## Emas vs Pasar Saham: Pertarungan Investasi Selama Dekade



Investasi sebesar 1.000@E5@ dolar dalam emas sepuluh tahun lalu akan tumbuh menjadi sekitar 2.360@E5@ dolar hari ini. Meskipun itu mewakili kenaikan yang solid sebesar 136%—yang berarti pengembalian tahunan sekitar 13,6%—perbandingan dengan ekuitas tradisional menunjukkan cerita yang lebih bernuansa tentang kedua kelas aset ini.

## Permainan Angka: Bagaimana Emas Berperforma

Sepuluh tahun lalu, harga emas diperdagangkan rata-rata sebesar 1.158,86@E5@ dolar per ons. Melompat ke hari ini, logam mulia ini memerintah sekitar 2.744,67@E5@ dolar per ons. Untuk konteks, S&P 500 memberikan pengembalian sebesar 174% selama periode yang sama, dengan rata-rata 17,41% per tahun dan belum termasuk pendapatan dividen. Kesenjangan kinerja ini menimbulkan pertanyaan penting: apakah pilihan emas vs pasar saham benar-benar bergantung pada pengembalian murni?

Jawabannya tidak sederhana. Emas secara historis terbukti jauh lebih volatil daripada yang disadari banyak orang. Sementara saham menghasilkan pendapatan melalui laba perusahaan, emas tidak menghasilkan apa pun yang nyata. Emas hanya berfungsi sebagai penyimpan nilai—yang sangat penting selama kondisi pasar tertentu tetapi tidak berarti apa-apa selama periode ekonomi yang stabil.

## Memahami Sejarah Tidak Merata Emas

Kinerja emas menceritakan kisah menarik tentang siklus pasar. Ketika AS memutuskan hubungan mata uangnya dengan emas pada tahun 1971, logam mulia ini memasuki era baru. Tahun 1970-an menyaksikan kenaikan spektakuler, dengan emas rata-rata memberikan pengembalian tahunan sebesar 40,2%.

Momentum itu tidak bertahan di dekade berikutnya. Dari tahun 1980 hingga 2023, emas rata-rata hanya memberikan 4,4% per tahun—penurunan dramatis yang menunjukkan mengapa debat emas vs pasar saham tetap berlangsung. Tahun 1990-an sangat keras bagi para penggemar bullion, karena logam mulia ini kehilangan nilai di sebagian besar tahun. Namun, catatan tidak merata ini tidak mengurangi daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai.

## Mengapa Investor Masih Membeli Emas

Selama periode ketidakpastian, emas menjadi tak tertahankan. Pada tahun 2020, saat ketakutan pandemi melanda pasar, emas melonjak 24,43%. Ketika kekhawatiran inflasi mendominasi tahun 2023, logam ini naik 13,08%. Investor memperlakukan emas sebagai polis asuransi—aset yang tidak berkorelasi yang biasanya naik saat pasar saham tergelincir.

Perkiraan menunjukkan bahwa emas bisa mengapresiasi lagi sekitar 10% di tahun 2025, berpotensi mendekati ambang batas 3.000@E5@ dolar per ons. Posisi defensif ini tetap menjadi pusat dalam konstruksi portofolio, meskipun kinerjanya di bawah ekuitas selama siklus pasar penuh.

## Keputusan Investasi

Membandingkan pengembalian emas vs pasar saham mengungkapkan kebenaran mendasar: keduanya memiliki tujuan berbeda. Saham menawarkan penciptaan kekayaan melalui produktivitas dan pertumbuhan perusahaan. Emas menawarkan asuransi portofolio—lindung nilai terhadap gejolak geopolitik, devaluasi mata uang, dan gangguan sistemik keuangan.

Pertanyaan sebenarnya bukanlah mana yang menang, tetapi peran apa yang dimainkan masing-masing dalam strategi keseluruhan Anda. Emas mendiversifikasi dan melindungi. Saham membangun kekayaan. Bersama-sama, keduanya menjawab kekhawatiran investor yang berbeda di berbagai lingkungan pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)