Logam putih kembali menjadi berita utama. Setelah beberapa tahun yang bergejolak, harga spot perak saat ini telah naik secara dramatis di tahun 2024, baru-baru ini menyentuh US$34,20 per ons pada 21 Oktober—tingkat tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Kebangkitan ini membuat para investor mengingat kembali pertanyaan lama: seberapa tinggi sebenarnya perak bisa naik?
Rally 2024: Apa yang Mendorong Lonjakan Ini
Perak memulai tahun 2024 dengan kondisi yang goyah, tetapi trajektori berubah tajam setelah bulan Maret. Ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve memicu reli yang mendorong logam ini melewati US$30 menandai secara psikologis penting pada pertengahan Mei. Harga mencapai US$32,33 per ons pada 20 Mei, menandai puncak selama 12 tahun pada saat itu. Penarikan di musim panas menurunkan harga ke US$26,64 pada Agustus, tetapi kuartal keempat membalikkan kelemahan tersebut.
Apa yang memicu kekuatan saat ini? Tiga faktor saling bertabrakan. Pertama, ketegangan geopolitik—terutama meningkatnya konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian pemilihan umum AS—mendorong permintaan safe-haven. Kedua, ekspektasi pelonggaran moneter yang berkelanjutan menjaga suku bunga tetap mendukung. Ketiga, dan sering diabaikan, permintaan industri dari pembuatan panel surya meningkat seiring dunia beralih ke energi terbarukan. Perak adalah komponen penting dalam sistem fotovoltaik, yang menciptakan dua kekuatan pendorong: baik dari investasi maupun pembelian industri.
Sejak awal tahun, logam ini naik hampir 48 persen, menandai salah satu performa terbaiknya dalam beberapa tahun.
Catatan Sejarah: Seberapa Tinggi Perak Pernah Naik?
Memahami posisi perak saat ini memerlukan melihat ke belakang. Puncak absolut terjadi pada 17 Januari 1980, ketika harga spot perak saat ini mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$49,95 per ons. Namun, rekor ini berasal dari manipulasi pasar. Dua spekulan kaya—saudara Hunt—berusaha menguasai pasar dengan mengakumulasi logam fisik dan kontrak berjangka. Alih-alih menerima penyelesaian tunai, mereka mengambil pengiriman, secara artifisial menaikkan harga. Skema ini runtuh secara spektakuler pada 27 Maret 1980—hari yang dikenal sebagai “Silver Thursday”—ketika mereka gagal memenuhi margin call dan harga jatuh ke US$10,80.
Rekor tersebut tidak teruji selama tiga dekade. Pada April 2011, harga spot perak saat ini mencapai US$47,94, didorong oleh permintaan investasi yang nyata setelah krisis keuangan 2008. Harga melonjak dari rata-rata hanya US$14,67 pada 2009, lebih dari tiga kali lipat dalam dua tahun saja. Namun, bahkan lonjakan eksplosif ini tidak mampu mencapai puncak tahun 1980.
Mekanisme Pasar: Bagaimana Perak Dihargai
Harga spot perak saat ini mencerminkan aktivitas di beberapa pusat perdagangan—New York, London, dan Hong Kong adalah pusatnya—dengan logam dikutip dalam dolar dan sen per ons. Dua pasar yang berbeda beroperasi secara bersamaan: pasar spot fisik, di mana pembeli membeli bullion dan menerima pengiriman langsung, dan pasar berjangka di tempat seperti NYMEX, di mana trader memasuki kontrak untuk pengiriman di masa depan.
Investor dapat mendapatkan eksposur melalui tiga jalur: bullion fisik (batang dan koin), kontrak kertas (futures), atau dana yang diperdagangkan di bursa (ETFs). Masing-masing menawarkan keuntungan berbeda. Kepemilikan fisik memberikan keamanan tetapi memerlukan penyimpanan; futures menawarkan leverage tetapi membutuhkan pengelolaan aktif; ETF memberikan kenyamanan dan fleksibilitas.
Mengapa Perak Bergerak: Pasokan, Permintaan, dan Volatilitas
Harga spot perak saat ini tidak bergerak sendiri. Berbeda dengan emas, yang terutama merupakan aset investasi, perak melayani dua tujuan: investor menganggapnya sebagai penyimpan nilai, sementara produsen menggunakannya dalam panel surya, elektronik, kedokteran, dan aplikasi otomotif. Sifat ganda ini membuat perak menjadi sangat volatil.
Di sisi pasokan, Meksiko, China, dan Peru menyumbang sebagian besar produksi—meskipun perak biasanya merupakan produk sampingan dari penambangan emas dan tembaga. Silver Institute memproyeksikan penurunan produksi tambang global sebesar 0,8 persen menjadi 823,5 juta ons di tahun 2024, karena kadar bijih yang lebih rendah dan penutupan tambang di Argentina, Australia, dan Rusia mengimbangi proyek baru di AS dan Maroko.
