BlackRock, yang dikenal mengelola aset senilai 10 triliun dolar, telah memulai perekrutan untuk tujuh posisi aset digital baru secara global guna memperluas strategi kripto dan blockchain secara agresif. Langkah ini menunjukkan perubahan struktural penting di perusahaan dan peningkatan pendanaan kripto di pusatnya. Kampanye perekrutan ini mencakup penyebaran di seluruh Asia yang berpusat di Singapura hingga enam posisi di AS.
Gelombang Perekrutan Aset Digital: Posisi Baru di Singapura dan AS
Langkah terdepan dalam perekrutan ini menandai awal dari babak baru dalam strategi aset digital BlackRock. Enam posisi dibuka di AS, dengan fokus khusus pada pengembangan seri ETF aset digital iShares. Kandidat dengan gelar “Wakil Presiden/Direktur, Strategi Produk Aset Digital” akan berperan dalam skala produk yang sudah ada seperti iShares Bitcoin Trust (IBIT), yang mengelola sekitar 70 miliar dolar.
Posisi ini melampaui ETF kripto dan mencakup misi “menciptakan produk generasi yang memiliki daya tarik komersial yang kuat.” BlackRock beralih dari instrumen investasi tradisional dan fokus pada pengembangan alat keuangan generasi baru.
Dari iShares Bitcoin Trust ke Aset Tokenized: Evolusi BlackRock
Posisi yang ditugaskan di kawasan Asia menawarkan peran yang lebih luas. BlackRock mencari pemimpin yang dapat membentuk strategi aset digital di wilayah ini, di mana kejelasan regulasi meningkat dan minat dari investor institusional berkembang pesat. Tugas utama termasuk menetapkan target komersial dan mengidentifikasi “peluang besar pertama yang bergerak cepat” di wilayah tersebut; semua tindakan akan selaras dengan prioritas global. Mengembangkan rencana bisnis multi-tahun adalah salah satu tanggung jawab utama dari posisi berbasis Singapura ini.
Visibilitas BlackRock di pasar kripto meningkat tajam tahun lalu dengan peluncuran ETF bitcoin spot, yang menyebabkan masuknya dana ke instrumen investasi kripto mencapai rekor tertinggi. Namun, visi perusahaan tidak terbatas pada ETF saja. Perluasan strategi tokenisasi aset menjadi bagian sentral dari rencana jangka panjang BlackRock.
Pusat Strategi Asia: Peran Singapura
CEO BlackRock, Larry Fink, secara terbuka menyoroti potensi tokenisasi aset untuk memodernisasi pasar modal. Teknologi ini, yang meningkatkan transparansi dan efisiensi konsensus, diperkirakan akan membentuk masa depan sistem keuangan. Tahun lalu, perusahaan meluncurkan dana berbasis blockchain Ethereum dan mulai meneliti blockchain publik yang dapat mendukung produk keuangan terregulasi dengan berinvestasi di penyedia infrastruktur seperti Securitize.
Langkah di Singapura ini diharapkan menjadi titik balik dalam kemajuan aset digital BlackRock di Asia. Orang yang akan memimpin di wilayah ini akan mengelola penetapan strategi jangka panjang dan memanfaatkan keuntungan sebagai pelopor pertama.
Latar Belakang Strategi Ekspansi Global
Langkah perekrutan ini secara langsung mendukung kehadiran BlackRock yang semakin besar di pasar kripto. Dengan basis aset sebesar 10 triliun dolar, perusahaan ini menjadi salah satu institusi dengan pengaruh tertinggi di pasar, dan memiliki keunggulan strategis dalam berinvestasi di bidang kripto dan aset tokenized. Posisi yang dibuka oleh CEO aset digital BlackRock, Robert Mitchnick, di LinkedIn menunjukkan betapa pentingnya bidang ini dalam struktur organisasi perusahaan.
Kampanye perekrutan yang dipilih ini menunjukkan bahwa, di tengah kaburnya batas antara keuangan tradisional dan keuangan terdesentralisasi, adopsi institusional terhadap kripto semakin cepat. Setiap langkah perekrutan memperdalam peran BlackRock dalam ekosistem aset digital dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar.
(Catatan: Artikel dan judul telah diperbaiki untuk memperjelas pencarian kandidat posisi di BlackRock terkait aset kripto.)
