Apa yang Membuat Negara-Negara Ini Menjadi Negara Termahal Untuk Tinggal? Analisis Berdasarkan Data

Ketika mengevaluasi tempat tinggal secara global, gambaran menjadi jauh lebih kompleks daripada sekadar membandingkan angka headline. Meskipun Amerika Serikat menduduki peringkat sebagai negara yang mahal menurut banyak standar, sekitar 50 negara lain yang paling mahal di dunia menghadirkan tantangan ekonomi unik mereka sendiri. Beberapa tampak ramah anggaran di permukaan namun menguras dompet melalui biaya tersembunyi—pajak berlebihan, upah yang rendah, atau biaya transportasi yang membengkak dapat mengimbangi penghematan yang tampak pada sewa atau bahan makanan.

Memahami keterjangkauan sejati memerlukan pemeriksaan dari berbagai dimensi: skor biaya hidup keseluruhan, daya beli lokal (apa yang sebenarnya dapat dibeli dengan pendapatan Anda), dan biaya spesifik kategori. GOBankingRates melakukan analisis global komprehensif, membandingkan 131 negara berdasarkan metrik ini menggunakan data dari Numbeo per Juli 2022.

Paradoks Daya Beli: Mengapa Beberapa Negara Terlihat Mahal

Swiss muncul sebagai pemegang gelar negara dengan biaya hidup tertinggi dengan skor biaya hidup 114,2. Meskipun sewa sekitar $1.633,64 per bulan, beban sebenarnya berasal dari pajak penghasilan yang mencapai 40% dan pajak properti atas rumah tinggal. Penduduk Swiss, bagaimanapun, memiliki daya beli 12,1% lebih tinggi daripada penduduk New York—sehingga sebagian mengimbangi biaya.

Singapura mengikuti dekat (index: 85,9) dengan sewa bulanan $3.016, namun hanya 14% di atas biaya hidup di AS. Daya beli yang kuat sebesar 95,6 berarti pendapatan dapat bertahan lebih lama.

Qatar, meskipun menunjukkan kemewahan, mempertahankan skor biaya hidup 59,5 dan sewa rata-rata $1.429 per bulan. Keuntungannya: biaya bahan makanan 24% lebih murah daripada AS, dan tidak ada struktur pajak penghasilan pribadi.

Di Mana Biaya Tersembunyi Membuat Beban Mengejutkan

Islandia (index: 83,3) menipu banyak pengamat. Biaya akomodasi sewa hanya $1.438 per bulan, tetapi biaya bahan makanan memuncak 20%—di situlah anggaran benar-benar pecah.

Lebanon mungkin menunjukkan kolaps daya beli paling mencolok: meskipun biaya hidup hanya 6% di bawah tingkat AS, penduduk setempat memiliki daya beli yang hanya mewakili 7,3% dari standar Amerika. Sewa sebesar $558,74 menyembunyikan disfungsi ekonomi yang lebih dalam.

Belanda memiliki skor indeks 68,6, tampak hanya 4% lebih mahal daripada Amerika. Kenyataannya? Pajak penghasilan pribadi mencapai 49,5%, membuatnya jauh lebih mahal daripada angka headline yang terlihat.

Klaster Geografis: Pola Eropa, Asia, dan Pasar Berkembang

Wilayah Nordik: Swedia (62,9 indeks, 32% pajak penghasilan), Finlandia (67,5 indeks, sewa $799,76), dan Denmark (78,6 indeks) semuanya menampilkan daya beli yang kuat tetapi beban pajak yang besar.

Mediterania: Yunani (54,6 indeks, $419,37 sewa) dan Portugal (45,3 indeks) tampak terjangkau sampai harus menghadapi tarif pajak penghasilan 44-48%. Italia (61,3 indeks) dan Prancis (68,7 indeks) juga menyeimbangkan sewa yang lebih rendah dengan biaya bahan makanan dan perawatan kesehatan yang lebih tinggi.

Asia-Pasifik: Jepang dengan indeks 64,6 menawarkan sewa lebih murah daripada AS dengan penghematan bahan makanan 5%, meskipun biaya perawatan kesehatan 12% lebih tinggi. Korea Selatan (70,4 indeks) menawarkan perumahan yang sangat terjangkau dengan $417,17 per bulan meskipun biaya keseluruhan sedikit lebih tinggi.

Ekonomi Berkembang: Venezuela (41,6 indeks), Belarus (35,4 indeks), dan Rusia (40,8 indeks) menampilkan pengeluaran hidup yang secara dramatis lebih rendah—perumahan serendah $354 per bulan—tetapi daya beli yang sangat tertekan membatasi keuntungan nyata. Nikaragua, Guatemala, dan Yordania juga menunjukkan metrik keterjangkauan yang menyesatkan karena lingkungan upah yang rendah.

Rumus di Balik Peringkat: Apa yang Menentukan Keterbatasan Nyata

Analisis ini memberi bobot pada lima faktor: indeks biaya hidup keseluruhan (doubled), sewa rata-rata (doubled), biaya bahan makanan, kualitas perawatan kesehatan, dan daya beli lokal. Negara-negara yang menduduki peringkat tinggi sebagai negara paling mahal biasanya menunjukkan pola:

  • Pajak tinggi: Swiss, Yunani, Belanda, dan Austria semuanya memberlakukan tarif pajak penghasilan 40%+.
  • Premi sewa yang kuat: Singapura ($3.016), Qatar ($1.429), Swiss ($1.633).
  • Daya beli lemah meskipun biaya nominal lebih rendah: Lebanon, Venezuela, dan Nigeria.
  • Beban seimbang: Australia, Jerman, dan Luksemburg mempertahankan indeks pengeluaran moderat bersama daya beli yang wajar.

Perbedaan Penting: Biaya vs. Keterjangkauan

Australia (75,3 indeks) menduduki peringkat sebagai salah satu negara paling mahal di dunia tetapi menyediakan daya beli 110,9—5% di bawah standar AS tetapi termasuk yang tertinggi secara global.

Uni Emirat Arab biaya hampir 12% lebih rendah dari Amerika secara keseluruhan (60,3 indeks) dengan bahan makanan 25% lebih murah dan tanpa pajak penghasilan pribadi, membuatnya secara kontradiktif terjangkau meskipun diklasifikasikan sebagai “mahal”.

Kanada mempertahankan skor biaya hidup 66,1 tetapi hanya 102,1 daya beli—sekitar 13% lebih lemah dari AS, yang berarti warga Kanada kesulitan memenuhi gaya hidup yang sama meskipun biaya headline serupa.

Kesimpulan: Konteks Menentukan Biaya Sejati

Menetapkan negara manapun sebagai negara paling mahal memerlukan nuansa. Singapura, Swiss, dan Islandia menduduki puncak indeks pengeluaran, tetapi ekonomi berkembang seperti Rusia dan Venezuela secara teknis terdaftar sebagai “mahal” sambil menawarkan harga yang secara dramatis lebih rendah—hanya dengan potensi penghasilan yang minimal.

Bagi digital nomad, pekerja jarak jauh, dan orang yang pindah, perhitungan penting menggabungkan indeks biaya hidup, gaji lokal yang diharapkan, dan daya beli secara bersamaan. Peringkat suatu negara di antara negara paling mahal hanya mencerminkan sebagian dari keseluruhan; memahami mengapa itu mahal akan mengungkap apakah situasi Anda benar-benar membuatnya tidak terjangkau.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • بالعربية
  • Português (Brasil)
  • 简体中文
  • English
  • Español
  • Français (Afrique)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • Português (Portugal)
  • Русский
  • 繁體中文
  • Українська
  • Tiếng Việt