam negeri. Perjanjian kerangka ini memungkinkan aliran pasokan mineral yang konsisten dari cadangan ANTAM, koordinasi manufaktur langsung melalui kemampuan produksi IBC, dan pengawasan operasional oleh HYD Investment Limited.
Inisiatif ini mengatasi kekurangan kritis dalam ekosistem baterai kendaraan listrik Indonesia—yaitu ketidakadaan infrastruktur rantai pasok yang terkoordinasi secara domestik. Alih-alih bergantung pada impor yang terfragmentasi atau pengaturan pasokan eksternal, kemitraan ini membangun model rantai pasok lokal. Bagi EVE Energy, pengaturan ini memastikan akses bahan yang andal dalam pasar baterai global yang semakin kompetitif sekaligus mendukung pengembangan industri pembuatan baterai Indonesia secara lebih luas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
EVE Energy Maju Pengembangan Rantai Pasokan Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia melalui Aliansi Strategis
EVE Energy mengungkapkan perluasan penting dari jejak operasionalnya di sektor baterai Asia Tenggara. Perusahaan afiliasinya, HYD Investment Limited, telah meresmikan kesepakatan kemitraan dengan dua entitas utama Indonesia—PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan PT Industri Baterai Indonesia (IBC)—menandai dorongan terkoordinasi untuk membangun infrastruktur rantai pasok terintegrasi untuk baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Kerangka Kemitraan Menyatukan Pemain Kunci dalam Ekosistem Baterai
Kerangka yang baru dibentuk ini menggabungkan kemampuan dari tiga pemangku kepentingan yang berbeda. ANTAM, konglomerat pertambangan terkemuka di Indonesia, akan memasok sumber daya mineral penting melalui operasi anak perusahaannya. IBC membawa keahlian dalam manufaktur dan produksi baterai industri, sementara HYD Investment Limited menyumbang modal dan koordinasi operasional. Struktur kolaboratif ini mencerminkan strategi yang disengaja untuk mengkonsolidasikan sumber daya dan keahlian di seluruh rantai nilai baterai.
Perjanjian ini lebih dari sekadar pengaturan transaksi—ia membangun fondasi untuk rantai pasok yang komprehensif yang menghubungkan ekstraksi bahan mentah dengan pembuatan komponen baterai. Dengan menggabungkan sumber daya dan kekuatan operasional dari masing-masing pihak, kemitraan ini menciptakan skala ekonomi dan mengurangi fragmentasi rantai pasok yang secara historis menjadi tantangan dalam pengembangan sektor baterai Indonesia.
Membangun Rantai Pasok Terintegrasi untuk Produksi Baterai Kendaraan Listrik Domestik
Posisi Indonesia sebagai produsen nikel utama menempatkannya secara strategis untuk sumber bahan baterai. Kemitraan ini mengoperasionalkan keunggulan tersebut dengan menciptakan rantai pasok vertikal terintegrasi di dalam negeri. Perjanjian kerangka ini memungkinkan aliran pasokan mineral yang konsisten dari cadangan ANTAM, koordinasi manufaktur langsung melalui kemampuan produksi IBC, dan pengawasan operasional oleh HYD Investment Limited.
Inisiatif ini mengatasi kekurangan kritis dalam ekosistem baterai kendaraan listrik Indonesia—yaitu ketidakadaan infrastruktur rantai pasok yang terkoordinasi secara domestik. Alih-alih bergantung pada impor yang terfragmentasi atau pengaturan pasokan eksternal, kemitraan ini membangun model rantai pasok lokal. Bagi EVE Energy, pengaturan ini memastikan akses bahan yang andal dalam pasar baterai global yang semakin kompetitif sekaligus mendukung pengembangan industri pembuatan baterai Indonesia secara lebih luas.