Permintaan menunjukkan cerita yang lebih optimis. Perkiraan produksi industri akan tumbuh 2 persen, dengan permintaan dari sektor surya melonjak 20 persen. Namun, investasi fisik dalam bullion diperkirakan akan menyusut 13 persen, menciptakan hambatan tertentu. Meskipun demikian, pasar menghadapi defisit struktural sebesar 215,3 juta ons di tahun 2024—yang kedua terbesar dalam lebih dari dua dekade.
Pertanyaan Manipulasi: Risiko yang Perlu Dipantau
Investor harus tahu bahwa manipulasi harga telah menjadi masalah di pasar logam mulia. Pada 2015, penyelidikan AS mengungkapkan bahwa 10 bank, termasuk Deutsche Bank, UBS, HSBC, dan Bank of Nova Scotia, melakukan manipulasi harga perak antara 2007 dan 2013. JPMorgan Chase membayar US$920 juta pada 2020 untuk menyelesaikan penyelidikan federal terkait manipulasi logam mulia. Meski pasar telah bergerak menuju transparansi yang lebih besar sejak London Silver Market Fixing digantikan oleh LBMA Silver Price pada 2014, kewaspadaan tetap diperlukan.
Jalan ke Depan: Bisakah Perak Mencapai US$50?
Pertanyaan tetap ada: akankah harga spot perak saat ini akhirnya menembus US$50 penghalang? Para teknisi mencatat bahwa logam ini harus mempertahankan posisinya di atas US$30, sebuah level dukungan kritis. Kondisi makro tampaknya mendukung untuk saat ini—pelonggaran moneter, ketidakpastian geopolitik, dan angin sakal transisi energi semuanya mendukung harga yang lebih tinggi.
Namun, volatilitas perak berarti tidak ada yang pasti. Apakah logam putih ini akan mencapai level tahun 1980 atau menetap lebih rendah tergantung pada keseimbangan antara permintaan investasi dan konsumsi industri, trajektori suku bunga, dan kondisi makroekonomi yang lebih luas. Satu hal yang pasti: para investor akan terus memantau.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kenaikan Harga Spot Perak Saat Ini dan Apa yang Dapat Diceritakan Sejarah tentang Potensi Masa Depan
Logam putih kembali menjadi berita utama. Setelah beberapa tahun yang bergejolak, harga spot perak saat ini telah naik secara dramatis di tahun 2024, baru-baru ini menyentuh US$34,20 per ons pada 21 Oktober—tingkat tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Kebangkitan ini membuat para investor mengingat kembali pertanyaan lama: seberapa tinggi sebenarnya perak bisa naik?
Rally 2024: Apa yang Mendorong Lonjakan Ini
Perak memulai tahun 2024 dengan kondisi yang goyah, tetapi trajektori berubah tajam setelah bulan Maret. Ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve memicu reli yang mendorong logam ini melewati US$30 menandai secara psikologis penting pada pertengahan Mei. Harga mencapai US$32,33 per ons pada 20 Mei, menandai puncak selama 12 tahun pada saat itu. Penarikan di musim panas menurunkan harga ke US$26,64 pada Agustus, tetapi kuartal keempat membalikkan kelemahan tersebut.
Apa yang memicu kekuatan saat ini? Tiga faktor saling bertabrakan. Pertama, ketegangan geopolitik—terutama meningkatnya konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian pemilihan umum AS—mendorong permintaan safe-haven. Kedua, ekspektasi pelonggaran moneter yang berkelanjutan menjaga suku bunga tetap mendukung. Ketiga, dan sering diabaikan, permintaan industri dari pembuatan panel surya meningkat seiring dunia beralih ke energi terbarukan. Perak adalah komponen penting dalam sistem fotovoltaik, yang menciptakan dua kekuatan pendorong: baik dari investasi maupun pembelian industri.
Sejak awal tahun, logam ini naik hampir 48 persen, menandai salah satu performa terbaiknya dalam beberapa tahun.
Catatan Sejarah: Seberapa Tinggi Perak Pernah Naik?
Memahami posisi perak saat ini memerlukan melihat ke belakang. Puncak absolut terjadi pada 17 Januari 1980, ketika harga spot perak saat ini mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$49,95 per ons. Namun, rekor ini berasal dari manipulasi pasar. Dua spekulan kaya—saudara Hunt—berusaha menguasai pasar dengan mengakumulasi logam fisik dan kontrak berjangka. Alih-alih menerima penyelesaian tunai, mereka mengambil pengiriman, secara artifisial menaikkan harga. Skema ini runtuh secara spektakuler pada 27 Maret 1980—hari yang dikenal sebagai “Silver Thursday”—ketika mereka gagal memenuhi margin call dan harga jatuh ke US$10,80.
