Penurunan nilai won Korea Selatan memaksa otoritas Korea Selatan untuk mengambil langkah-langkah luar biasa guna menstabilkan pasar keuangan. Sejak pertengahan 2025, mata uang Korea telah kehilangan sekitar 7% terhadap dolar AS, menimbulkan tekanan signifikan pada Layanan Pensiun Nasional (NPS), dana pensiun terbesar ketiga di dunia. Sebagai tanggapan, Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Seuran Lee, mengungkapkan bahwa NPS berencana mempercepat penerbitan obligasi berdenominasi mata uang asing sebelum akhir tahun. Menurut sumber dari Jin10, inisiatif ini merupakan strategi yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk mendiversifikasi sumber pendanaan di tengah volatilitas nilai tukar yang meningkat.
Krisis won dan kesulitan dana pensiun
Penguatan mata uang Korea telah menyebabkan kesulitan serius dalam pengelolaan portofolio valuta asing NPS, memaksa dana tersebut untuk berulang kali melakukan intervensi di pasar valuta asing berjangka guna mendukung won. Operasi penjualan dolar ini bertujuan menstabilkan pasar valuta asing, namun juga merupakan pengakuan akan seriusnya situasi. Kekhawatiran terhadap keluar modal lebih lanjut yang dapat memperburuk depresiasi won telah memperumit rencana ambisius Seoul untuk menginvestasikan 350 miliar dolar ke industri AS dalam kerangka perjanjian perdagangan bilateral dengan Washington.
Koordinasi antar lembaga: pendekatan multidimensi
Untuk menghadapi krisis dengan strategi yang terkoordinasi, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, NPS, Kementerian Keuangan, dan bank sentral Korea Selatan akan mengadakan pertemuan resmi pertama mereka sebagai badan konsultasi kuadrilateral. Koordinasi kelembagaan ini menandai perubahan langkah dalam kebijakan stabilitas keuangan, dengan tujuan menangani secara bersama isu-isu kritis volatilitas pasar dan melindungi nilai mata uang nasional di saat yang krusial bagi perekonomian Korea Selatan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Strategi darurat Korea Selatan: NPS mempercepat penerbitan obligasi dalam mata uang asing di tengah krisis mata uang
Penurunan nilai won Korea Selatan memaksa otoritas Korea Selatan untuk mengambil langkah-langkah luar biasa guna menstabilkan pasar keuangan. Sejak pertengahan 2025, mata uang Korea telah kehilangan sekitar 7% terhadap dolar AS, menimbulkan tekanan signifikan pada Layanan Pensiun Nasional (NPS), dana pensiun terbesar ketiga di dunia. Sebagai tanggapan, Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Seuran Lee, mengungkapkan bahwa NPS berencana mempercepat penerbitan obligasi berdenominasi mata uang asing sebelum akhir tahun. Menurut sumber dari Jin10, inisiatif ini merupakan strategi yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk mendiversifikasi sumber pendanaan di tengah volatilitas nilai tukar yang meningkat.
Krisis won dan kesulitan dana pensiun
Penguatan mata uang Korea telah menyebabkan kesulitan serius dalam pengelolaan portofolio valuta asing NPS, memaksa dana tersebut untuk berulang kali melakukan intervensi di pasar valuta asing berjangka guna mendukung won. Operasi penjualan dolar ini bertujuan menstabilkan pasar valuta asing, namun juga merupakan pengakuan akan seriusnya situasi. Kekhawatiran terhadap keluar modal lebih lanjut yang dapat memperburuk depresiasi won telah memperumit rencana ambisius Seoul untuk menginvestasikan 350 miliar dolar ke industri AS dalam kerangka perjanjian perdagangan bilateral dengan Washington.
Koordinasi antar lembaga: pendekatan multidimensi
Untuk menghadapi krisis dengan strategi yang terkoordinasi, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, NPS, Kementerian Keuangan, dan bank sentral Korea Selatan akan mengadakan pertemuan resmi pertama mereka sebagai badan konsultasi kuadrilateral. Koordinasi kelembagaan ini menandai perubahan langkah dalam kebijakan stabilitas keuangan, dengan tujuan menangani secara bersama isu-isu kritis volatilitas pasar dan melindungi nilai mata uang nasional di saat yang krusial bagi perekonomian Korea Selatan.