Analisis Prospek Emas 2025: Mengapa Harga Emas Hari Ini Per Gram Terus Naik?

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Dari tahun lalu hingga tahun ini, pasar emas internasional dapat dikatakan penuh gejolak. Setelah menembus $4.300 dan mencatat rekor tertinggi baru, perhatian pasar tidak berkurang. Banyak investor sedang memikirkan satu pertanyaan yang sama: Apakah kenaikan harga emas kali ini akan terus berlanjut? Apakah saat ini sudah terlambat untuk masuk pasar?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus terlebih dahulu memahami logika di balik lonjakan harga emas yang sebenarnya.

Mengapa XAU/USD menjadi fokus pasar?

Berdasarkan data Reuters, kenaikan harga emas baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam hampir 30 tahun, melampaui 31% pada 2007 dan 29% pada 2010. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari beberapa faktor yang saling memperkuat.

Faktor kunci pertama: Ketidakpastian kebijakan mendorong permintaan lindung nilai

Sejak awal tahun, serangkaian kebijakan tarif memicu kekhawatiran luas di pasar. Setiap kali muncul variabel dalam kebijakan, investor akan berbondong-bondong ke aset lindung nilai seperti emas. Data historis menunjukkan, selama periode ketidakpastian kebijakan serupa (misalnya ketegangan perdagangan tahun 2018), harga emas biasanya mengalami kenaikan jangka pendek sebesar 5-10%.

Faktor kunci kedua: Perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga

Ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve memiliki pengaruh mendalam terhadap daya tarik emas. Ketika suku bunga turun, biaya peluang memegang emas pun berkurang, sehingga mendorong kenaikan harga emas. Berdasarkan data CME, peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Fed berikutnya mencapai 84,7%.

Lebih dari itu, harga emas dan tingkat suku bunga riil menunjukkan hubungan terbalik yang jelas. Semakin rendah suku bunga riil, semakin menarik emas. Ini juga menjelaskan mengapa volatilitas harga emas selalu mengikuti ekspektasi kebijakan Fed.

Faktor kunci ketiga: Pembelian emas oleh bank sentral secara terus-menerus

Laporan World Gold Council menunjukkan bahwa hingga triwulan ketiga 2025, pembelian bersih emas oleh bank sentral global sekitar 634 ton, dan 76% dari bank sentral yang disurvei berencana meningkatkan proporsi emas dalam cadangan mereka dalam lima tahun ke depan. Tren ini mencerminkan peningkatan perhatian negara-negara terhadap nilai emas, sekaligus menandakan penyesuaian posisi dolar AS secara bertahap.

Faktor apa lagi yang mendukung kenaikan harga emas?

Selain tiga kekuatan utama tersebut, faktor struktural lain juga tidak boleh diabaikan:

Utang global yang tinggi dan kecenderungan kebijakan moneter: Hingga 2025, total utang global mencapai 307 triliun dolar AS. Tingginya tingkat utang membatasi fleksibilitas kebijakan negara-negara, dan kebijakan moneter cenderung lebih longgar, yang secara tidak langsung menekan suku bunga riil dan meningkatkan daya tarik emas.

Ketidakpastian kepercayaan terhadap dolar: Ketika dolar melemah atau kepercayaan pasar menurun, emas yang dihargai dalam dolar akan lebih diuntungkan dan lebih mudah menarik aliran dana.

Ketidakpastian geopolitik jangka panjang: Situasi Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, dan peristiwa lain terus memperkuat permintaan terhadap aset lindung nilai.

Sentimen pasar dan dorongan dana: Liputan media yang terus berlanjut dan efek komunitas mempercepat masuknya dana jangka pendek, membentuk tren kenaikan yang memperkuat diri sendiri.

Perlu diingat, faktor-faktor ini dalam jangka pendek dapat memicu volatilitas yang tajam. Bagi investor di Taiwan, harga emas dalam mata uang asing juga harus mempertimbangkan pengaruh kurs USD/TWD.

Bagaimana pandangan lembaga internasional terkemuka terhadap prospek emas?

Meskipun harga emas belakangan ini berfluktuasi, pandangan lembaga utama tetap optimistis:

J.P. Morgan menganggap koreksi ini sebagai “penyesuaian sehat” dan menargetkan harga sebesar 5.055 dolar per ons pada akhir 2026.

Goldman Sachs menegaskan target harga emas sebesar 4.900 dolar per ons pada akhir 2026, dengan sikap tetap optimistis.

Bank of America lebih optimis lagi, menyatakan bahwa emas tahun depan berpotensi menembus angka 6.000 dolar, dan telah menaikkan target harga 2026 menjadi 5.000 dolar per ons.

Dari pasar emas fisik, harga referensi per gram untuk perhiasan emas dari merek terkenal seperti Chow Tai Fook dan Luk Fook tetap stabil di atas 1100 TWD/gram, tanpa menunjukkan penurunan yang signifikan, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap harga emas.

Bagaimana sebaiknya investor ritel merespons saat ini?

Masih ada peluang untuk masuk, tetapi investor dengan profil berbeda harus menerapkan strategi yang berbeda pula:

Untuk trader jangka pendek berpengalaman

Volatilitas pasar adalah peluang. Likuiditas yang cukup dan arah harga yang relatif mudah diprediksi, terutama saat terjadi lonjakan dan penurunan tajam, membuat kekuatan bullish dan bearish menjadi jelas. Trader berpengalaman dapat memanfaatkannya.

Untuk pemula

Mulailah dengan modal kecil untuk mencoba, jangan gegabah menambah posisi. Kesalahan paling umum adalah membeli saat harga tinggi dan menjual saat harga rendah, yang bisa berakibat kerugian besar. Gunakan kalender ekonomi untuk mengikuti rilis data penting AS sebagai referensi pengambilan keputusan.

Untuk investor jangka panjang

Jika berencana membeli emas fisik untuk alokasi jangka panjang, siapkan mental menghadapi fluktuasi besar. Meskipun tren jangka panjang tetap naik, volatilitas ekstrem di tengah jalan akan menguji kesabaran investor.

Untuk diversifikasi portofolio

Emas bisa dimasukkan ke dalam portofolio sebagai diversifikasi, tetapi jangan menaruh seluruh kekayaan di dalamnya. Volatilitas tahunan emas mencapai 19,4%, tidak kalah dari S&P 500 yang sebesar 14,7%, sehingga risikonya tidak kecil.

Untuk mereka yang ingin memaksimalkan keuntungan

Selain memegang secara jangka panjang, bisa memanfaatkan fluktuasi harga untuk trading jangka pendek, terutama sebelum dan sesudah rilis data pasar AS, di mana pergerakan biasanya paling signifikan. Tetapi ini membutuhkan pengalaman dan kemampuan pengendalian risiko.

Peringatan penting

Siklus emas sangat panjang. Membeli sebagai alat lindung nilai memerlukan pandangan jangka 10 tahun ke atas untuk melihat gambaran besar, tetapi dalam periode ini harga bisa berlipat ganda atau bahkan terjun bebas. Biaya transaksi emas fisik cukup tinggi, biasanya antara 5%-20%, dan biaya ini tidak boleh diabaikan.

Perubahan harga emas satu ons hari ini meskipun mencerminkan sentimen pasar jangka pendek, namun logika investasi yang sebenarnya harus didasarkan pada analisis fundamental jangka menengah dan panjang. Tanpa pemikiran matang dan mengikuti tren secara buta, investor paling rentan menjadi korban fluktuasi pasar.

Apapun strategi investasi yang dipilih, ingatlah satu prinsip: Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Diversifikasi adalah kunci keberlanjutan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)