Metode high-low adalah pendekatan akuntansi biaya yang sederhana yang membantu bisnis memisahkan biaya tetap dari biaya variabel hanya dengan menggunakan dua titik data—yaitu tingkat aktivitas tertinggi dan terendah. Alih-alih memerlukan analisis statistik yang kompleks, metode ini memberikan wawasan cepat tentang bagaimana pengeluaran berperilaku pada skala produksi yang berbeda, sehingga sangat berharga untuk perencanaan biaya dan pengambilan keputusan operasional.
Prinsip Inti di Balik Metode High-Low
Pada dasarnya, metode high-low bekerja dengan memeriksa titik ekstrem dalam data operasional Anda. Baik diukur dalam unit yang diproduksi, pelanggan yang dilayani, maupun transaksi yang diselesaikan, titik ekstrem ini mengungkapkan hubungan antara aktivitas bisnis dan total biaya. Metode ini mengasumsikan bahwa hubungan ini bersifat linier—artinya biaya meningkat atau menurun secara prediktif seiring perubahan aktivitas.
Asumsi ini membuat metode high-low paling akurat di lingkungan operasional yang stabil. Dalam situasi yang volatil atau tidak teratur, metode ini mungkin melebih-lebihkan atau meremehkan biaya aktual karena mengabaikan semua titik data di tengah-tengah.
Proses Tiga Langkah untuk Menghitung Biaya
Langkah 1: Isolasi Biaya Variabel Per Unit
Mulailah dengan mengidentifikasi periode aktivitas tertinggi dan terendah serta biaya terkaitnya. Biaya variabel per unit kemudian dihitung sebagai:
Biaya Variabel per Unit = (Biaya Periode Puncak – Biaya Periode Terendah) ÷ (Unit Periode Puncak – Unit Periode Terendah)
Misalnya, jika perusahaan Anda memproduksi 1.500 unit di Oktober dengan total biaya $58.000, dan hanya 900 unit di Mei dengan biaya $39.000, maka perhitungannya menjadi:
Biaya Variabel = ($58.000 – $39.000) ÷ (1.500 – 900) = $19.000 ÷ 600 = $31,67 per unit
Langkah 2: Tentukan Komponen Biaya Tetap Anda
Dengan biaya variabel per unit yang diketahui, hitung biaya tetap menggunakan salah satu titik aktivitas tinggi atau rendah:
Biaya Tetap = Biaya Periode Puncak – (Biaya Variabel per Unit × Unit Periode Puncak)
Atau secara alternatif:
Biaya Tetap = Biaya Periode Terendah – (Biaya Variabel per Unit × Unit Periode Terendah)
Anda harus mendapatkan angka yang hampir sama menggunakan kedua metode tersebut. Jika tidak, kemungkinan terjadi kesalahan perhitungan.
Langkah 3: Bangun Rumus Total Biaya Anda
Setelah kedua komponen ini ditetapkan, prediksi total biaya pada tingkat produksi apa pun:
Total Biaya = Biaya Tetap + (Biaya Variabel per Unit × Unit yang Diproyeksikan)
Pada 2.000 unit: Total Biaya = $10.495 + ($31,67 × 2.000) = $10.495 + $63.340 = $73.835
Dimana Metode High-Low Memberikan Nilai
Untuk Perencanaan Operasi: Perusahaan manufaktur dengan pola permintaan musiman menggunakan metode ini untuk meramalkan pengeluaran selama periode puncak dan non-puncak, memungkinkan pengelolaan arus kas dan alokasi sumber daya yang lebih baik.
Untuk Keputusan Penetapan Harga: Memahami pembagian antara biaya tetap dan variabel membantu bisnis menetapkan harga kompetitif sambil mempertahankan profitabilitas di berbagai skenario volume.
Untuk Analisis Profitabilitas: Investor dan analis keuangan menerapkan metode high-low untuk mengevaluasi efisiensi biaya, mengidentifikasi margin keuntungan di berbagai tingkat produksi, dan menilai apakah perusahaan dapat melakukan skala secara efektif.
Untuk Penganggaran: Baik perusahaan besar maupun usaha kecil menggunakan pendekatan ini untuk menetapkan biaya dasar dan mengevaluasi bagaimana berbagai skenario operasional mempengaruhi laba bersih.
Batasan Penting yang Perlu Dipertimbangkan
Kesederhanaan metode high-low datang dengan kompromi. Dengan hanya menggunakan dua titik data, metode ini mengabaikan semua tingkat aktivitas di tengah-tengah, yang bisa menjadi masalah jika periode tertinggi dan terendah adalah anomali daripada operasi normal. Jika biaya tidak mengikuti pola linier yang benar—mungkin karena skala ekonomi atau biaya langkah-langkah tertentu—metode ini dapat menghasilkan estimasi yang menyesatkan.
Untuk situasi yang membutuhkan akurasi lebih tinggi, pendekatan alternatif seperti analisis regresi memeriksa semua data yang tersedia dan mungkin lebih baik dalam menangkap nuansa perilaku biaya. Namun, regresi memerlukan pengetahuan statistik yang lebih canggih dan alat yang sesuai.
Penerapan Praktis di Berbagai Situasi
Pemilik usaha kecil sering menggunakan metode high-low untuk mengevaluasi biaya utilitas, di mana biaya tetap dasar dipisahkan dari biaya berbasis konsumsi. Demikian pula, perusahaan logistik menggunakannya untuk memecah biaya transportasi menjadi biaya tetap kendaraan dan biaya bahan bakar variabel per mil.
Bagi individu yang mengelola keuangan pribadi, metode ini memperjelas pengeluaran mana yang tetap dan mana yang meningkat seiring gaya hidup—wawasan yang membantu dalam perencanaan anggaran yang realistis.
Kesimpulan Utama
Metode high-low menawarkan cara yang mudah dan cepat untuk memahami perilaku biaya tanpa memerlukan pemodelan keuangan tingkat lanjut. Meskipun memiliki keterbatasan di lingkungan biaya yang kompleks atau tidak teratur, metode ini tetap menjadi alat yang efektif bagi bisnis yang mencari estimasi biaya cepat, investor yang menilai efisiensi operasional, dan pengambil keputusan yang merencanakan berbagai skenario. Dengan secara jelas mengidentifikasi bagaimana pengeluaran berperilaku seiring aktivitas, metode high-low mendukung perencanaan keuangan yang lebih baik dan pilihan strategis yang lebih cerdas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Metode Tinggi-Rendah: Panduan Praktis untuk Perkiraan Biaya
Metode high-low adalah pendekatan akuntansi biaya yang sederhana yang membantu bisnis memisahkan biaya tetap dari biaya variabel hanya dengan menggunakan dua titik data—yaitu tingkat aktivitas tertinggi dan terendah. Alih-alih memerlukan analisis statistik yang kompleks, metode ini memberikan wawasan cepat tentang bagaimana pengeluaran berperilaku pada skala produksi yang berbeda, sehingga sangat berharga untuk perencanaan biaya dan pengambilan keputusan operasional.
Prinsip Inti di Balik Metode High-Low
Pada dasarnya, metode high-low bekerja dengan memeriksa titik ekstrem dalam data operasional Anda. Baik diukur dalam unit yang diproduksi, pelanggan yang dilayani, maupun transaksi yang diselesaikan, titik ekstrem ini mengungkapkan hubungan antara aktivitas bisnis dan total biaya. Metode ini mengasumsikan bahwa hubungan ini bersifat linier—artinya biaya meningkat atau menurun secara prediktif seiring perubahan aktivitas.
Asumsi ini membuat metode high-low paling akurat di lingkungan operasional yang stabil. Dalam situasi yang volatil atau tidak teratur, metode ini mungkin melebih-lebihkan atau meremehkan biaya aktual karena mengabaikan semua titik data di tengah-tengah.
Proses Tiga Langkah untuk Menghitung Biaya
Langkah 1: Isolasi Biaya Variabel Per Unit
Mulailah dengan mengidentifikasi periode aktivitas tertinggi dan terendah serta biaya terkaitnya. Biaya variabel per unit kemudian dihitung sebagai:
Biaya Variabel per Unit = (Biaya Periode Puncak – Biaya Periode Terendah) ÷ (Unit Periode Puncak – Unit Periode Terendah)
Misalnya, jika perusahaan Anda memproduksi 1.500 unit di Oktober dengan total biaya $58.000, dan hanya 900 unit di Mei dengan biaya $39.000, maka perhitungannya menjadi:
Biaya Variabel = ($58.000 – $39.000) ÷ (1.500 – 900) = $19.000 ÷ 600 = $31,67 per unit
Langkah 2: Tentukan Komponen Biaya Tetap Anda
Dengan biaya variabel per unit yang diketahui, hitung biaya tetap menggunakan salah satu titik aktivitas tinggi atau rendah:
Biaya Tetap = Biaya Periode Puncak – (Biaya Variabel per Unit × Unit Periode Puncak)
Atau secara alternatif:
Biaya Tetap = Biaya Periode Terendah – (Biaya Variabel per Unit × Unit Periode Terendah)
Menggunakan contoh di atas:
Biaya Tetap = $58.000 – ($31,67 × 1.500) = $58.000 – $47.505 = $10.495
Anda harus mendapatkan angka yang hampir sama menggunakan kedua metode tersebut. Jika tidak, kemungkinan terjadi kesalahan perhitungan.
Langkah 3: Bangun Rumus Total Biaya Anda
Setelah kedua komponen ini ditetapkan, prediksi total biaya pada tingkat produksi apa pun:
Total Biaya = Biaya Tetap + (Biaya Variabel per Unit × Unit yang Diproyeksikan)
Pada 2.000 unit: Total Biaya = $10.495 + ($31,67 × 2.000) = $10.495 + $63.340 = $73.835
Dimana Metode High-Low Memberikan Nilai
Untuk Perencanaan Operasi: Perusahaan manufaktur dengan pola permintaan musiman menggunakan metode ini untuk meramalkan pengeluaran selama periode puncak dan non-puncak, memungkinkan pengelolaan arus kas dan alokasi sumber daya yang lebih baik.
Untuk Keputusan Penetapan Harga: Memahami pembagian antara biaya tetap dan variabel membantu bisnis menetapkan harga kompetitif sambil mempertahankan profitabilitas di berbagai skenario volume.
Untuk Analisis Profitabilitas: Investor dan analis keuangan menerapkan metode high-low untuk mengevaluasi efisiensi biaya, mengidentifikasi margin keuntungan di berbagai tingkat produksi, dan menilai apakah perusahaan dapat melakukan skala secara efektif.
Untuk Penganggaran: Baik perusahaan besar maupun usaha kecil menggunakan pendekatan ini untuk menetapkan biaya dasar dan mengevaluasi bagaimana berbagai skenario operasional mempengaruhi laba bersih.
Batasan Penting yang Perlu Dipertimbangkan
Kesederhanaan metode high-low datang dengan kompromi. Dengan hanya menggunakan dua titik data, metode ini mengabaikan semua tingkat aktivitas di tengah-tengah, yang bisa menjadi masalah jika periode tertinggi dan terendah adalah anomali daripada operasi normal. Jika biaya tidak mengikuti pola linier yang benar—mungkin karena skala ekonomi atau biaya langkah-langkah tertentu—metode ini dapat menghasilkan estimasi yang menyesatkan.
Untuk situasi yang membutuhkan akurasi lebih tinggi, pendekatan alternatif seperti analisis regresi memeriksa semua data yang tersedia dan mungkin lebih baik dalam menangkap nuansa perilaku biaya. Namun, regresi memerlukan pengetahuan statistik yang lebih canggih dan alat yang sesuai.
Penerapan Praktis di Berbagai Situasi
Pemilik usaha kecil sering menggunakan metode high-low untuk mengevaluasi biaya utilitas, di mana biaya tetap dasar dipisahkan dari biaya berbasis konsumsi. Demikian pula, perusahaan logistik menggunakannya untuk memecah biaya transportasi menjadi biaya tetap kendaraan dan biaya bahan bakar variabel per mil.
Bagi individu yang mengelola keuangan pribadi, metode ini memperjelas pengeluaran mana yang tetap dan mana yang meningkat seiring gaya hidup—wawasan yang membantu dalam perencanaan anggaran yang realistis.
Kesimpulan Utama
Metode high-low menawarkan cara yang mudah dan cepat untuk memahami perilaku biaya tanpa memerlukan pemodelan keuangan tingkat lanjut. Meskipun memiliki keterbatasan di lingkungan biaya yang kompleks atau tidak teratur, metode ini tetap menjadi alat yang efektif bagi bisnis yang mencari estimasi biaya cepat, investor yang menilai efisiensi operasional, dan pengambil keputusan yang merencanakan berbagai skenario. Dengan secara jelas mengidentifikasi bagaimana pengeluaran berperilaku seiring aktivitas, metode high-low mendukung perencanaan keuangan yang lebih baik dan pilihan strategis yang lebih cerdas.