Belakangan ini, kontroversi tentang independensi Federal Reserve menjadi perbincangan hangat. Trump sering mengeluarkan pernyataan yang meragukan operasi independen Federal Reserve, bahkan mengisyaratkan kemungkinan melakukan penyesuaian personel setelah masa jabatan Powell berakhir pada Mei. Meskipun dia menyatakan belum ada rencana pemecatan secara spesifik, kalimat "masih terlalu dini untuk menyimpulkan" jelas meninggalkan banyak tanda tanya.



Langkah ini langsung menarik perhatian dunia keuangan global. Tahukah kamu, bank sentral dari berbagai negara jarang sekali bersatu menyatakan dukungan terhadap Powell, menekankan betapa pentingnya independensi Federal Reserve. Mantan Presiden Bank Sentral Eropa, Trichet, bahkan secara terbuka menyatakan—ini membalikkan konsensus global selama hampir 50 tahun, yang setara dengan ingin menjadikan Federal Reserve sebagai "alat patuh dari departemen administratif". Gubernur Bank Sentral Finlandia, Rehn, juga mengeluarkan peringatan, bahwa kredibilitas Federal Reserve adalah dasar stabilitas harga global. Jika kredibilitas itu terganggu, inflasi global bisa meningkat secara struktural, dan konsekuensinya bisa sangat mengerikan.

Secara sederhana, risiko utama ada di sini:

**Pertama, kepercayaan terhadap dolar bisa runtuh.** Jika independensi Federal Reserve terganggu, kepercayaan pasar internasional terhadap dolar akan goyah, tekanan depresiasi jangka panjang akan meningkat. Perlu diingat, dolar adalah patokan sistem keuangan global—kalau ada masalah, seluruh dunia akan ikut terguncang.

**Kedua, inflasi global bisa kehilangan kendali.** Jika kebijakan moneter berubah menjadi alat politik dan bukan keputusan profesional, mekanisme stabilitas harga akan terganggu. Ini adalah mimpi buruk bagi ekonomi global.

**Ketiga, rantai utang bisa putus.** Saat ini, utang AS sudah sangat tinggi, dan seluruh sistem keuangan bergantung pada lingkungan suku bunga rendah agar tetap berjalan normal. Jika independensi Federal Reserve hilang, risiko rantai pembiayaan tiba-tiba putus akan meningkat secara signifikan.

Di sisi lain, Trump mengklaim dirinya lebih paham ekonomi daripada Powell, bahkan sudah mencari pengganti, dengan daftar termasuk mantan pejabat Wosh dan mantan penasihat Hasset. Laporan analisis dari Citibank juga menunjukkan bahwa ancaman populisme ini mungkin tidak hanya di AS, tetapi juga di Eropa, Inggris, dan tempat lain yang bank sentralnya mungkin menghadapi tekanan serupa.

Situasi saat ini sangat aneh—utang AS berada di posisi tertinggi dalam sejarah, tetapi pasar tetap tenang. Jika independensi Federal Reserve benar-benar dipotong, ketenangan ini bisa hilang dalam sekejap, dan guncangan terhadap tatanan keuangan global bisa sangat parah. Jujur saja, siapa yang tahu pasti. Jadi, ini bukan hanya masalah dalam negeri AS, tetapi juga mengancam fondasi kepercayaan dolar dan berpotensi memicu serangkaian risiko keuangan global yang berantai.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 5
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
DegenRecoveryGroupvip
· 17jam yang lalu
Gelombang ini terlalu gila, jika Trump benar-benar menjadikan Federal Reserve sebagai boneka, apa lagi yang bisa dilakukan dolar AS
Lihat AsliBalas0
SwapWhisperervip
· 17jam yang lalu
The Federal Reserve menjadi mesin penarik politik? Sekarang semua bank sentral di seluruh dunia menjadi panik, menunjukkan bahwa ini benar-benar masalah besar
Lihat AsliBalas0
DefiPlaybookvip
· 18jam yang lalu
Menurut data yang ada, jika independensi Federal Reserve dipolitisasi, depresiasi dolar AS dalam 6 bulan setelah kejadian serupa dalam sejarah biasanya berkisar antara 8-15%. Risiko ini tidak boleh diabaikan. Berdasarkan analisis data on-chain dan hubungan keuangan tradisional, probabilitas kerusakan rantai utang telah diremehkan. Perlu dicatat bahwa saat ini rasio utang terhadap PDB telah menembus 140%. Dari tiga dimensi, pertama, keruntuhan kepercayaan bank sentral akan langsung mempengaruhi mekanisme jaminan stablecoin, kedua, inflasi yang tidak terkendali akan menghancurkan model risiko DeFi lending, ketiga, depresiasi dolar AS akan memperburuk risiko lintas rantai. Pada dasarnya, ini adalah "smart contract" dari keuangan tradisional yang secara manusiawi dirusak. Melihat laporan dari Citibank, kita tahu betapa kompleksnya mekanisme penularan ancaman populisme ini. Singkatnya, risiko sistemik mulai dari tingkat bank sentral menyebar ke bawah, dan DeFi sama sekali tidak mampu menahan.
Lihat AsliBalas0
AirdropHunter9000vip
· 18jam yang lalu
Mengendalikan Federal Reserve sama dengan mengendalikan keuangan global, langkah Trump ini benar-benar langkah berisiko, di balik ketenangan pasar tersembunyi badai besar.
Lihat AsliBalas0
SerumSquirtervip
· 18jam yang lalu
The Federal Reserve merasa terganggu, sepertinya ini benar-benar akan terjadi sesuatu.
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)