Goldman Sachs mempertahankan pandangannya tentang apresiasi pasar emas, memproyeksikan potensi kenaikan yang signifikan terhadap perkiraan sebesar $5.400 per ons hingga Desember 2026. Seperti yang dilaporkan oleh Jin10, lembaga tersebut mengidentifikasi bahwa fluktuasi harga yang diamati pada awal 2026 didorong terutama oleh aliran modal dari Barat, menolak hipotesis bahwa aktivitas spekulatif memainkan peran dominan dalam pergerakan ini.
Perkiraan Harga Emas: Dinamika Aliran Internasional
Analisis Goldman Sachs memberikan wawasan penting tentang apa yang benar-benar menggerakkan pasar emas. Alih-alih skenario spekulasi liar secara tradisional, terlihat adanya realokasi strategis modal antar wilayah, terutama yang berasal dari pasar Barat. Dinamika ini menunjukkan bahwa investor institusional mengarahkan sumber daya ke aset sebagai perlindungan terhadap ketidakpastian makroekonomi, mencerminkan kepercayaan yang didasarkan pada narasi apresiasi yang diproyeksikan bank untuk periode mendatang.
Perak dan Tekanan Likuiditas: Volatilitas Ekstrem di London
Di pasar perak, situasinya lebih kompleks. Penyesuaian harga menunjukkan pergerakan yang lebih tajam karena kondisi likuiditas yang ketat di pasar London, yang secara signifikan memperbesar pergerakan dua arah. Selain faktor teknis terkait struktur opsi (serupa dengan yang diamati pada emas), tekanan likuiditas saat ini di London menambah lapisan volatilitas ekstrem yang signifikan terhadap harga. Kombinasi faktor ini menunjukkan bagaimana berbagai aset berharga merespons secara berbeda terhadap kondisi pasar yang sama, dengan perak yang lebih sensitif terhadap pembatasan likuiditas regional.
Perkiraan Goldman Sachs tetap optimis untuk emas, tetapi dinamika pasar yang paralel mengingatkan akan kompleksitas yang melampaui sekadar proyeksi harga, menuntut pemantauan terus-menerus terhadap aliran modal dan kondisi likuiditas global.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Goldman Sachs Sedang Meramalkan Kenaikan Signifikan untuk Emas hingga Desember 2026
Goldman Sachs mempertahankan pandangannya tentang apresiasi pasar emas, memproyeksikan potensi kenaikan yang signifikan terhadap perkiraan sebesar $5.400 per ons hingga Desember 2026. Seperti yang dilaporkan oleh Jin10, lembaga tersebut mengidentifikasi bahwa fluktuasi harga yang diamati pada awal 2026 didorong terutama oleh aliran modal dari Barat, menolak hipotesis bahwa aktivitas spekulatif memainkan peran dominan dalam pergerakan ini.
Perkiraan Harga Emas: Dinamika Aliran Internasional
Analisis Goldman Sachs memberikan wawasan penting tentang apa yang benar-benar menggerakkan pasar emas. Alih-alih skenario spekulasi liar secara tradisional, terlihat adanya realokasi strategis modal antar wilayah, terutama yang berasal dari pasar Barat. Dinamika ini menunjukkan bahwa investor institusional mengarahkan sumber daya ke aset sebagai perlindungan terhadap ketidakpastian makroekonomi, mencerminkan kepercayaan yang didasarkan pada narasi apresiasi yang diproyeksikan bank untuk periode mendatang.
Perak dan Tekanan Likuiditas: Volatilitas Ekstrem di London
Di pasar perak, situasinya lebih kompleks. Penyesuaian harga menunjukkan pergerakan yang lebih tajam karena kondisi likuiditas yang ketat di pasar London, yang secara signifikan memperbesar pergerakan dua arah. Selain faktor teknis terkait struktur opsi (serupa dengan yang diamati pada emas), tekanan likuiditas saat ini di London menambah lapisan volatilitas ekstrem yang signifikan terhadap harga. Kombinasi faktor ini menunjukkan bagaimana berbagai aset berharga merespons secara berbeda terhadap kondisi pasar yang sama, dengan perak yang lebih sensitif terhadap pembatasan likuiditas regional.
Perkiraan Goldman Sachs tetap optimis untuk emas, tetapi dinamika pasar yang paralel mengingatkan akan kompleksitas yang melampaui sekadar proyeksi harga, menuntut pemantauan terus-menerus terhadap aliran modal dan kondisi likuiditas global.