Saya baru saja melihat sebuah laporan penelitian yang cukup menarik, bank internasional terkenal Standard Chartered dalam analisis terbarunya mengeluarkan prediksi berani—Ethereum bisa mencapai $40.000 pada tahun 2030.
Logika mereka seperti ini: jika performa Bitcoin tidak sesuai harapan, justru akan memberi peluang bagi Ethereum. Kepala riset aset digital Standard Chartered Geoffrey Kendrick bahkan secara langsung menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun Ethereum, seperti halnya tahun 2021. Rasio harga keduanya mungkin akan kembali ke puncak tertinggi sejarah tahun 2021.
Mengapa begitu optimis terhadap Ethereum? Laporan ini menunjukkan beberapa faktor kunci. Pertama, ETF dan brankas aset digital memiliki pengaruh relatif lemah terhadap harga Ethereum, yang berarti saat lebih banyak dana institusional mengalir masuk, ruang kenaikannya lebih besar. Meskipun arus dana ETF kripto secara keseluruhan melambat, pengaruhnya terhadap Ethereum justru melebihi Bitcoin.
Dari segi teknologi juga cukup menjanjikan. Tim pengembang Ethereum sedang mendorong sebuah rencana ambisius—menaikkan throughput transaksi blockchain 10 kali lipat dalam 2-3 tahun ke depan. Jika ini berhasil, itu benar-benar akan menjadi titik balik besar.
Dari segi kebijakan, dorongan terhadap RUU Clarity di AS juga dipandang sebagai kabar baik. Standard Chartered memperkirakan RUU ini akan disahkan pada kuartal pertama 2026, yang akan memberi nilai tambah bagi Ethereum dan ekosistem besar di atas jaringannya.
Namun perlu dicatat, Standard Chartered juga menyesuaikan ekspektasi mereka baru-baru ini. Mereka mengubah target harga Ethereum tahun 2026 dari $12.000 menjadi $7.500, dan tahun 2027 dari $18.000 menjadi $15.000. Sementara itu, mereka tetap mempertahankan target Bitcoin tahun 2030 sebesar $500.000.
Laporan ini sebenarnya mencerminkan pemahaman baru pasar terhadap fundamental Ethereum—bukan lagi soal ini atau itu, melainkan evolusi kompetisi ekosistem.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Saya baru saja melihat sebuah laporan penelitian yang cukup menarik, bank internasional terkenal Standard Chartered dalam analisis terbarunya mengeluarkan prediksi berani—Ethereum bisa mencapai $40.000 pada tahun 2030.
Logika mereka seperti ini: jika performa Bitcoin tidak sesuai harapan, justru akan memberi peluang bagi Ethereum. Kepala riset aset digital Standard Chartered Geoffrey Kendrick bahkan secara langsung menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun Ethereum, seperti halnya tahun 2021. Rasio harga keduanya mungkin akan kembali ke puncak tertinggi sejarah tahun 2021.
Mengapa begitu optimis terhadap Ethereum? Laporan ini menunjukkan beberapa faktor kunci. Pertama, ETF dan brankas aset digital memiliki pengaruh relatif lemah terhadap harga Ethereum, yang berarti saat lebih banyak dana institusional mengalir masuk, ruang kenaikannya lebih besar. Meskipun arus dana ETF kripto secara keseluruhan melambat, pengaruhnya terhadap Ethereum justru melebihi Bitcoin.
Dari segi teknologi juga cukup menjanjikan. Tim pengembang Ethereum sedang mendorong sebuah rencana ambisius—menaikkan throughput transaksi blockchain 10 kali lipat dalam 2-3 tahun ke depan. Jika ini berhasil, itu benar-benar akan menjadi titik balik besar.
Dari segi kebijakan, dorongan terhadap RUU Clarity di AS juga dipandang sebagai kabar baik. Standard Chartered memperkirakan RUU ini akan disahkan pada kuartal pertama 2026, yang akan memberi nilai tambah bagi Ethereum dan ekosistem besar di atas jaringannya.
Namun perlu dicatat, Standard Chartered juga menyesuaikan ekspektasi mereka baru-baru ini. Mereka mengubah target harga Ethereum tahun 2026 dari $12.000 menjadi $7.500, dan tahun 2027 dari $18.000 menjadi $15.000. Sementara itu, mereka tetap mempertahankan target Bitcoin tahun 2030 sebesar $500.000.
Laporan ini sebenarnya mencerminkan pemahaman baru pasar terhadap fundamental Ethereum—bukan lagi soal ini atau itu, melainkan evolusi kompetisi ekosistem.