Para analis tidak mengharapkan perubahan dalam posisi Christine Lagarde terhadap pergerakan terakhir euro. Francesco Pesole dari bank ING menunjukkan dalam analisanya bahwa ketua European Central Bank akan tetap setia pada garis kebijakannya yang ada, terlepas dari penguatan mata uang euro saat ini.
Konsistensi Posisi Christine Lagarde terhadap Pergerakan Mata Uang
Lagarde secara konsisten mengulangi bahwa ECB tidak berusaha mencapai tingkat nilai tukar tertentu. Namun, lembaga ini memantau dengan cermat perubahan nilai euro, terutama karena pengaruh langsungnya terhadap dinamika inflasi di zona euro. Pendekatan ini didasarkan pada fakta bahwa nilai tukar mata uang memiliki pengaruh signifikan terhadap harga barang dan jasa impor, dan dengan demikian terhadap tingkat harga umum dalam perekonomian.
Penguatan Euro Baru-baru ini dan Reaksi Pasar
Awal Februari membawa penurunan nilai euro di bawah level 1,20 terhadap dolar AS. Pesole menyarankan bahwa depresiasi ini mungkin secara temporer mengurangi kekhawatiran otoritas moneter mengenai kekuatan mata uang yang terlalu tinggi. Pasar sejauh ini belum cukup memperhitungkan skenario di mana ECB secara resmi menyatakan ketidakpuasan terhadap kekuatan euro saat ini.
Potensi Implikasi terhadap Nilai Tukar Mata Uang
Jika dalam waktu dekat Lagarde dan pejabat lain di ECB menekankan kekhawatiran terkait kekuatan euro, hal ini dapat menyebabkan penurunan nilai mata uang tersebut di pasar keuangan. Skenario ini akan menjadi sinyal bagi investor bahwa lembaga tersebut akan memperketat sikapnya terhadap tingkat nilai tukar, meskipun secara resmi ECB tidak mengumumkan target nilai tukar tertentu. Analisis Pesole menunjukkan bahwa pasar harus siap menghadapi potensi pergerakan euro yang lebih lemah jika Christine Lagarde semakin menyoroti isu nilai tukar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Christine Lagarde Lebih Mungkin Tidak Akan Mengubah Pendekatan terhadap Kurs Euro — Kata Analis ING
Para analis tidak mengharapkan perubahan dalam posisi Christine Lagarde terhadap pergerakan terakhir euro. Francesco Pesole dari bank ING menunjukkan dalam analisanya bahwa ketua European Central Bank akan tetap setia pada garis kebijakannya yang ada, terlepas dari penguatan mata uang euro saat ini.
Konsistensi Posisi Christine Lagarde terhadap Pergerakan Mata Uang
Lagarde secara konsisten mengulangi bahwa ECB tidak berusaha mencapai tingkat nilai tukar tertentu. Namun, lembaga ini memantau dengan cermat perubahan nilai euro, terutama karena pengaruh langsungnya terhadap dinamika inflasi di zona euro. Pendekatan ini didasarkan pada fakta bahwa nilai tukar mata uang memiliki pengaruh signifikan terhadap harga barang dan jasa impor, dan dengan demikian terhadap tingkat harga umum dalam perekonomian.
Penguatan Euro Baru-baru ini dan Reaksi Pasar
Awal Februari membawa penurunan nilai euro di bawah level 1,20 terhadap dolar AS. Pesole menyarankan bahwa depresiasi ini mungkin secara temporer mengurangi kekhawatiran otoritas moneter mengenai kekuatan mata uang yang terlalu tinggi. Pasar sejauh ini belum cukup memperhitungkan skenario di mana ECB secara resmi menyatakan ketidakpuasan terhadap kekuatan euro saat ini.
Potensi Implikasi terhadap Nilai Tukar Mata Uang
Jika dalam waktu dekat Lagarde dan pejabat lain di ECB menekankan kekhawatiran terkait kekuatan euro, hal ini dapat menyebabkan penurunan nilai mata uang tersebut di pasar keuangan. Skenario ini akan menjadi sinyal bagi investor bahwa lembaga tersebut akan memperketat sikapnya terhadap tingkat nilai tukar, meskipun secara resmi ECB tidak mengumumkan target nilai tukar tertentu. Analisis Pesole menunjukkan bahwa pasar harus siap menghadapi potensi pergerakan euro yang lebih lemah jika Christine Lagarde semakin menyoroti isu nilai tukar.