Analisis Mendalam tentang Mekanisme Penangguhan Perdagangan Saham AS: Dari Black Monday hingga Badai 2020

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Mengapa Pasar Membutuhkan Mekanisme Proteksi Pemutus Suspensi?

Menyebut pemutus suspensi di pasar saham AS, banyak investor akan merasa takut. Tapi sistem penghentian perdagangan yang tampaknya kejam ini sebenarnya adalah tali penyelamat pasar.

Bayangkan, ketika sebuah rumah terbakar, petugas pemadam kebakaran tidak langsung memadamkan api, melainkan memutuskan aliran gas terlebih dahulu untuk mencegah api menyebar dan tidak terkendali. Mekanisme pemutus suspensi di pasar saham AS mengikuti logika ini—Ketika suasana pasar tidak terkendali dan investor berebut menjual saham, sistem akan menekan tombol pause, memberi semua orang kesempatan untuk menarik napas dalam-dalam.

Saat pasar jatuh tajam, suasana panik menyebar seperti wabah. Seorang investor melihat harga saham turun drastis lalu panik menjual, yang kemudian memicu psikologi ikut-ikutan dari investor lain, menyebabkan distorsi harga dan kekeringan likuiditas. Fenomena “flash crash” ini pernah terjadi pada 6 Mei 2010—sebuah transaksi frekuensi tinggi dalam waktu hanya 5 menit menyebabkan indeks Dow Jones Industrial turun 1000 poin, hampir membuat pasar lumpuh.

Dari pelajaran pahit ini, otoritas pengawas kemudian menetapkan sistem pemutus suspensi. Mekanisme ini melalui penghentian transaksi secara paksa, memberi waktu bagi pelaku pasar untuk mencerna informasi baru, menilai ulang risiko, dan membuat keputusan rasional.

Bagaimana Mekanisme Pemutus Suspensi Berfungsi? Tiga Level Peringatan

Mekanisme pemutus suspensi di pasar saham AS menetapkan tiga garis pertahanan untuk Indeks S&P 500 berdasarkan penurunan harian, masing-masing dengan langkah penanganan berbeda.

Peringatan tingkat 1 (penurunan 7%): Ketika indeks S&P 500 turun 7% dari harga penutupan hari sebelumnya, perdagangan dihentikan sementara selama 15 menit. Ini adalah intervensi ringan, memberi pasar kesempatan untuk tenang.

Peringatan tingkat 2 (penurunan 13%): Jika penurunan semakin dalam mencapai 13%, pasar kembali dihentikan selama 15 menit. Saat ini, pasar sudah menunjukkan tanda-tanda keruntuhan yang nyata, membutuhkan waktu refleksi lebih lama.

Peringatan tingkat 3 (penurunan 20%): Jika penurunan mencapai 20%, seluruh perdagangan hari itu dihentikan. Ini adalah garis pertahanan terakhir, menandai bahwa pasar sudah dalam keadaan krisis.

Perlu dicatat bahwa, tingkat 1 dan 2 hanya akan dipicu sekali dalam satu hari perdagangan. Misalnya, indeks turun 7% dan memicu suspensi, setelah 15 menit perdagangan dilanjutkan. Jika kemudian turun lagi 7%, tidak akan memicu suspensi lagi kecuali turun langsung ke 13% dan memicu tingkat 2.

Faktor waktu juga sangat penting. Jika suspensi tingkat 1 atau 2 terjadi setelah pukul 15:25 waktu Timur AS (35 menit sebelum penutupan), pasar akan tetap berlanjut tanpa dihentikan, kecuali penurunan mencapai 20% yang memicu suspensi tingkat 3. Desain ini untuk menghindari kekacauan akibat penghentian yang terlalu sering menjelang penutupan pasar.

Sistem pemutus suspensi juga dilengkapi dengan mekanisme batasan kenaikan dan penurunan harga individual saham (LULD). Jika sebuah saham mengalami volatilitas ekstrem, bursa akan memberlakukan pembatasan transaksi selama 15 detik. Jika setelah itu masih belum normal, akan dihentikan selama 5 menit. Perlindungan ini mencegah lonjakan ekstrem akibat berita buruk mendadak.

Sejarah Bukti: Dari Black Monday Hingga Empat Kali Pemutus Suspensi di 2020

Sejak 1988, ketika mekanisme pemutus suspensi resmi diterapkan, pasar saham AS hanya mengalami 5 kali suspensi, menunjukkan betapa jarang dan langkanya krisis pasar.

19 Oktober 1987 adalah hari paling gelap dalam sejarah pasar saham AS. Pada hari itu, indeks Dow Jones turun 508,32 poin, sebesar 22,61%—ini adalah keruntuhan pasar tanpa perlindungan suspensi. Saat itu, dari pasar saham AS, seluruh dunia mengikuti kejatuhan dalam beberapa jam, pasar benar-benar kehilangan kendali. Bencana ini langsung memicu lahirnya mekanisme suspensi.

