Ini merupakan terobosan nyata dalam bagaimana kekayaan intelektual bertransisi secara onchain. Berbeda dengan pendekatan tokenisasi IP tradisional yang berfungsi terutama sebagai donasi atau insentif penggemar, ini mewakili sesuatu yang jauh lebih substansial—sebuah infrastruktur pembiayaan lengkap untuk produksi film.
CAMP mempelopori model yang secara struktural berbeda: mereka membiayai sebuah film Bollywood yang akan datang melalui infrastruktur blockchain, dirancang sebagai RWA (Real World Asset) yang menghasilkan hasil. Ini bukan spekulasi atau eksperimen vanity. Ini adalah pembiayaan proyek yang sah yang dialirkan melalui jalur desentralisasi.
Apa yang membuat ini penting? Kerangka kerja ini menunjukkan bagaimana pembiayaan media tradisional dapat bermigrasi ke jaringan blockchain. Alih-alih pendanaan studio konvensional atau kendaraan investasi institusional, modal produksi mengalir melalui struktur hasil tokenized. Peserta tidak hanya mengumpulkan artefak digital—mereka memegang klaim atas aliran kas nyata dari pendapatan film.
Preseden ini penting. Jika berhasil, ini membuka jalur bagi proyek IP skala besar lainnya yang mencari mekanisme pendanaan alternatif. Pembiayaan hiburan, yang secara tradisional beroperasi melalui gatekeeper dan perantara institusional, tiba-tiba memiliki alternatif desentralisasi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
Token_Sherpa
· 18jam yang lalu
ngl, sudut RWA berbunga sebenarnya menghindari perangkap ponzinomics biasa... tapi mari kita lihat apakah ini bertahan pertama kali berhadapan dengan praktik akuntansi Bollywood lol
Lihat AsliBalas0
SocialAnxietyStaker
· 01-12 17:58
Sejujurnya, kasus nyata RWA yang benar-benar terealisasi sangat sedikit, kali ini jika benar-benar bisa mendapatkan dividen dari penjualan tiket film, itu benar-benar merupakan sebuah sinyal. Dibandingkan dengan hal-hal yang sepenuhnya tokenisasi, aliran kas nyata dan tunai jauh lebih nyata... Tapi bagaimana jaminan hak cipta dan kepatuhan di Bollywood? Bagian ini belum dipikirkan dengan matang.
Lihat AsliBalas0
PrivacyMaximalist
· 01-12 17:53
Wah, ini memang tempat yang seharusnya menggunakan blockchain, bukan koin meme yang tidak bernilai seperti itu.
Lihat AsliBalas0
RugPullAlertBot
· 01-12 17:41
Satu lagi "terobosan revolusioner"? Tunggu sampai film Bollywood ini benar-benar menghasilkan uang, baru bicara. Sekarang semuanya hanya janji-janji
Lihat AsliBalas0
RugpullSurvivor
· 01-12 17:41
Benar, sepertinya kali ini bukan lagi skema penipuan NFT... Pengembalian arus kas nyata? Saya cek dulu
Ini merupakan terobosan nyata dalam bagaimana kekayaan intelektual bertransisi secara onchain. Berbeda dengan pendekatan tokenisasi IP tradisional yang berfungsi terutama sebagai donasi atau insentif penggemar, ini mewakili sesuatu yang jauh lebih substansial—sebuah infrastruktur pembiayaan lengkap untuk produksi film.
CAMP mempelopori model yang secara struktural berbeda: mereka membiayai sebuah film Bollywood yang akan datang melalui infrastruktur blockchain, dirancang sebagai RWA (Real World Asset) yang menghasilkan hasil. Ini bukan spekulasi atau eksperimen vanity. Ini adalah pembiayaan proyek yang sah yang dialirkan melalui jalur desentralisasi.
Apa yang membuat ini penting? Kerangka kerja ini menunjukkan bagaimana pembiayaan media tradisional dapat bermigrasi ke jaringan blockchain. Alih-alih pendanaan studio konvensional atau kendaraan investasi institusional, modal produksi mengalir melalui struktur hasil tokenized. Peserta tidak hanya mengumpulkan artefak digital—mereka memegang klaim atas aliran kas nyata dari pendapatan film.
Preseden ini penting. Jika berhasil, ini membuka jalur bagi proyek IP skala besar lainnya yang mencari mekanisme pendanaan alternatif. Pembiayaan hiburan, yang secara tradisional beroperasi melalui gatekeeper dan perantara institusional, tiba-tiba memiliki alternatif desentralisasi.