Tim riset JPMorgan telah mengungkapkan prospek pertumbuhan yang menarik untuk pasar saham Korea Selatan, memproyeksikan Indeks Kospi dapat naik ke 7500 poin pada akhir tahun 2026. Ramalan ambisius ini mengikuti keberhasilan indeks menembus tonggak 5.000 poin awal tahun ini, menandakan momentum baru di pasar keuangan kawasan dan kepercayaan investor terhadap jalur ekonomi negara tersebut.
Skenario Konservatif dan Optimis
Analis JPMorgan telah menetapkan pendekatan berlapis untuk proyeksi mereka tahun 2026. Untuk penilaian dasar tahun ini, mereka menetapkan perkiraan konservatif sebesar 6.000 poin, sementara skenario yang lebih optimis membayangkan indeks mencapai 7500 poin pada akhir tahun. Kerangka target ganda ini mencerminkan kepercayaan analis terhadap pemulihan sambil mengakui ketidakpastian pasar yang dapat mempengaruhi kinerja.
Kekuatan Semikonduktor Mendukung Pertumbuhan
Lonjakan yang diperkirakan pada Indeks Kospi secara substansial didasarkan pada fundamental sektor semikonduktor yang kuat. Harga chip yang meningkat telah muncul sebagai kekuatan pendorong utama bagi para pemain teknologi Korea Selatan. Samsung Electronics dan SK Hynix, pilar semikonduktor negara ini, diposisikan untuk mendapatkan keuntungan luar biasa, dengan JPMorgan memperkirakan potensi kenaikan berkisar antara 45% hingga 50% hingga 2026. Di luar raksasa ini, sektor industri non-memori secara umum diperkirakan akan memberikan pertumbuhan laba yang solid, dengan analis memproyeksikan sekitar 20% peningkatan laba per saham di kategori ini.
Reformasi Struktural sebagai Katalisator
Selain dinamika spesifik sektor, agenda kebijakan yang sedang berlangsung di Korea Selatan diperkirakan akan memberikan dukungan berkelanjutan untuk valuasi saham. Reformasi tata kelola perusahaan, disertai dengan inisiatif restrukturisasi pasar secara komprehensif dan penyesuaian kebijakan pajak yang menguntungkan, diperkirakan akan berfungsi sebagai katalisator kuat untuk ekspansi pasar. Perbaikan struktural ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan iklim investasi dan mendukung daya saing ekonomi jangka panjang.
Perpaduan kekuatan siklikal di sektor semikonduktor dan perbaikan struktural di seluruh kerangka tata kelola dan kebijakan menempatkan Indeks Kospi pada posisi untuk pertumbuhan berkelanjutan yang diperlukan guna mencapai target 7500 poin pada 2026.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Indeks Kospi Korea Selatan Menargetkan 7500 Poin karena Sektor Chip Memimpin Rally
Tim riset JPMorgan telah mengungkapkan prospek pertumbuhan yang menarik untuk pasar saham Korea Selatan, memproyeksikan Indeks Kospi dapat naik ke 7500 poin pada akhir tahun 2026. Ramalan ambisius ini mengikuti keberhasilan indeks menembus tonggak 5.000 poin awal tahun ini, menandakan momentum baru di pasar keuangan kawasan dan kepercayaan investor terhadap jalur ekonomi negara tersebut.
Skenario Konservatif dan Optimis
Analis JPMorgan telah menetapkan pendekatan berlapis untuk proyeksi mereka tahun 2026. Untuk penilaian dasar tahun ini, mereka menetapkan perkiraan konservatif sebesar 6.000 poin, sementara skenario yang lebih optimis membayangkan indeks mencapai 7500 poin pada akhir tahun. Kerangka target ganda ini mencerminkan kepercayaan analis terhadap pemulihan sambil mengakui ketidakpastian pasar yang dapat mempengaruhi kinerja.
Kekuatan Semikonduktor Mendukung Pertumbuhan
Lonjakan yang diperkirakan pada Indeks Kospi secara substansial didasarkan pada fundamental sektor semikonduktor yang kuat. Harga chip yang meningkat telah muncul sebagai kekuatan pendorong utama bagi para pemain teknologi Korea Selatan. Samsung Electronics dan SK Hynix, pilar semikonduktor negara ini, diposisikan untuk mendapatkan keuntungan luar biasa, dengan JPMorgan memperkirakan potensi kenaikan berkisar antara 45% hingga 50% hingga 2026. Di luar raksasa ini, sektor industri non-memori secara umum diperkirakan akan memberikan pertumbuhan laba yang solid, dengan analis memproyeksikan sekitar 20% peningkatan laba per saham di kategori ini.
Reformasi Struktural sebagai Katalisator
Selain dinamika spesifik sektor, agenda kebijakan yang sedang berlangsung di Korea Selatan diperkirakan akan memberikan dukungan berkelanjutan untuk valuasi saham. Reformasi tata kelola perusahaan, disertai dengan inisiatif restrukturisasi pasar secara komprehensif dan penyesuaian kebijakan pajak yang menguntungkan, diperkirakan akan berfungsi sebagai katalisator kuat untuk ekspansi pasar. Perbaikan struktural ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan iklim investasi dan mendukung daya saing ekonomi jangka panjang.
Perpaduan kekuatan siklikal di sektor semikonduktor dan perbaikan struktural di seluruh kerangka tata kelola dan kebijakan menempatkan Indeks Kospi pada posisi untuk pertumbuhan berkelanjutan yang diperlukan guna mencapai target 7500 poin pada 2026.