“Tiga saudara perempuan yang melayani satu suami” bukan skenario drama yang klise, ini adalah rumah nyata di sebelah Shenzhen Bay No. 1, dengan 8 anak, 4 rumah, valuasi 1,2 miliar, semuanya berkumpul di satu lantai lift. Jangan buru-buru mencela ini sebagai hal yang aneh, mari kita lihat dulu strategi ini: Secara hukum, dia hanya mendapatkan satu akta nikah setiap kali menikah, cerai lalu menikah lagi, prosedurnya bersih. Dalam hal properti, tiga trust membagi saham dan properti menjadi tiga bagian, anak-anak masing-masing menikmati bagian mereka sendiri, tidak bertengkar. Dalam bisnis, tiga saudara perempuan masing-masing mengendalikan tiga anak perusahaan, saling memegang saham, dan venture capital dengan patuh menyerahkan term sheet. Sistem administrasi sipil hanya bisa terdiam, tidak ada kasus nikah lagi, tidak ada pemalsuan, bahkan "masa jeda pernikahan" pun tidak bisa dijadikan alat bukti. Yang paling menakutkan adalah pengaturan pendidikan, Nanshan International School diam-diam membuat arsip terpisah untuk 8 “sepupu” ini, biaya sekolah lebih dari 2 juta yuan per tahun, seolah-olah sudah memasukkan generasi berikutnya ke dalam lingkaran yang sama sejak dini. Setelah rapat dewan direksi, yang menandatangani adalah saudara kandung, yang duduk berhadapan adalah bibi kandung, dan suara selalu menang. Para ahli menyebut ini sebagai “perusahaan keluarga”, orang awam mendengarnya seperti gempa moral, tetapi mereka sudah menghitung celah ini sebagai benteng perlindungan. Sementara orang biasa masih memperdebatkan siapa yang lebih bermoral antara "istri asli" dan "selingkuh", orang lain sudah memperlakukan pernikahan sebagai pergantian saham. Batas etika tidak rusak, hanya dilalui dengan cara yang berbeda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
“Tiga saudara perempuan yang melayani satu suami” bukan skenario drama yang klise, ini adalah rumah nyata di sebelah Shenzhen Bay No. 1, dengan 8 anak, 4 rumah, valuasi 1,2 miliar, semuanya berkumpul di satu lantai lift. Jangan buru-buru mencela ini sebagai hal yang aneh, mari kita lihat dulu strategi ini: Secara hukum, dia hanya mendapatkan satu akta nikah setiap kali menikah, cerai lalu menikah lagi, prosedurnya bersih. Dalam hal properti, tiga trust membagi saham dan properti menjadi tiga bagian, anak-anak masing-masing menikmati bagian mereka sendiri, tidak bertengkar. Dalam bisnis, tiga saudara perempuan masing-masing mengendalikan tiga anak perusahaan, saling memegang saham, dan venture capital dengan patuh menyerahkan term sheet. Sistem administrasi sipil hanya bisa terdiam, tidak ada kasus nikah lagi, tidak ada pemalsuan, bahkan "masa jeda pernikahan" pun tidak bisa dijadikan alat bukti. Yang paling menakutkan adalah pengaturan pendidikan, Nanshan International School diam-diam membuat arsip terpisah untuk 8 “sepupu” ini, biaya sekolah lebih dari 2 juta yuan per tahun, seolah-olah sudah memasukkan generasi berikutnya ke dalam lingkaran yang sama sejak dini. Setelah rapat dewan direksi, yang menandatangani adalah saudara kandung, yang duduk berhadapan adalah bibi kandung, dan suara selalu menang. Para ahli menyebut ini sebagai “perusahaan keluarga”, orang awam mendengarnya seperti gempa moral, tetapi mereka sudah menghitung celah ini sebagai benteng perlindungan. Sementara orang biasa masih memperdebatkan siapa yang lebih bermoral antara "istri asli" dan "selingkuh", orang lain sudah memperlakukan pernikahan sebagai pergantian saham. Batas etika tidak rusak, hanya dilalui dengan cara yang berbeda.