Asset mencapai puncak baru yang bersamaan sinyal bahaya
Performa pasar akhir-akhir ini memang sangat menggembirakan—saham mencapai rekor tertinggi, emas menembus rekor baru, harga perak dan tembaga juga sedang ramai diperbincangkan, bahkan dana pasar uang pun ikut terkena dampaknya. Indeks global terus menguat, di mana-mana orang berteriak "paruh kedua pasar bullish telah datang", seolah-olah penuh peluang di mana-mana.
Namun, inilah saat yang paling harus waspada.
Sejarah menunjukkan bahwa kenaikan aset secara bersamaan sering kali menjadi sinyal pasar terlalu panas. Newton adalah contoh klasik—dia melakukan all-in saat puncak gelembung South Sea, dan akhirnya kehilangan segalanya. Ketika semua hal mencapai rekor tertinggi secara bersamaan, mekanisme penetapan harga pasar sudah kehilangan keaslian, risiko tersembunyi di balik kemakmuran. Sikap serakah akan memperbesar, suara rasional akan tenggelam.
Langkah selanjutnya apa? Tidak ada yang bisa memastikan. Tapi sejarah tidak pernah berulang secara persis, hanya berirama. Pada saat ini, berhati-hati lebih berharga daripada optimisme.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
LiquidatedDreams
· 5jam yang lalu
Newton saja sudah mengalami kegagalan, kita masih berani bertaruh besar, kali ini benar-benar berbeda?
Masalah menebak irama sejarah, saya percaya, tapi orang yang percaya tidak pernah bisa mendapatkan uang haha.
Saat semuanya naik, itu adalah saat yang paling berbahaya, tidak ada yang salah dengan itu, tinggal siapa yang bisa menahan diri untuk tidak bertindak.
Aset melambung tinggi, rasanya seperti ketenangan sebelum gelembung pecah...
Keserakahan ini, semua orang tahu tidak boleh ada, tapi saat peluang datang, siapa yang bisa menghentikan diri sendiri?
Merasa ritme saat ini agak aneh, terlalu lancar malah membuat tidak tenang.
Mengatakan berhati-hati lebih berharga daripada optimisme, tapi yang selalu merugi adalah kelompok orang berhati-hati itu, ironi, kan.
Cerita tentang gelembung Laut Selatan sudah basi, tapi masih ada yang maju terus...
Jadi sebenarnya harus naik atau menunggu, saya benar-benar bingung.
Paruh kedua pasar bullish? Saya rasa ini seperti kegilaan terakhir.
Lihat AsliBalas0
SerumSquirter
· 5jam yang lalu
Justru harus lebih tegang saat semuanya melonjak, bahkan Newton pernah mengalami kecelakaan juga
Lihat AsliBalas0
RugResistant
· 5jam yang lalu
Tanda bahaya di mana-mana rn... semuanya sedang naik secara bersamaan adalah secara harfiah gangguan pasar dalam buku teks. menganalisis pola secara menyeluruh—ini bukan penemuan harga yang sehat, ini euforia dengan steroid. dyor tapi setup ini berteriak kerentanan bagi saya ngl
Lihat AsliBalas0
TeaTimeTrader
· 5jam yang lalu
Bahkan Newton bisa all in dan mengalami kerugian besar, kita masih berpikir untuk masuk pasar, bukankah ini seperti rima sejarah?
Asset mencapai puncak baru yang bersamaan sinyal bahaya
Performa pasar akhir-akhir ini memang sangat menggembirakan—saham mencapai rekor tertinggi, emas menembus rekor baru, harga perak dan tembaga juga sedang ramai diperbincangkan, bahkan dana pasar uang pun ikut terkena dampaknya. Indeks global terus menguat, di mana-mana orang berteriak "paruh kedua pasar bullish telah datang", seolah-olah penuh peluang di mana-mana.
Namun, inilah saat yang paling harus waspada.
Sejarah menunjukkan bahwa kenaikan aset secara bersamaan sering kali menjadi sinyal pasar terlalu panas. Newton adalah contoh klasik—dia melakukan all-in saat puncak gelembung South Sea, dan akhirnya kehilangan segalanya. Ketika semua hal mencapai rekor tertinggi secara bersamaan, mekanisme penetapan harga pasar sudah kehilangan keaslian, risiko tersembunyi di balik kemakmuran. Sikap serakah akan memperbesar, suara rasional akan tenggelam.
Langkah selanjutnya apa? Tidak ada yang bisa memastikan. Tapi sejarah tidak pernah berulang secara persis, hanya berirama. Pada saat ini, berhati-hati lebih berharga daripada optimisme.