Kesenjangan kekayaan antar generasi terus melebar secara signifikan. Baby boomers menguasai sekitar 54% dari total pasar saham, mengendalikan aset bernilai lebih dari $25 triliun. Sebaliknya, milenial memegang sekitar 8% dari posisi ekuitas, bernilai sekitar $3,9 triliun. Ketimpangan ini tidak hanya menunjukkan ukuran portofolio yang berbeda, tetapi juga akses yang secara fundamental berbeda terhadap akumulasi kekayaan dan peluang investasi di seluruh generasi. Konsentrasi aset di antara demografi yang lebih tua menimbulkan pertanyaan penting tentang efisiensi alokasi modal dan bagaimana investor muda harus memposisikan diri mereka dalam lanskap keuangan yang terus berkembang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SorryRugPulled
· 7jam yang lalu
Sialan, ini lagi lagi, para boomer setelah menikmati keuntungan tetap saja menyalahkan kita karena tidak berusaha? Ngakak
Lihat AsliBalas0
LiquidityWhisperer
· 7jam yang lalu
ngl perbedaan ini agak jauh, 54% versus 8%? Teman-teman sudah makan semua kue, sementara generasi kita masih bingung soal uang muka
Lihat AsliBalas0
AirdropBuffet
· 8jam yang lalu
Ini lagi-lagi cerita lama, drama boomer makan daging kita minum sup... 54% vs 8%, astaga perbedaan ini benar-benar luar biasa
Kesenjangan kekayaan antar generasi terus melebar secara signifikan. Baby boomers menguasai sekitar 54% dari total pasar saham, mengendalikan aset bernilai lebih dari $25 triliun. Sebaliknya, milenial memegang sekitar 8% dari posisi ekuitas, bernilai sekitar $3,9 triliun. Ketimpangan ini tidak hanya menunjukkan ukuran portofolio yang berbeda, tetapi juga akses yang secara fundamental berbeda terhadap akumulasi kekayaan dan peluang investasi di seluruh generasi. Konsentrasi aset di antara demografi yang lebih tua menimbulkan pertanyaan penting tentang efisiensi alokasi modal dan bagaimana investor muda harus memposisikan diri mereka dalam lanskap keuangan yang terus berkembang.