Bursa Efek Thailand semakin mendekati tonggak psikologis yang signifikan, dengan indeks yang naik secara stabil selama sesi perdagangan berturut-turut. Saat ini berada sedikit di atas 1.280 poin setelah menguat lebih dari 25 poin—peningkatan yang solid sebesar 2 persen—para pelaku pasar memantau dengan cermat untuk melihat apakah SET dapat mendekati ambang 1.300 poin dalam waktu dekat.
Penutupan Kuat dengan Rotasi Sektor Positif
Sesi hari Senin menunjukkan kinerja yang kuat di berbagai bidang. Indeks SET melonjak 20,38 poin atau 1,62 persen menjadi 1.280,05, mencerminkan kekuatan luas dari saham makanan, keuangan, properti, jasa, dan teknologi. Volume perdagangan mencapai 6,720 miliar saham dengan nilai 45,727 miliar baht, dengan 252 saham naik dan 207 saham turun. Rentang perdagangan sesi tersebut berkisar dari 1.269,69 hingga 1.287,47, menunjukkan volatilitas yang sehat dan partisipasi investor yang aktif.
Sektor Energi Muncul sebagai Penggerak Utama
Kompleks energi mencuri perhatian saat harga minyak mentah melonjak tajam. Thai Oil melonjak 3,47 persen, sementara PTT Oil & Retail naik 1,50 persen, mengikuti momentum minyak mentah global. Narasi energi yang lebih luas didukung oleh komitmen OPEC untuk mempertahankan penghentian produksi hingga awal 2026, mengurangi kekhawatiran kelebihan pasokan di pasar. Minyak mentah West Texas Intermediate naik sekitar 1 persen menjadi $1,73 per barel untuk pengiriman Februari, memberikan dorongan kuat bagi pelaku energi regional.
Pergerakan Signifikan Menunjukkan Gambar Campuran
Di antara konstituen berat, Siam Concrete melonjak 3,54 persen sementara True Corporation meningkat 3,67 persen. Sektor perbankan menunjukkan hasil yang beragam: Siam Commercial Bank melompat 2,16 persen dan Krung Thai Bank menguat 1,77 persen, tetapi Bangkok Bank hanya naik lebih modest sebesar 1,47 persen. Thailand Airport naik 2,83 persen disertai kenaikan 1,75 persen dari BTS Group. Sebaliknya, PTT Exploration and Production turun 0,88 persen dan SCG Packaging anjlok 1,75 persen, menunjukkan pengambilan keuntungan secara selektif di beberapa bagian tertentu.
Latar Belakang Global Mendukung Optimisme
Penutupan Wall Street yang kokoh memberikan dukungan dasar bagi antusiasme pasar Asia. Dow naik 594,79 poin atau 1,23 persen menjadi 48.977,18, sementara NASDAQ menambah 160,19 poin dan S&P 500 menguat 43,58 poin. Saham energi memimpin secara internasional mengikuti perkembangan geopolitik dan disiplin produksi OPEC yang diperbarui, menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi saham terkait minyak di Thailand.
Sesi hari Selasa diperkirakan akan melanjutkan kenaikan, meskipun pengambilan keuntungan di akhir hari bisa muncul saat peserta mengkonsolidasikan kenaikan terbaru. Dengan SET yang mendekati level lebih tinggi, angka 1.300 poin tetap dalam pandangan bagi pembeli yang bertekad, asalkan risiko global tetap terkendali dan harga minyak mentah mempertahankan tren kenaikannya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
SET Thailand Menggoda Level 1.300 Poin Saat Saham Energi Memimpin Rally
Bursa Efek Thailand semakin mendekati tonggak psikologis yang signifikan, dengan indeks yang naik secara stabil selama sesi perdagangan berturut-turut. Saat ini berada sedikit di atas 1.280 poin setelah menguat lebih dari 25 poin—peningkatan yang solid sebesar 2 persen—para pelaku pasar memantau dengan cermat untuk melihat apakah SET dapat mendekati ambang 1.300 poin dalam waktu dekat.
Penutupan Kuat dengan Rotasi Sektor Positif
Sesi hari Senin menunjukkan kinerja yang kuat di berbagai bidang. Indeks SET melonjak 20,38 poin atau 1,62 persen menjadi 1.280,05, mencerminkan kekuatan luas dari saham makanan, keuangan, properti, jasa, dan teknologi. Volume perdagangan mencapai 6,720 miliar saham dengan nilai 45,727 miliar baht, dengan 252 saham naik dan 207 saham turun. Rentang perdagangan sesi tersebut berkisar dari 1.269,69 hingga 1.287,47, menunjukkan volatilitas yang sehat dan partisipasi investor yang aktif.
Sektor Energi Muncul sebagai Penggerak Utama
Kompleks energi mencuri perhatian saat harga minyak mentah melonjak tajam. Thai Oil melonjak 3,47 persen, sementara PTT Oil & Retail naik 1,50 persen, mengikuti momentum minyak mentah global. Narasi energi yang lebih luas didukung oleh komitmen OPEC untuk mempertahankan penghentian produksi hingga awal 2026, mengurangi kekhawatiran kelebihan pasokan di pasar. Minyak mentah West Texas Intermediate naik sekitar 1 persen menjadi $1,73 per barel untuk pengiriman Februari, memberikan dorongan kuat bagi pelaku energi regional.
Pergerakan Signifikan Menunjukkan Gambar Campuran
Di antara konstituen berat, Siam Concrete melonjak 3,54 persen sementara True Corporation meningkat 3,67 persen. Sektor perbankan menunjukkan hasil yang beragam: Siam Commercial Bank melompat 2,16 persen dan Krung Thai Bank menguat 1,77 persen, tetapi Bangkok Bank hanya naik lebih modest sebesar 1,47 persen. Thailand Airport naik 2,83 persen disertai kenaikan 1,75 persen dari BTS Group. Sebaliknya, PTT Exploration and Production turun 0,88 persen dan SCG Packaging anjlok 1,75 persen, menunjukkan pengambilan keuntungan secara selektif di beberapa bagian tertentu.
Latar Belakang Global Mendukung Optimisme
Penutupan Wall Street yang kokoh memberikan dukungan dasar bagi antusiasme pasar Asia. Dow naik 594,79 poin atau 1,23 persen menjadi 48.977,18, sementara NASDAQ menambah 160,19 poin dan S&P 500 menguat 43,58 poin. Saham energi memimpin secara internasional mengikuti perkembangan geopolitik dan disiplin produksi OPEC yang diperbarui, menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi saham terkait minyak di Thailand.
Sesi hari Selasa diperkirakan akan melanjutkan kenaikan, meskipun pengambilan keuntungan di akhir hari bisa muncul saat peserta mengkonsolidasikan kenaikan terbaru. Dengan SET yang mendekati level lebih tinggi, angka 1.300 poin tetap dalam pandangan bagi pembeli yang bertekad, asalkan risiko global tetap terkendali dan harga minyak mentah mempertahankan tren kenaikannya.