Kasus Wang Zhe: Keadilan Menang dalam Persidangan Pembunuhan di Inggris Meski Penipuan yang Rumit

Kematian Wang Zhe, seorang mahasiswa pascasarjana asal Tiongkok berusia 31 tahun di Goldsmiths, University of London, tidak hanya merupakan tragedi pribadi tetapi juga pengingat keras tentang bagaimana ilmu forensik modern dan bukti digital dapat membongkar narasi palsu yang dibuat dengan hati-hati. Pada musim semi 2024, sebuah juri Inggris membutuhkan waktu sedikit lebih dari 16 jam untuk mencapai putusan bersalah secara bulat terhadap mahasiswa Amerika Joshua Michaels atas pembunuhan berencana, menyelesaikan sebuah kasus yang mengungkap bahaya yang dihadapi mahasiswa internasional dan kekuatan sistem hukum Inggris.

Dari Aspirasi Akademik ke Kompleksitas Hubungan: Kisah Wang Zhe Dimulai

Wang Zhe tiba di London pada musim gugur 2023 untuk mengejar gelar master, penuh ambisi akademik. Tak lama setelah pendaftaran, dia bertemu dengan mahasiswa Amerika berusia 26 tahun, Joshua Michaels. Yang awalnya hanya kenalan santai dengan cepat berkembang menjadi hubungan yang intim. Namun, dalam beberapa hari setelah kedekatan fisik mereka, Wang Zhe menemukan bercak merah di kulitnya. Yakin bahwa dia tertular infeksi menular seksual, dia menjadi semakin gelisah—reaksi yang sangat berakar pada obsesi seumur hidup terhadap kebersihan dan higiene. Kecemasannya terhadap kontaminasi bakteri akan menjadi faktor penentu dalam memburuknya hubungan mereka dengan Michaels.

Kecemasan, Konflik, dan Keruntuhan Ikatan Mereka

Profil psikologis Wang Zhe menunjukkan seseorang yang sangat sadar akan kesehatan dan sanitasi. Pemeriksaan medis kemudian mengonfirmasi bahwa bercak merah tersebut hanyalah kondisi kulit jinak yang tidak terkait dengan STD—sebuah temuan yang seharusnya menyelesaikan masalah. Namun, kerusakan pada hubungan mereka sudah terkumpul. Permintaan berulang Wang Zhe agar Michaels menjalani tes STD dan berbagi hasil tes sebelumnya mencerminkan kekhawatiran kesehatan yang sah, tetapi ditanggapi dengan sikap meremehkan dan penghinaan. Perlawanan Michaels dan sikap buruknya menciptakan dinamika yang beracun. Pasangan ini sering bertengkar, dengan Wang Zhe mengirim pesan yang semakin keras, termasuk “Aku benci kamu” sehari sebelum pertemuan fatal. Pada pertengahan Maret 2024, hubungan mereka telah memburuk hingga ke titik pecah.

Pertemuan Fatal pada 20 Maret: Apa yang Terjadi di Lewisham

Pada malam 20 Maret 2024, Wang Zhe mengambil langkah tegas dengan mengundang Michaels ke apartemennya di Lewisham, tenggara London. Dia berharap pertemuan tatap muka ini akhirnya akan menyelesaikan perselisihan mereka dan memberinya kejelasan yang sangat dibutuhkan. Michaels tiba pukul 19:17. Apa yang seharusnya menjadi percakapan berubah menjadi adegan kekerasan. Hanya 40 menit kemudian, sekitar pukul 20:00, Michaels buru-buru meninggalkan apartemen, memanggil taksi tanpa memberi tahu layanan darurat. Alih-alih menelepon 999, tindakan pertamanya adalah menghubungi ayahnya di Amerika Serikat untuk mendapatkan bantuan hukum. Baru pada pukul 23:08—hampir empat jam kemudian, dan setelah berkonsultasi dengan pengacara—dia akhirnya menghubungi polisi. Panggilannya samar, menggambarkan “insiden serius” sambil sengaja menyembunyikan keterlibatannya sendiri dan keadaan kepergiannya.

Penemuan Mengerikan dan Penyidikan

Polisi tiba di alamat Wang Zhe dan menemukan tubuhnya yang tak bernyawa tergeletak di genangan darah. Pemeriksaan forensik mengungkapkan dua luka tusukan dalam yang berjalan vertikal di wajahnya, dan bekas cekikan khas di lehernya yang sesuai dengan tekanan manual. Penyebab kematian dipastikan sebagai asfiksia mekanis yang dipadukan dengan kehilangan darah akibat luka tusukan. Yang penting, bukti medis menunjukkan bahwa Wang Zhe bertahan selama 30 hingga 60 menit setelah serangan—berarti nyawanya berpotensi diselamatkan dengan intervensi medis darurat yang cepat.

Penyidikan mengungkap bukti fisik yang memberatkan: pakaian di kediaman Michaels yang bernoda darah Wang Zhe, catatan komunikasi digital yang dihapus, dan ponsel Wang Zhe yang dibuang sebagai upaya menghancurkan bukti. Barang-barang ini dipulihkan melalui analisis forensik dan teknis canggih. Penghancuran bukti secara sengaja dan penundaan mencurigakan dalam melaporkan insiden menggambarkan sebuah rencana yang matang.

Pengadilan: Bagaimana Bukti Menghancurkan Kebohongan yang Teliti Dibangun

Saat diperiksa, Michaels awalnya menolak bekerja sama dengan penyelidikan polisi. Selama sidang, dia membuat narasi pembelaan diri yang rumit, mengklaim bahwa Wang Zhe menyerangnya dengan pisau dan bahwa serangannya adalah murni pertahanan—hanya untuk mendorongnya menjauh. Akun ini, jika dipercaya, akan sangat mengurangi tanggung jawabnya.

Namun, bukti lengkap dari jaksa secara sistematis menghancurkan narasi palsu ini. Pola luka di Wang Zhe—sayatan dalam yang dalam dan sengaja dibuat dari atas ke bawah—tidak menyerupai cedera yang biasanya terjadi dalam perjuangan bersama secara tidak sengaja. Sebaliknya, luka Michaels sangat minim: hanya goresan kecil di lehernya. Ketika digabungkan dengan bukti adanya niat jahat (penundaan pelaporan, penghancuran bukti, prioritas berkonsultasi hukum daripada merespons darurat), juri menyadari kebenarannya: ini bukan pembelaan diri, tetapi serangan yang direncanakan dan brutal.

Putusan: Keputusan Bulat dan Hukuman Seumur Hidup

Setelah 16,5 jam deliberasi, juri mencapai keputusan yang tegas dan bulat: Michaels bersalah atas pembunuhan. Berdasarkan hukum Inggris, putusan ini secara otomatis menghasilkan hukuman seumur hidup dengan kemungkinan pembebasan bersyarat yang akan diputuskan kemudian oleh sistem peradilan. Kasus ini menunjukkan bagaimana ilmu forensik modern, forensik digital, dan penuntutan yang ketat dapat mengungkap kekerasan yang direncanakan, tidak peduli seberapa meyakinkan terdakwa berusaha mengubah narasi. Bagi keluarga dan teman Wang Zhe, keadilan telah ditegakkan, meskipun tidak ada putusan yang bisa mengembalikan nyawa yang hilang secara tragis karena kekerasan yang disengaja.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)