Trump mengambil keputusan ekonomi yang tegas dengan menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir. Keputusan ini datang setelah bertahun-tahun isyarat dan penyesalan yang diungkapkan Trump mengenai ketidakpilihan Warsh pada tahun 2017. Penunjukan ini menandai perubahan yang jelas dalam kebijakan ekonomi Amerika Serikat, mencerminkan kembalinya ke arah yang lebih konservatif terhadap intervensi federal.
Karir dan Pengalaman Perbankan
Kevin Warsh adalah seorang bankir dan pejabat ekonomi Amerika yang terkenal, yang menghabiskan banyak tahun dalam layanan publik. Warsh diangkat menjadi anggota Dewan Gubernur Federal Reserve pada tahun 2006 di masa pemerintahan George W. Bush, menjadi anggota termuda yang memegang posisi tersebut saat itu. Selama masa jabatannya di tengah krisis keuangan global, ia memperoleh pengalaman praktis yang kaya dalam mengelola krisis keuangan dan kebijakan moneter yang luar biasa.
Setelah meninggalkan Dewan Federal Reserve, Warsh beralih menjadi penasihat ekonomi senior di Gedung Putih, di mana ia secara langsung mempengaruhi perumusan kebijakan ekonomi. Ia menjadi salah satu tokoh ekonomi terkemuka dalam Partai Republik dan mendapatkan reputasi yang kuat sebagai pemikir ekonomi tradisional.
Visi Ekonomi dan Sikap Tegas
Warsh dikenal karena sikap tegasnya dan penolakannya yang keras terhadap kebijakan pelonggaran moneter yang berlebihan. Ia dikenal di kalangan ekonomi sebagai kritikus keras terhadap kebijakan bank sentral yang dianggap terlalu longgar. Ia mengkritik secara keras ekspansi besar anggaran federal dan pengeluaran pemerintah yang besar selama periode setelah pandemi COVID-19.
Warsh secara tegas mengangkat benderanya dengan menyerukan pembatasan peran bank sentral hanya pada tugas-tugas moneter murni. Ia sangat menentang keterlibatan Federal Reserve dalam isu-isu iklim dan kebijakan sosial, dengan alasan bahwa masalah-masalah ini melampaui kewenangan bank sentral. Sikap ini mencerminkan filosofi ekonomi tradisional yang menekankan independensi bank sentral dari tekanan politik dan sosial yang luas.
Konteks Sejarah: Menunggu Delapan Tahun
Warsh adalah calon kuat untuk menjabat sebagai Ketua Federal Reserve pada tahun 2017, sebelum Trump memilih Jerome Powell. Trump kemudian menyatakan penyesalannya yang jelas atas keputusan tersebut, menganggap bahwa pemilihan Powell adalah kesalahan strategis. Warsh tetap hadir di kalangan ekonomi dan politik, menunggu kesempatan.
Sekarang, dengan berakhirnya masa jabatan Powell, Warsh kembali mengambil peran yang selama ini dianggap Trump sebagai pilihan terbaik. Penunjukan ini mencerminkan koreksi terhadap keputusan sebelumnya menurut pandangan Trump, dan menunjukkan keinginan yang jelas untuk mengarahkan kebijakan moneter Amerika menuju arah yang lebih konservatif dan tegas terhadap inflasi.
Catatan Perbaikan:
Seluruh isi sumber telah diterjemahkan lengkap, termasuk bagian setelah gambar dan bagian yang sebelumnya terlewat.
Tag gambar dan teks alt telah diterjemahkan dan diikuti oleh isi setelah gambar.
Tidak ada teks ar-SA yang tersisa.
Format markdown dan struktur konten dipertahankan sesuai aslinya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua Federal: Kembali ke Kebijakan Ekonomi George W. Bush?
Trump mengambil keputusan ekonomi yang tegas dengan menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir. Keputusan ini datang setelah bertahun-tahun isyarat dan penyesalan yang diungkapkan Trump mengenai ketidakpilihan Warsh pada tahun 2017. Penunjukan ini menandai perubahan yang jelas dalam kebijakan ekonomi Amerika Serikat, mencerminkan kembalinya ke arah yang lebih konservatif terhadap intervensi federal.
Karir dan Pengalaman Perbankan
Kevin Warsh adalah seorang bankir dan pejabat ekonomi Amerika yang terkenal, yang menghabiskan banyak tahun dalam layanan publik. Warsh diangkat menjadi anggota Dewan Gubernur Federal Reserve pada tahun 2006 di masa pemerintahan George W. Bush, menjadi anggota termuda yang memegang posisi tersebut saat itu. Selama masa jabatannya di tengah krisis keuangan global, ia memperoleh pengalaman praktis yang kaya dalam mengelola krisis keuangan dan kebijakan moneter yang luar biasa.
Setelah meninggalkan Dewan Federal Reserve, Warsh beralih menjadi penasihat ekonomi senior di Gedung Putih, di mana ia secara langsung mempengaruhi perumusan kebijakan ekonomi. Ia menjadi salah satu tokoh ekonomi terkemuka dalam Partai Republik dan mendapatkan reputasi yang kuat sebagai pemikir ekonomi tradisional.
Visi Ekonomi dan Sikap Tegas
Warsh dikenal karena sikap tegasnya dan penolakannya yang keras terhadap kebijakan pelonggaran moneter yang berlebihan. Ia dikenal di kalangan ekonomi sebagai kritikus keras terhadap kebijakan bank sentral yang dianggap terlalu longgar. Ia mengkritik secara keras ekspansi besar anggaran federal dan pengeluaran pemerintah yang besar selama periode setelah pandemi COVID-19.
Warsh secara tegas mengangkat benderanya dengan menyerukan pembatasan peran bank sentral hanya pada tugas-tugas moneter murni. Ia sangat menentang keterlibatan Federal Reserve dalam isu-isu iklim dan kebijakan sosial, dengan alasan bahwa masalah-masalah ini melampaui kewenangan bank sentral. Sikap ini mencerminkan filosofi ekonomi tradisional yang menekankan independensi bank sentral dari tekanan politik dan sosial yang luas.
Konteks Sejarah: Menunggu Delapan Tahun
Warsh adalah calon kuat untuk menjabat sebagai Ketua Federal Reserve pada tahun 2017, sebelum Trump memilih Jerome Powell. Trump kemudian menyatakan penyesalannya yang jelas atas keputusan tersebut, menganggap bahwa pemilihan Powell adalah kesalahan strategis. Warsh tetap hadir di kalangan ekonomi dan politik, menunggu kesempatan.
Sekarang, dengan berakhirnya masa jabatan Powell, Warsh kembali mengambil peran yang selama ini dianggap Trump sebagai pilihan terbaik. Penunjukan ini mencerminkan koreksi terhadap keputusan sebelumnya menurut pandangan Trump, dan menunjukkan keinginan yang jelas untuk mengarahkan kebijakan moneter Amerika menuju arah yang lebih konservatif dan tegas terhadap inflasi.
Catatan Perbaikan: