Bursa Malaysia telah pulih setelah mengalami penurunan dua hari. Indeks Komposit Kuala Lumpur saat ini berada sedikit di atas 1.680 poin dan tampaknya berposisi untuk menguji level yang lebih tinggi berkat momentum positif dari pasar luar negeri.
Latar Belakang Global yang Kuat Mendorong Optimisme
Wall Street memberikan kenaikan yang kuat pada hari Senin, membuka jalan bagi bursa Asia untuk mengikuti jejaknya. Dow naik 594,79 poin (1,23 persen) menjadi 48.977,18, sementara S&P 500 naik 43,58 poin (0,64 persen) menjadi 6.902,05 dan NASDAQ bertambah 160,19 poin (0,69 persen) menjadi 23.395,82. Saham energi mendapatkan manfaat khususnya, dengan dinamika minyak mentah memainkan peran penting dalam reli tersebut. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari melonjak ke $1,73 per barel, mencerminkan komitmen OPEC untuk menahan peningkatan produksi hingga awal 2026—langkah ini meredakan kekhawatiran kelebihan pasokan dan memicu optimisme pasar secara luas.
KLCI Mengambil Kembali Posisinya dengan Sektor Keuangan dan Perkebunan Memimpin
Indeks komposit Malaysia naik 10,56 poin atau 0,63 persen menjadi 1.680,32, diperdagangkan dalam rentang 1.669,08 hingga 1.681,94. Lembaga keuangan dan saham perkebunan muncul sebagai pendorong utama pertumbuhan sesi tersebut.
Di antara konstituen berat, CIMB Group melonjak 1,73 persen, sementara Maybank melompat 1,15 persen dan Public Bank menguat 1,56 persen, mencerminkan kekuatan dalam kelompok perbankan. Saham terkait asuransi juga berkinerja baik, dengan IHH Healthcare menguat 1,74 persen. Di sektor perkebunan, IOI Corporation naik 0,75 persen dan Kuala Lumpur Kepong menambah 0,91 persen. Nama-nama ritel seperti 99 Speed Mart Retail naik 1,06 persen, dan saham telekomunikasi seperti Celcomdigi meningkat 1,55 persen dan Sunway naik 1,42 persen.
Sektor energi dan utilitas menunjukkan aksi yang beragam. Petronas Chemicals dan Tenaga Nasional keduanya turun 0,29 persen, sementara Petronas Dagangan melemah 0,10 persen. Press Metal menguat 1,13 persen, menunjukkan ketahanan dalam saham industri. Di sisi lain, MRDIY merosot 1,29 persen, QL Resources turun 1,01 persen, dan Telekom Malaysia turun 0,88 persen.
Jalur Menuju 1.700 Poin: Resistensi Masih Terlihat
KLCI berada sekitar 20 poin di bawah level 1.700—sebuah hambatan teknis potensial yang mungkin menantang indeks dalam jangka pendek. Dengan sentimen risiko yang didukung oleh sinyal pemulihan global dan stabilisasi pasar minyak, momentum mendukung kenaikan lebih lanjut. Namun, pengambilan keuntungan bisa muncul kemudian dalam sesi saat para trader mengunci keuntungan dari kenaikan terakhir, membatasi upside sementara di level resistensi kritis sekitar 1.700.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
KLCI Mengincar Terobosan 1.700 Poin di Tengah Kenaikan Pasar Global
Bursa Malaysia telah pulih setelah mengalami penurunan dua hari. Indeks Komposit Kuala Lumpur saat ini berada sedikit di atas 1.680 poin dan tampaknya berposisi untuk menguji level yang lebih tinggi berkat momentum positif dari pasar luar negeri.
Latar Belakang Global yang Kuat Mendorong Optimisme
Wall Street memberikan kenaikan yang kuat pada hari Senin, membuka jalan bagi bursa Asia untuk mengikuti jejaknya. Dow naik 594,79 poin (1,23 persen) menjadi 48.977,18, sementara S&P 500 naik 43,58 poin (0,64 persen) menjadi 6.902,05 dan NASDAQ bertambah 160,19 poin (0,69 persen) menjadi 23.395,82. Saham energi mendapatkan manfaat khususnya, dengan dinamika minyak mentah memainkan peran penting dalam reli tersebut. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari melonjak ke $1,73 per barel, mencerminkan komitmen OPEC untuk menahan peningkatan produksi hingga awal 2026—langkah ini meredakan kekhawatiran kelebihan pasokan dan memicu optimisme pasar secara luas.
KLCI Mengambil Kembali Posisinya dengan Sektor Keuangan dan Perkebunan Memimpin
Indeks komposit Malaysia naik 10,56 poin atau 0,63 persen menjadi 1.680,32, diperdagangkan dalam rentang 1.669,08 hingga 1.681,94. Lembaga keuangan dan saham perkebunan muncul sebagai pendorong utama pertumbuhan sesi tersebut.
Di antara konstituen berat, CIMB Group melonjak 1,73 persen, sementara Maybank melompat 1,15 persen dan Public Bank menguat 1,56 persen, mencerminkan kekuatan dalam kelompok perbankan. Saham terkait asuransi juga berkinerja baik, dengan IHH Healthcare menguat 1,74 persen. Di sektor perkebunan, IOI Corporation naik 0,75 persen dan Kuala Lumpur Kepong menambah 0,91 persen. Nama-nama ritel seperti 99 Speed Mart Retail naik 1,06 persen, dan saham telekomunikasi seperti Celcomdigi meningkat 1,55 persen dan Sunway naik 1,42 persen.
Sektor energi dan utilitas menunjukkan aksi yang beragam. Petronas Chemicals dan Tenaga Nasional keduanya turun 0,29 persen, sementara Petronas Dagangan melemah 0,10 persen. Press Metal menguat 1,13 persen, menunjukkan ketahanan dalam saham industri. Di sisi lain, MRDIY merosot 1,29 persen, QL Resources turun 1,01 persen, dan Telekom Malaysia turun 0,88 persen.
Jalur Menuju 1.700 Poin: Resistensi Masih Terlihat
KLCI berada sekitar 20 poin di bawah level 1.700—sebuah hambatan teknis potensial yang mungkin menantang indeks dalam jangka pendek. Dengan sentimen risiko yang didukung oleh sinyal pemulihan global dan stabilisasi pasar minyak, momentum mendukung kenaikan lebih lanjut. Namun, pengambilan keuntungan bisa muncul kemudian dalam sesi saat para trader mengunci keuntungan dari kenaikan terakhir, membatasi upside sementara di level resistensi kritis sekitar 1.700.