Praktik artistik Rutherford Chang secara mendasar mempertanyakan bagaimana individualitas muncul dalam sistem yang terstandarisasi. Proyek-proyek komprehensifnya—'We Buy White Albums,' 'The Class of 2008,' dan 'CENTS'—menunjukkan konsep ini dengan mengumpulkan ribuan objek yang tampaknya identik dan mengungkapkan sejarah unik mereka. Setiap item menceritakan kisah tentang pelestarian dan transformasi pribadi melalui waktu dan sentuhan manusia.
Apa yang membuat karya Chang sangat relevan dengan pelestarian di era digital adalah eksplorasinya terhadap nilai di ruang kotak fisik dan virtual. Dengan memperluas metodologi arsipnya ke dalam inskripsi blockchain, dia menyelidiki bagaimana kita menjaga makna dalam budaya yang diproduksi massal. Pendekatannya mengubah pelestarian dari fungsi museum menjadi percakapan yang didorong komunitas di ruang budaya, menantang penonton untuk mengenali individualitas bukan sebagai perlawanan terhadap produksi massal, tetapi sebagai produk tak terelakkan dari produksi tersebut. Dalam kerangka ini, baik artefak nyata maupun pelestihan digitalnya menjadi pernyataan tentang keaslian di era reproduksi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Praktik artistik Rutherford Chang secara mendasar mempertanyakan bagaimana individualitas muncul dalam sistem yang terstandarisasi. Proyek-proyek komprehensifnya—'We Buy White Albums,' 'The Class of 2008,' dan 'CENTS'—menunjukkan konsep ini dengan mengumpulkan ribuan objek yang tampaknya identik dan mengungkapkan sejarah unik mereka. Setiap item menceritakan kisah tentang pelestarian dan transformasi pribadi melalui waktu dan sentuhan manusia.
Apa yang membuat karya Chang sangat relevan dengan pelestarian di era digital adalah eksplorasinya terhadap nilai di ruang kotak fisik dan virtual. Dengan memperluas metodologi arsipnya ke dalam inskripsi blockchain, dia menyelidiki bagaimana kita menjaga makna dalam budaya yang diproduksi massal. Pendekatannya mengubah pelestarian dari fungsi museum menjadi percakapan yang didorong komunitas di ruang budaya, menantang penonton untuk mengenali individualitas bukan sebagai perlawanan terhadap produksi massal, tetapi sebagai produk tak terelakkan dari produksi tersebut. Dalam kerangka ini, baik artefak nyata maupun pelestihan digitalnya menjadi pernyataan tentang keaslian di era reproduksi.