Rekor tersebut tidak teruji selama tiga dekade. Pada April 2011, harga spot perak saat ini mencapai US$47,94, didorong oleh permintaan investasi yang nyata setelah krisis keuangan 2008. Harga melonjak dari rata-rata hanya US$14,67 pada 2009, lebih dari tiga kali lipat dalam dua tahun saja. Namun, bahkan lonjakan eksplosif ini tidak mampu mencapai puncak tahun 1980.
Mekanisme Pasar: Bagaimana Perak Dihargai
Harga spot perak saat ini mencerminkan aktivitas di beberapa pusat perdagangan—New York, London, dan Hong Kong adalah pusatnya—dengan logam dikutip dalam dolar dan sen per ons. Dua pasar yang berbeda beroperasi secara bersamaan: pasar spot fisik, di mana pembeli membeli bullion dan menerima pengiriman langsung, dan pasar berjangka di tempat seperti NYMEX, di mana trader memasuki kontrak untuk pengiriman di masa depan.
Investor dapat mendapatkan eksposur melalui tiga jalur: bullion fisik (batang dan koin), kontrak kertas (futures), atau dana yang diperdagangkan di bursa (ETFs). Masing-masing menawarkan keuntungan berbeda. Kepemilikan fisik memberikan keamanan tetapi memerlukan penyimpanan; futures menawarkan leverage tetapi membutuhkan pengelolaan aktif; ETF memberikan kenyamanan dan fleksibilitas.
Mengapa Perak Bergerak: Pasokan, Permintaan, dan Volatilitas
Harga spot perak saat ini tidak bergerak sendiri. Berbeda dengan emas, yang terutama merupakan aset investasi, perak melayani dua tujuan: investor menganggapnya sebagai penyimpan nilai, sementara produsen menggunakannya dalam panel surya, elektronik, kedokteran, dan aplikasi otomotif. Sifat ganda ini membuat perak menjadi sangat volatil.
Di sisi pasokan, Meksiko, China, dan Peru menyumbang sebagian besar produksi—meskipun perak biasanya merupakan produk sampingan dari penambangan emas dan tembaga. Silver Institute memproyeksikan penurunan produksi tambang global sebesar 0,8 persen menjadi 823,5 juta ons di tahun 2024, karena kadar bijih yang lebih rendah dan penutupan tambang di Argentina, Australia, dan Rusia mengimbangi proyek baru di AS dan Maroko.
Permintaan menunjukkan cerita yang lebih optimis. Perkiraan produksi industri akan tumbuh 2 persen, dengan permintaan dari sektor surya melonjak 20 persen. Namun, investasi fisik dalam bullion diperkirakan akan menyusut 13 persen, menciptakan hambatan tertentu. Meskipun demikian, pasar menghadapi defisit struktural sebesar 215,3 juta ons di tahun 2024—yang kedua terbesar dalam lebih dari dua dekade.
Pertanyaan Manipulasi: Risiko yang Perlu Dipantau
Investor harus tahu bahwa manipulasi harga telah menjadi masalah di pasar logam mulia. Pada 2015, penyelidikan AS mengungkapkan bahwa 10 bank, termasuk Deutsche Bank, UBS, HSBC, dan Bank of Nova Scotia, melakukan manipulasi harga perak antara 2007 dan 2013. JPMorgan Chase membayar US$920 juta pada 2020 untuk menyelesaikan penyelidikan federal terkait manipulasi logam mulia. Meski pasar telah bergerak menuju transparansi yang lebih besar sejak London Silver Market Fixing digantikan oleh LBMA Silver Price pada 2014, kewaspadaan tetap diperlukan.
Jalan ke Depan: Bisakah Perak Mencapai US$50?
Pertanyaan tetap ada: akankah harga spot perak saat ini akhirnya menembus US$50 penghalang? Para teknisi mencatat bahwa logam ini harus mempertahankan posisinya di atas US$30, sebuah level dukungan kritis. Kondisi makro tampaknya mendukung untuk saat ini—pelonggaran moneter, ketidakpastian geopolitik, dan angin sakal transisi energi semuanya mendukung harga yang lebih tinggi.
Namun, volatilitas perak berarti tidak ada yang pasti. Apakah logam putih ini akan mencapai level tahun 1980 atau menetap lebih rendah tergantung pada keseimbangan antara permintaan investasi dan konsumsi industri, trajektori suku bunga, dan kondisi makroekonomi yang lebih luas. Satu hal yang pasti: para investor akan terus memantau.