Rabu datang dengan berita besar—pemimpin platform kepatuhan dari salah satu bursa kripto terkemuka di AS, Brian Armstrong, secara langsung menanggapi di media sosial, mengatakan bahwa RUU struktur pasar kripto yang sedang didorong oleh Komite Perbankan Senat saat ini "secara substansial lebih buruk daripada regulasi yang ada saat ini." Ucapan ini cukup tegas, dan dirilis beberapa jam sebelum komite bersiap untuk melakukan voting pada Kamis pagi.
Latar belakangnya apa? RUU ini awalnya dimaksudkan untuk merapikan kekacauan—menetapkan batas kekuasaan antara Commodity Futures Trading Commission dan Securities and Exchange Commission di pasar kripto, mendefinisikan aset digital mana yang termasuk sekuritas, mana yang termasuk komoditas, dan juga membangun standar pengungkapan serta kepatuhan yang baru. Seharusnya ini menjadi tonggak penting dalam regulasi kripto di AS.
Namun, sikap Armstrong berbalik menarik. Beberapa bulan terakhir, sebuah platform kepatuhan sempat berdebat cukup alot di Washington, terlibat dalam negosiasi legislasi, dan kini justru mengatakan, "Kami lebih baik tidak punya undang-undang sama sekali daripada memiliki undang-undang yang buruk." Dia secara khusus mengkritik beberapa isu inti dalam cuitannya, terutama yang berkaitan dengan keuangan terdesentralisasi, hasil dari stablecoin, dan pembagian kekuasaan regulasi.
Perubahan ini juga mencerminkan semakin cepatnya perpecahan di dalam industri kripto itu sendiri. Pandangan terhadap arah regulasi jelas tidak seuniform yang terlihat di permukaan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Rabu datang dengan berita besar—pemimpin platform kepatuhan dari salah satu bursa kripto terkemuka di AS, Brian Armstrong, secara langsung menanggapi di media sosial, mengatakan bahwa RUU struktur pasar kripto yang sedang didorong oleh Komite Perbankan Senat saat ini "secara substansial lebih buruk daripada regulasi yang ada saat ini." Ucapan ini cukup tegas, dan dirilis beberapa jam sebelum komite bersiap untuk melakukan voting pada Kamis pagi.
Latar belakangnya apa? RUU ini awalnya dimaksudkan untuk merapikan kekacauan—menetapkan batas kekuasaan antara Commodity Futures Trading Commission dan Securities and Exchange Commission di pasar kripto, mendefinisikan aset digital mana yang termasuk sekuritas, mana yang termasuk komoditas, dan juga membangun standar pengungkapan serta kepatuhan yang baru. Seharusnya ini menjadi tonggak penting dalam regulasi kripto di AS.
Namun, sikap Armstrong berbalik menarik. Beberapa bulan terakhir, sebuah platform kepatuhan sempat berdebat cukup alot di Washington, terlibat dalam negosiasi legislasi, dan kini justru mengatakan, "Kami lebih baik tidak punya undang-undang sama sekali daripada memiliki undang-undang yang buruk." Dia secara khusus mengkritik beberapa isu inti dalam cuitannya, terutama yang berkaitan dengan keuangan terdesentralisasi, hasil dari stablecoin, dan pembagian kekuasaan regulasi.
Perubahan ini juga mencerminkan semakin cepatnya perpecahan di dalam industri kripto itu sendiri. Pandangan terhadap arah regulasi jelas tidak seuniform yang terlihat di permukaan.