Melihat kembali tren pasar 1987, dari awal tahun indeks Nasdaq melonjak dari 348 poin ke 430 poin pada Agustus (peningkatan 23,6%), pasar sudah menggelembung besar. Pada pertengahan September dan awal Oktober, dengan datangnya hari pembagian dividen, tekanan jual mulai muncul. Setelah Nasdaq mencapai puncaknya di awal Oktober, pasar mulai turun dengan volume tinggi, memicu reaksi berantai.

Pada 27 Oktober 1997, krisis keuangan Asia melanda pasar AS, indeks Dow turun 7,18%, memicu suspensi tingkat 1 pertama dalam sejarah, selama 15 menit sebelum kembali beraktivitas.

Terakhir, yang paling mengesankan adalah tahun 2020, di mana dalam satu bulan terjadi 4 kali suspensi, yang mana 80% dari total 5 kali suspensi yang pernah terjadi dalam sejarah pasar AS—sebuah catatan yang sangat signifikan.

Awal 2020, pandemi COVID-19 mulai menyebar, data infeksi harian terus memecahkan rekor. Virus menyebar cepat ke seluruh dunia, berbagai negara memberlakukan isolasi sosial dan larangan berkumpul, menyebabkan aktivitas ekonomi hampir berhenti. Rantai pasok terganggu, perusahaan berhenti beroperasi, tingkat pengangguran melonjak, dan kekhawatiran resesi melanda.

Lebih parah lagi, awal Maret, negosiasi minyak antara Arab Saudi dan Rusia pecah, Arab Saudi meningkatkan produksi minyak, harga minyak internasional anjlok. Peristiwa “black swan” ini memicu gejolak pasar saham.

Pada 9, 12, 16, dan 18 Maret, indeks S&P 500 turun lebih dari 7% secara berurutan, memicu suspensi tingkat 1 sebanyak empat kali. Pada 18 Maret, indeks Dow Jones turun 2999 poin, sebesar 12,9%. Sampai 18 Maret, indeks Nasdaq turun 26% dari puncaknya di Februari, S&P 500 turun 30%, dan Dow Jones turun 31%. Meski pemerintah AS mengumumkan paket bantuan miliaran dolar, pasar hanya bisa sedikit tenang sementara, tidak mampu membalikkan tren penurunan.

Dualitas Pemutus Suspensi: Menyelamatkan atau Memperburuk?

Mekanisme suspensi dirancang untuk menstabilkan pasar dan melindungi investor, tetapi dalam praktiknya, efeknya bisa kompleks.

Pengaruh positif adalah, suspensi dapat memutus rantai penyebaran kepanikan. Saat perdagangan dihentikan sementara, investor punya waktu untuk berpikir tenang, menilai ulang situasi, dan tidak terjebak psikologi massa yang terus menjual. Waktu 15 menit ini seringkali mampu mengembalikan pasar ke jalur rasional.

Namun, efek negatifnya juga nyata. Beberapa studi menunjukkan bahwa, mendekati titik kritis suspensi, investor justru akan semakin cepat menjual, takut jika suspensi terjadi, mereka tidak bisa keluar posisi tepat waktu. Perilaku “berlomba keluar” ini justru memperbesar volatilitas pasar. Selain itu, jeda perdagangan sendiri bisa meningkatkan kecemasan investor—ketidakpastian apa yang terjadi selama suspensi dan apa yang akan terjadi setelah perdagangan dibuka kembali.

Oleh karena itu, mekanisme suspensi adalah pedang bermata dua, efeknya tergantung pada situasi spesifik.

Bagaimana Investor Harus Menanggapi?

Jika kembali terjadi suspensi di pasar saham AS, jangan panik. Sejarah menunjukkan, setiap suspensi bukan akhir dari segalanya, pasar akhirnya akan pulih.

Pertama, pegang prinsip menjaga kas sebagai prioritas. Saat pasar bergejolak, menjaga cadangan kas yang cukup jauh lebih penting daripada terburu-buru berinvestasi. Ini melindungi modal dan memberi peluang untuk berinvestasi kembali saat kondisi membaik.

Kedua, tingkatkan kewaspadaan terhadap kejadian tak terduga. Suspensi sering dipicu oleh peristiwa black swan yang tak terduga—pandemi, perang, perubahan kebijakan mendadak. Meski tidak bisa diprediksi secara pasti, diversifikasi aset bisa membantu mengurangi risiko tunggal.

Ketiga, pahami batasan kenaikan dan penurunan harga saham. Memahami mekanisme batasan ini dan level suspensi pasar akan membantu Anda membuat keputusan lebih rasional saat volatilitas tinggi.

Ringkasan

Mekanisme pemutus suspensi di pasar saham adalah rem darurat, bukan penutup pasar. Melalui tiga tingkat penangguhan (7%, 13%, 20%), pasar diberi waktu untuk tenang dan menilai ulang.

Mekanisme ini lahir dari pelajaran pahit Black Monday 1987, dan setelah 37 tahun berjalan, terbukti penting. Baik krisis Asia 1997 maupun pandemi 2020, suspensi berperan menstabilkan pasar.

Investor harus memahami bahwa suspensi bukan hal buruk, melainkan tanda bahwa pasar berfungsi secara sehat. Saat suspensi terjadi, anggaplah itu sebagai sinyal—pasar memberi tahu Anda bahwa sudah saatnya berhenti sejenak dan berpikir ulang.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)