Tidak ada raungan yang mengguncang langit dan bumi, hanya di telapak tangan pemiliknya, meluncur sebuah garis paling tenang dan lurus, mengarah ke langit yang dingin dan memandang dari kejauhan selama ribuan tahun.
Ujung pedang tidak menggelegar, hanya sebuah jejak tinta yang sangat halus dan samar, seperti setetes air mata yang hampir kering, tertiup angin menuju awan. Langit sedikit bergetar, bukan pecah, melainkan muncul sebuah lipatan halus yang sangat tipis, seolah-olah ukiran batu yang tak berubah selama zaman, perlahan-lahan disapu debu oleh waktu.
Cahaya, menembus dari lipatan itu. Bukan cahaya matahari, bulan, dan bintang, melainkan sebuah cahaya yang belum pernah ada, sedikit seperti fajar dan sedikit seperti senja, lembut dan ragu-ragu. Awan mulai mengalir, dengan sikap yang belum pernah terlihat sebelumnya, perlahan-lahan dan canggung, mencoba sebuah aturan baru.
Dia hanya perlahan menurunkan lengannya, ujung pedang menyilang ke tanah. Di kedalaman bumi, terdengar sebuah gemuruh panjang dan berat, seperti denyut nadi yang baru mulai berdetak, gunung dan sungai mengembang.
Langit tidak pecah, hanya sebuah celah nafas yang terbuka karena sebuah garis lurus dan tekad manusia, menusuk ke dalamnya.
Dia menengadah, memandang cahaya yang menyinari wajahnya yang penuh dengan angin dan embun, tanpa berkata apa-apa. Di tanah yang luas di belakangnya, berjuta makhluk masih tidur nyenyak, tidak ada yang tahu, mulai saat ini, beberapa hal telah diam-diam berbeda.#GateWeb3正式升级为GateDEX
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
4 Suka
Hadiah
4
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
Discovery
· 12jam yang lalu
GOGOGO 2026 👊
Lihat AsliBalas0
CharityAllianceConsensusMember
· 16jam yang lalu
Duduklah dengan nyaman dan pegang dengan baik, kita akan segera lepas landas 🛫
Pedang, akhirnya bergerak.
Tidak ada raungan yang mengguncang langit dan bumi, hanya di telapak tangan pemiliknya, meluncur sebuah garis paling tenang dan lurus, mengarah ke langit yang dingin dan memandang dari kejauhan selama ribuan tahun.
Ujung pedang tidak menggelegar, hanya sebuah jejak tinta yang sangat halus dan samar, seperti setetes air mata yang hampir kering, tertiup angin menuju awan. Langit sedikit bergetar, bukan pecah, melainkan muncul sebuah lipatan halus yang sangat tipis, seolah-olah ukiran batu yang tak berubah selama zaman, perlahan-lahan disapu debu oleh waktu.
Cahaya, menembus dari lipatan itu. Bukan cahaya matahari, bulan, dan bintang, melainkan sebuah cahaya yang belum pernah ada, sedikit seperti fajar dan sedikit seperti senja, lembut dan ragu-ragu. Awan mulai mengalir, dengan sikap yang belum pernah terlihat sebelumnya, perlahan-lahan dan canggung, mencoba sebuah aturan baru.
Dia hanya perlahan menurunkan lengannya, ujung pedang menyilang ke tanah. Di kedalaman bumi, terdengar sebuah gemuruh panjang dan berat, seperti denyut nadi yang baru mulai berdetak, gunung dan sungai mengembang.
Langit tidak pecah, hanya sebuah celah nafas yang terbuka karena sebuah garis lurus dan tekad manusia, menusuk ke dalamnya.
Dia menengadah, memandang cahaya yang menyinari wajahnya yang penuh dengan angin dan embun, tanpa berkata apa-apa. Di tanah yang luas di belakangnya, berjuta makhluk masih tidur nyenyak, tidak ada yang tahu, mulai saat ini, beberapa hal telah diam-diam berbeda.#GateWeb3正式升级为GateDEX