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
BlackRock dengan Aset Senilai 10 Triliun Dolar Melaju di Pasar Kripto: Tujuh Posisi Baru untuk Pekerjaan
BlackRock, yang dikenal mengelola aset senilai 10 triliun dolar, telah memulai perekrutan untuk tujuh posisi aset digital baru secara global guna memperluas strategi kripto dan blockchain secara agresif. Langkah ini menunjukkan perubahan struktural penting di perusahaan dan peningkatan pendanaan kripto di pusatnya. Kampanye perekrutan ini mencakup penyebaran di seluruh Asia yang berpusat di Singapura hingga enam posisi di AS.
Gelombang Perekrutan Aset Digital: Posisi Baru di Singapura dan AS
Langkah terdepan dalam perekrutan ini menandai awal dari babak baru dalam strategi aset digital BlackRock. Enam posisi dibuka di AS, dengan fokus khusus pada pengembangan seri ETF aset digital iShares. Kandidat dengan gelar “Wakil Presiden/Direktur, Strategi Produk Aset Digital” akan berperan dalam skala produk yang sudah ada seperti iShares Bitcoin Trust (IBIT), yang mengelola sekitar 70 miliar dolar.
Posisi ini melampaui ETF kripto dan mencakup misi “menciptakan produk generasi yang memiliki daya tarik komersial yang kuat.” BlackRock beralih dari instrumen investasi tradisional dan fokus pada pengembangan alat keuangan generasi baru.
Dari iShares Bitcoin Trust ke Aset Tokenized: Evolusi BlackRock
Posisi yang ditugaskan di kawasan Asia menawarkan peran yang lebih luas. BlackRock mencari pemimpin yang dapat membentuk strategi aset digital di wilayah ini, di mana kejelasan regulasi meningkat dan minat dari investor institusional berkembang pesat. Tugas utama termasuk menetapkan target komersial dan mengidentifikasi “peluang besar pertama yang bergerak cepat” di wilayah tersebut; semua tindakan akan selaras dengan prioritas global. Mengembangkan rencana bisnis multi-tahun adalah salah satu tanggung jawab utama dari posisi berbasis Singapura ini.
Visibilitas BlackRock di pasar kripto meningkat tajam tahun lalu dengan peluncuran ETF bitcoin spot, yang menyebabkan masuknya dana ke instrumen investasi kripto mencapai rekor tertinggi. Namun, visi perusahaan tidak terbatas pada ETF saja. Perluasan strategi tokenisasi aset menjadi bagian sentral dari rencana jangka panjang BlackRock.
Pusat Strategi Asia: Peran Singapura
CEO BlackRock, Larry Fink, secara terbuka menyoroti potensi tokenisasi aset untuk memodernisasi pasar modal. Teknologi ini, yang meningkatkan transparansi dan efisiensi konsensus, diperkirakan akan membentuk masa depan sistem keuangan. Tahun lalu, perusahaan meluncurkan dana berbasis blockchain Ethereum dan mulai meneliti blockchain publik yang dapat mendukung produk keuangan terregulasi dengan berinvestasi di penyedia infrastruktur seperti Securitize.
Langkah di Singapura ini diharapkan menjadi titik balik dalam kemajuan aset digital BlackRock di Asia. Orang yang akan memimpin di wilayah ini akan mengelola penetapan strategi jangka panjang dan memanfaatkan keuntungan sebagai pelopor pertama.
Latar Belakang Strategi Ekspansi Global
Langkah perekrutan ini secara langsung mendukung kehadiran BlackRock yang semakin besar di pasar kripto. Dengan basis aset sebesar 10 triliun dolar, perusahaan ini menjadi salah satu institusi dengan pengaruh tertinggi di pasar, dan memiliki keunggulan strategis dalam berinvestasi di bidang kripto dan aset tokenized. Posisi yang dibuka oleh CEO aset digital BlackRock, Robert Mitchnick, di LinkedIn menunjukkan betapa pentingnya bidang ini dalam struktur organisasi perusahaan.
Kampanye perekrutan yang dipilih ini menunjukkan bahwa, di tengah kaburnya batas antara keuangan tradisional dan keuangan terdesentralisasi, adopsi institusional terhadap kripto semakin cepat. Setiap langkah perekrutan memperdalam peran BlackRock dalam ekosistem aset digital dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar.
(Catatan: Artikel dan judul telah diperbaiki untuk memperjelas pencarian kandidat posisi di BlackRock terkait aset kripto.)