Lingkungan regulasi seputar sekuritas tokenized semakin kompleks di Korea Selatan. Otoritas pengawas keuangan negara (FSC) terus mempelajari mekanisme pertukaran OTC (over-the-counter) dari aset ini, tetapi secara signifikan memperlambat proses pengambilan keputusan akhir. Menurut sumber analitik NS3.AI, dua pemain utama di pasar telah menerima persetujuan awal atas proposal mereka.
Tiga konsorsium keuangan bersaing untuk lisensi
Persaingan untuk hak mengelola platform OTC di Korea Selatan telah berkembang di antara tiga entitas kunci. Konsorsium yang dipimpin oleh Korea Exchange (KRX) dan tawaran alternatif dari Nextrade telah melewati tahap seleksi awal dan mendapatkan persetujuan. Namun, proses ini menjadi lebih tegang setelah penantang ketiga, Lucentblock, tidak diizinkan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yang memicu kritik terhadap transparansi dan keadilan prosedur regulasi.
Keputusan kontroversial dan tantangan baru bagi pasar
Pengeluaran konsorsium Lucentblock dari kompetisi menimbulkan pertanyaan serius tentang mekanisme seleksi dan kriteria FSC. Industri menganggap keputusan ini sebagai potensi ketidakadilan, karena transparansi proses tetap menjadi perdebatan. Perkembangan ini menunjukkan ketegangan antara keinginan negara untuk mengatur kelas aset baru dan kekhawatiran sektor swasta tentang persaingan yang setara.
FSC menunda pengambilan keputusan akhir
Meskipun tahap utama peninjauan proposal telah selesai, FSC tidak dapat meninjau proposal tersebut selama rapat 28 Januari. Penundaan ini mengubah proses perizinan menjadi prosedur yang lebih panjang, meninggalkan pelaku pasar dalam ketidakpastian mengenai skema regulasi akhir. Tidak diragukan lagi, keputusan Korea Selatan mengenai platform OTC akan berdampak besar pada perkembangan sekuritas tokenized di kawasan ini dan akan menetapkan preseden bagi yurisdiksi Asia lainnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Korea Selatan menangguhkan regulasi pertukaran OTC surat berharga
Lingkungan regulasi seputar sekuritas tokenized semakin kompleks di Korea Selatan. Otoritas pengawas keuangan negara (FSC) terus mempelajari mekanisme pertukaran OTC (over-the-counter) dari aset ini, tetapi secara signifikan memperlambat proses pengambilan keputusan akhir. Menurut sumber analitik NS3.AI, dua pemain utama di pasar telah menerima persetujuan awal atas proposal mereka.
Tiga konsorsium keuangan bersaing untuk lisensi
Persaingan untuk hak mengelola platform OTC di Korea Selatan telah berkembang di antara tiga entitas kunci. Konsorsium yang dipimpin oleh Korea Exchange (KRX) dan tawaran alternatif dari Nextrade telah melewati tahap seleksi awal dan mendapatkan persetujuan. Namun, proses ini menjadi lebih tegang setelah penantang ketiga, Lucentblock, tidak diizinkan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yang memicu kritik terhadap transparansi dan keadilan prosedur regulasi.
Keputusan kontroversial dan tantangan baru bagi pasar
Pengeluaran konsorsium Lucentblock dari kompetisi menimbulkan pertanyaan serius tentang mekanisme seleksi dan kriteria FSC. Industri menganggap keputusan ini sebagai potensi ketidakadilan, karena transparansi proses tetap menjadi perdebatan. Perkembangan ini menunjukkan ketegangan antara keinginan negara untuk mengatur kelas aset baru dan kekhawatiran sektor swasta tentang persaingan yang setara.
FSC menunda pengambilan keputusan akhir
Meskipun tahap utama peninjauan proposal telah selesai, FSC tidak dapat meninjau proposal tersebut selama rapat 28 Januari. Penundaan ini mengubah proses perizinan menjadi prosedur yang lebih panjang, meninggalkan pelaku pasar dalam ketidakpastian mengenai skema regulasi akhir. Tidak diragukan lagi, keputusan Korea Selatan mengenai platform OTC akan berdampak besar pada perkembangan sekuritas tokenized di kawasan ini dan akan menetapkan preseden bagi yurisdiksi Asia lainnya.